Akibat Bentrok Demo Hong Kong, Lansia Tewas

Akibat Bentrok Demo Hong Kong, Lansia Tewas
Pengunjuk rasa mengumpulkan bahan untuk membangun barikade saat demonstrasi di distrik Kowloon Hong Kong, Kamis (14/11/2019). ( Foto: AFP / Isaac LAWRENCE )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 15 November 2019 | 20:37 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Bentrokan antara demonstran pro dan anti-pemerintah Hong Kong, pada Kamis (14/11) malam. Rumah Sakit Prince of Wales menyatakan seorang pria lanjut usia (lansia) berusia 70 tahun tewas sehari setelah dihantam batu bata saat.

Namun, tidak jelas orang yang melemparkan batu bata dalam insiden itu, yang telah difilmkan dan disebar secara luas di media sosial.

Pria lansia itu menjadi orang kedua yang tewas hanya kurang dari sepekan dari insiden seputar aksi protes. Sebelumnya, pemuda bernama Alex Chow (22), juga tewas pada 8 November 2019, karena cedera kepala saat terjatuh selama bentrokan antara polisi dan demonstran di dalam tempat parkir.

Kekerasan akibat aksi protes telah menyebabkan beragam cedera, namun relatif sedikit korban tewas, meskipun polisi menembakkan peluru-peluru karet dan sesekali peluru tajam dengan balasan bom-bom bensin dan lemparan batu bata dari demonstran.

Pada Kamis, jalan-jalan arteri utama ditutup, serta layanan kereta juga ditangguhkan. Sekolah-sekolah juga ditutup saat aksi protes berlangsung pada siang hari di distrik bisnis, serta sejumlah demonstran menduduki universitas-universitas.

Meskipun tidak ada pernyataan Tiongkok terkait pengerahan pasukan, tapi ketegangan mencuat karena media ternama pemerintah Tiongkok, Global Times, menyebutkan rencana pemberlakuan jam malam. Tapi, pemerintah Hong Kong membantah hal tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan