Paus Fransiskus Desak Pemusnahan Senjata Nuklir

Paus Fransiskus Desak Pemusnahan Senjata Nuklir
Paus Fransiskus (kanan) bertemu dengan para korban bom atom 1945 yang selamat saat acara yang diadakan di Peace Memorial Park di Hiroshima, Jepang, Minggu (24/11/2019). ( Foto: AFP / Vatican Media )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 25 November 2019 | 20:16 WIB

Hiroshima, Beritasatu.com- Paus Fransiskus menyerukan kampanye penghapusan senjata nuklir di dua kota Jepang yang pernah dilanda bom atom nuklir. Pada Minggu (24/11), Paus menyebut kepemilikan bom atom adalah sesat dan tidak bermoral, dan justru digunakan untuk kejahatan melawan umat manusia dan alam.

Paus mengunjungi titik nol di Hiroshima dan Nagasaki, dan membakar kesadaran kolektif dunia setelah bom dijatuhkan di sana oleh Amerika Serikat (AS) dalam tiga hari terpisah pada Agustus 1945 dalam upaya untuk mengakhiri Perang Dunia Kedua.

“Di sini, dalam ledakan petir dan api pijar, begitu banyak pria dan wanita, begitu banyak mimpi dan harapan, menghilang, meninggalkan hanya bayangan dan keheningan,” kata Paus Fransiskus di Peringatan Perdamaian Hiroshima setelah berdiri dalam doa sunyi dan mendengarkan kesedihan korban yang selamat.

Yoshiko Kajimoto, yang saat itu berusia 14 tahun, mengenang peristiwa pengeboman itu. Dikatakan, orang-orang berjalan berdampingan seperti hantu, orang-orang yang seluruh tubuhnya begitu terbakar.

“Saya tidak bisa membedakan antara pria dan wanita, rambut mereka berdiri di ujung, wajah mereka bengkak menjadi dua kali lipat ukurannya, bibir mereka menggantung, dengan kedua tangan terulur dengan kulit terbakar yang menggantung dari mereka. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa membayangkan pemandangan neraka seperti itu,” katanya.

Lebih dari 100.000 orang tewas seketika dalam serangan kembar dan sekitar 400.000 lainnya meninggal pada bulan-bulan berikutnya, bertahun-tahun, karena penyakit radiasi.

“Dengan keyakinan mendalam saya ingin sekali lagi menyatakan bahwa penggunaan energi atom untuk tujuan perang adalah hari ini, lebih dari sebelumnya, kejahatan tidak hanya terhadap martabat manusia tetapi juga terhadap masa depan yang mungkin untuk rumah kita bersama,” kata Paus di Hiroshima.



Sumber: Suara Pembaruan