ASEAN Siap Terima India Gabung Kembali Negosiasi RCEP

ASEAN Siap Terima India Gabung Kembali Negosiasi RCEP
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, sebelum pertemuan bilateral di sela KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu (3/11/2019). ( Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 15 November 2019 | 20:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- ASEAN disebut siap menerima India jika ingin kembali bergabung dalam negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Dalam perundingan RCEP di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, awal November 2019, Perdana Menteri (PM) Modi menyatakan tidak akan bergabung dalam pakta perdagangan tersebut karena menghkhawatirkan produsen lokalnya terpukul di tengah banjirnya produk-produk dari Tiongkok.

Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, mengatakan ASEAN menerima dan menghormati keputusan dari India. Namun, Indonesia sendiri meyakini bahwa India mengetahui akan mendapatkan keuntungan bila bergabung dalam RCEP.

“Dia (India) juga tahu, dia juga sudah hitung-hitungan. Jadi kita tetap sangat amat mengharapkan India on board dalam RCEP. Tentunya, seperti kata Bapak Presiden, ayo semua kita bareng-bareng kerja keras, ber-16 karena memang harus dilakukan bersama,” kata Ina kepada SP saat ditemui di sela-sela acara ASEAN Diplomatic Gathering: Update from the Region di Jakarta, Kamis (14/11).

Ina, yang terlibat dalam perundingan RCEP di Bangkok, menyebut India tidak pernah menyebutkan secara terbuka masalah yang dihadapi atau alasan tidak bergabung dalam RCEP.

Ina menyebut hanya mendengar dari pemberitaan media bahwa saat PM Modi berada di Bangkok, sejumlah warganya antara lain petani dan nelayan, melakukan demonstrasi di ibu kota India.

“Pak Modi adalah seorang pemimpin yang basisnya dari akar rumput. Jadi memang ada pertimbangan-pertimbangan beliau yang sangat amat dipengaruhi kondisi politik dalam negeri,” kata Ina.

Terkait target pengesahan RCEP, Ina menyebut tidak satu pun pemimpin yang menyebutkan target waktu saat perundingan di Bangkok. Namun, pembahasan RCEP akan kembali dilanjutkan secepatnya tahun 2020 untuk tingkat Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC).



Sumber: Suara Pembaruan