Thailand Sita 176 Kg Narkoba di Alat Olahraga

Thailand Sita 176 Kg Narkoba di Alat Olahraga
Bubuk narkoba disembunyikan dalam batang besi peralatan olahraga treadmill. ( Foto: Strait Times / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 15 November 2019 | 20:55 WIB

Bangkok, Beritasatu.com- Petugas anti-narkotika Thailand telah menyita 176 kilogram narkoba jenis metamfetamin kristal yang disembunyikan di dalam kerangka logam treadmill listrik yang akan dikirim menuju Jepang.

“Bulan lalu, polisi Australia menangkap kasus serupa dengan obat-obatan yang disembunyikan dalam peralatan olahraga, yang mereka katakan kepada kami dikemas dan diekspor dari Thailand. Jadi, kami menindaklanjuti dengan keyakinan bahwa pasti ada kasus lain,” kata Mayor Jenderal Polisi Yingyot Thepchamnong, Kepala Biro Penindasan Narkotika, Kamis (14/11).

Yingyot mengatakan petugas di bandara Suvarnabhumi Bangkok pada Selasa (12/11) menemukan 36 kg (80 metamfetamin kristal yang disimpan di peralatan olahraga di antara kargo udara menuju Jepang. Temuan itu mendorong pihak berwenang ke gudang dengan dugaan ada narkotika yang lebih banyak diselundupkan.

Saat penggerebekan di gudang, polisi menemukan 140kg narkoba lagi di dalam bingkai 10 treadmill.

Satu orang ditangkap setelah serangan itu, meskipun Yingyot mengatakan polisi percaya lebih banyak tersangka terlibat.

Thailand adalah rute utama perdagangan metamfetamin kristal yang diproduksi di negara bagian Shan dan Kachin, Myanmar. Statistik resmi menunjukkan pasar metamfetamin telah berkembang pada tingkat yang mengkhawatirkan karena demam narkoba telah meningkat lebih dari sepuluh kali lipat selama dua tahun terakhir.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa perdagangan metamfetamin Asia-Pasifik saja bernilai sebanyak US$ 61,4 miliar (Rp 864,7 triliun pada tahun 2018. Jumlah itu naik dari perkiraan US$ 15 miliar (Rp 211,2 triliun) dibanding lima tahun sebelumnya.



Sumber: Suara Pembaruan