Kemdikbud Targetkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa PBB

Kemdikbud Targetkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa PBB
Gambar Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, New York, Amerika Serikat (AS). (Foto: www.un.org / IST/www.un.org)
Maria Fatima Bona / FMB Sabtu, 23 November 2019 | 10:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini terdapat enam bahasa yang tercatat telah menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di antaranya yaitu bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Mandarin, Rusia, dan Arab. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menargetkan pada 2045, bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa resmi PBB.

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Pusat Perbukuan Kemdikbud, Dadang Sunendar optimistis bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional. Pasalnya, bahasa Indonesia mengalami tren positif dan fokus tersebut sudah dilaksanakan sejak digelarnya Kongres Bahasa Indonesia (KBI) ke-11 pada 2018 silam.

“Mudah-mudahan selama syaratnya sudah kita penuhi dan saya optimistis ke depan setidaknya 2045 Bahasa Indonesia harus masuk dalam jajaran bahasa internasional. Syarat penuturannya memang banyak dan kami sudah penuhi syarat-syarat tersebut," kata Dadang di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Jumat (22/11).

Selanjutnya, Dadang menyebutkan, bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan serta arahan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan dan Pembinaan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.

Dalam hal ini, Indonesia menjadi bahasa internasional akan dilakukan secara bertahap sistematis dan berkelanjutan. "Jadi kita melakukan ini secara bertahap dan pelan-pelan. Sekarang tercatat sudah lebih dari 45 negara di dunia yang mengajarkan Bahasa Indonesia di lima benua. Juga tercatat lebih dari 300 lembaga dunia mengajarkan Bahasa Indonesia," ujar Dadang.

Dadang menyebutkan, untuk menjadi bahasa internasional, ada beberapa persyaratan harus dipenuhi. Pertama; penuturnya harus banyak dan bahasa Indonesia telah memenuhi syarat tersebut. Kedua; bahasanya mudah dipelajari dan Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang mudah dipelajari. Ketiga; bahasa tersebut tidak hanya digunakan di satu negara saja.

"Bahasa kita digunakan oleh negara lain di Timor Leste, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan sebagian Filipina dan Thailand dengan berbagai dialek yang berbeda,"ujar Dadang.

Keempat; bahasa mampu menciptakan stabilitas ekonomi dan politik. Dadang menjelaskan, Indonesia termasuk dalam 20 stabilitas ekonomi dan politik yang sudah bagus.

Dadang juga menyebutkan, dalam mengenalkan dan mengedepankan penggunaan bahasa Indonesia, pihaknya menyelenggarakan kegiatan Lesehan Kebangsaan dengan tema Bahasa Penghela Pembangunan Manusia: Pembinaan Bahasa, Pembinaan Bangsa' di Museum Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya, Kwitang, Jakarta Pusat.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pengutamaan penggunaan bahasa negara yaitu Bahasa Indonesia akan terus tumbuh dalam masyarakat. Karena sikap ini penting guna mendorong Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional," katanya.

Selanjutnya, Dadang menyebutkan, acara tersebut sengaja adakan di museum Sumpah Pemuda agar semuanya pihak lebih meresap 91 tahun yang lalu di tempat tersebut berkumpul pemuda hebat di seluruh Tanah Air untuk berunding. "Kita mengetahui hasil dari kesepakatan itu berupa ikrar para pemuda dalam sebuah deklarasi yang disebut Sumpah Pemuda,"ujarnya.

Dadang juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengingat Bahasa Indonesi karena Bahasa Indonesia ibarat oksigen dan ruh bangsa menjadi alat perekat persatuan dan kebinekaan. "Kita kemudian yang menjadi jati diri kita juga dan banyak fungsinya termasuk pengantar,"ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan