Paus : Teknologi dan Globalisasi Bahayakan Kaum Muda

Paus : Teknologi dan Globalisasi Bahayakan Kaum Muda
Paus Fransiskus menyapa para umat ketika tiba untuk memimpin Misa Kudus bersama kaum muda di Katedral Assumption di Bangkok, Thailand, Jumat (22/11/2019). ( Foto: AFP / Vincenzo PINTO )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 23 November 2019 | 21:32 WIB

Bangkok, Beritasatu.com- Teknologi dan globalisasi membahayakan kaum muda di seluruh dunia. Dua hal itu menyamaratakan keunikan dan individualitas budaya kaum muda hingga menjadi spesies yang terancam punah.

Paus yang berusia 82 tahun itu mengimbau orang-orang muda untuk berpegang teguh pada budaya-budaya yang diwariskan oleh leluhur. Kaum muda harus menghargai akar mereka. Imbauan itu disampaikan Paus saat pertemuan para pemimpin agama-agama lain ketika menyelesaikan hari penuh terakhir kunjungannya ke Thailand.

Paus Fransiskus mengecam "kecenderungan yang tumbuh untuk mendiskreditkan nilai-nilai dan budaya lokal dengan memaksakan model kesatuan" untuk nilai-nilai pada kaum muda, yang tampaknya merujuk pada pengaruh Barat dari film, iklan, dan media sosial.

“Semua hal itu menghasilkan kehancuran budaya yang sama seriusnya dengan menghilangnya spesies hewan dan tumbuhan,”katanya.

Pelestarian budaya lokal juga merupakan tema kunjungan Paus pada hari Jumat ke desa Wat Roman yang mayoritas Katolik di pinggiran Bangkok. Di sana, dia mendesak warga Thailand untuk tidak menganggap agama Kristen sebagai agama "asing".

Budaya dominan di Thailand terkait erat dengan agama Buddha. Meskipun minoritas Katolik kurang dari 1%, umum penganut Katolik diperlakukan dengan baik di zaman modern.



Sumber: Suara Pembaruan