WNI di Hong Kong Masih Aman

WNI di Hong Kong Masih Aman
Petugas pemadam kebakaran menyirami satu mobil van, bagian dari barikade, setelah para pengunjuk rasa membakarnya di dekat Universitas China Hong Kong (CUHK), Jumat (15/11/2019). ( Foto: AFP / DALE DE LA REY )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Minggu, 17 November 2019 | 20:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, menyatakan WNI yang berada di Hong Kong masih dalam kondisi aman. Meskipun, diakui, demonstrasi di kota keuangan itu semakin intensif dan mempengaruhi akses transportasi massal.

“Konsulat Jenderal RI di Hong Kong senantiasa memperbarui imbauan dan situasi keamanan, serta menyediakan layanan hotline 24 jam dan help desk di bandara internasional (Hong Kong),” kata Judha saat dihubungi SP di Jakarta, Jumat (15/11).

Jumlah WNI di Hong Kong per Agustus 2019 sebanyak 174.800 orang. Mereka sebagian besar adalah pekerja migran.

Aksi protes di Hong Kong sudah berlangsung lebih dari lima bulan dan mulai digelar saat hari kerja. Demonstrasi di Hong Kong pekan ini sudah berlangsung selama lima hari berturut-turut sejak Senin (11/11), sehingga menyebabkan sekolah-sekolah ditutup dan sejumlah jalan utama ditutup.

Mahasiswa juga membangun barikade di kampus-kampus, sebaliknya otoritas berusaha menenangkan kekerasan.

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengutuk serangan terhadap menteri kehakimannya di London, menyebut insiden itu biadab dan melanggar prinsip-prinsip masyarakat beradab.

Aksi protes di Hong Kong telah menutup jalan raya utama di kota itu dan memblokirnya lagi selama jam sibuk sore hari. Pada Kamis (14/11) malam, seorang pria lanjut usia (lansia) berumur 70 tahun yang merupakan pekerja pembersih, tewas setelah kepalanya dihantam oleh benda keras saat berada di tengah-tengah aksi protes.

Pria itu menjadi orang kedua yang tewas hanya kurang dari sepekan setelah seorang pemuda bernama Alex Chow (22) juga tewas pada 8 November 2019. Chow terjatuh dari area parkir lantai atas ke lantai bawah karena menghindar gas air mata dari polisi.



Sumber: Suara Pembaruan