Maskapai Asia Kurangi Penerbangan ke Hong Kong

Maskapai Asia Kurangi Penerbangan ke Hong Kong
Air Asia
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 20 November 2019 | 19:30 WIB

Sydney, Beritasatu.com- Sejumlah maskapai Asia, termasuk Garuda Indonesia, telah memotong penerbangan mereka ke Hong Kong dalam beberapa pekan ke depan. Situasi protes anti-pemerintah yang terus memanas di Hong Kong telah menganggu kehidupan sehari-hari kota pusat keuangan Asia itu.

Berdasarkan Routes Online, jadwal terbaru menunjukkan pembatalan dari PT Garuda Indonesia Tbk, SpiceJet Ltd asal India, AirAsia Group Bhd asal Malaysia, JejuAir Co Ltd dan Jin Air Co Ltd dari Korsel, dan maskapai Filipina yaitu PAL Holdings Inc dan Cebu Air Inc.

Pemotongan itu dilakukan saat polisi Hong Kong, Senin (18/11), menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang berusaha keluar dari universitas yang dikepung. Demonstran membalasnya dengan lemparan bom-bom bensin.

Kerusuhan di Hong Kong yang berlangsung hampir enam bulan, telah mendesak kota itu ke arah resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Pada Minggu (17/11), Otoritas Bandara Hong Kong melaporkan penurunan 13% penumpang dan 6,1% penerbangan inbound dan outbound. Ini menjadi penurunan paling curam sejak dimulainya kekerasan. Disebutkan, proporsi wisatawan yang semakin meningkat telah menggunakan Hong Kong sebagai titik transit dibandingkan tujuan.

Pada Senin, Routes Online memperlihatkan Garuda telah mengurangi penerbangan mingguannya ke Hong Kong dari 21 menjadi hanya empat sepanjang pertengahan Desember. Sedangkan SpiceJet telah menangguhkan rute Mumbai-Hong Kong sampai 15 Januari, dan AirAsia memotong penerbangan dari Kuala Lumpur dan Kota Kinabalu pada Desember dan Januari.

Per November 2019, Garuda Indonesia juga menyesuaikan frekuensi penerbangannya dari Jakarta ke Hong Kong dari 14 penerbangan menjadi hanya dua penerbangan per minggu, serta dari Denpasar ke Hong Kong dari tujuh penerbangan menjadi dua penerbangan.



Sumber: Suara Pembaruan