Tercemar Darah Babi, Sungai di Korsel Berubah Merah

Tercemar Darah Babi, Sungai di Korsel Berubah Merah
Imjin, satu sungai di dekat perbatasan antar-Korea telah memerah setelah tercemar darah dari bangkai babi, Selasa (12/11/2019). ( Foto: BBC / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 13 November 2019 | 10:37 WIB

Seoul, Beritasatu.com- Imjin, satu sungai di dekat perbatasan antar-Korea telah memerah setelah tercemar darah dari bangkai babi. Pihak berwenang Korea Selatan (Korsel) telah memusnahkan 47.000 babi dalam upaya untuk menghentikan penyebaran demam babi Afrika (ASF).

Seperti dilaporkan BBC, hujan deras menyebabkan darah mengalir dari lokasi penguburan di perbatasan ke anak sungai Sungai Imjin.

Demam babi Afrika sangat menular dan tidak dapat disembuhkan, dengan tingkat kelangsungan hidup mendekati nol untuk babi yang terinfeksi. Meskipun demikian, demam babi tidak berbahaya bagi manusia.

Pemerintah setempat menepis kekhawatiran bahwa darah itu dapat menyebabkan penyebaran demam babi Afrika ke hewan-hewan berisiko lainnya. Namun pemerintah menyatakan babi-babi itu telah didesinfeksi sebelum disembelih dan langkah darurat telah diambil untuk mencegah polusi lebih lanjut.

Operasi pemusnahan babi dilakukan selama akhir pekan. Bangkai itu dikatakan telah ditinggalkan di dalam beberapa truk di sisi lokasi penguburan dekat perbatasan antar-Korea.

Keterlambatan dalam produksi wadah plastik yang digunakan untuk pembuangan penguburan berarti penguburan tidak dapat dilakukan segera.

ASF hanya ditemukan di Korsel baru-baru ini, dan ada spekulasi penyakit itu tiba melalui babi yang melintasi zona demiliterisasi yang dijaga ketat (DMZ) yang memisahkan Utara dan Selatan.

Kasus ASF yang pertama didata ulang di Korea Utara pada bulan Mei, dan Korea Selatan melakukan upaya serius untuk mencegahnya, termasuk pagar perbatasan.

Militer Korea Selatan diberi wewenang untuk membunuh babi hutan liar yang terlihat melintasi DMZ.



Sumber: Suara Pembaruan