Indonesia Gandeng Korsel Bangun Ibu Kota di Kaltim

Indonesia Gandeng Korsel Bangun Ibu Kota di Kaltim
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in (kanan), menyambut Presiden Joko Widodo, saat pertemuaan mereka di Hotel Westin, Busan, disela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Peringatan Kerja Sama Asean-Republik Korea ke-19, Senin (25/11/2019). ( Foto: AFP )
Unggul Wirawan / JAI Selasa, 26 November 2019 | 14:29 WIB

Busan, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia menggandeng Korea Selatan (Korsel) untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Hal itu, menjadi salah satu dari tiga kesepakatan yang disaksikan penandatangannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Korsel, Moon Jae-in, seusai pertemuan bilateral di Hotel Westin, Busan, Senin (25/11/2019).

Tiga kesepakatn kerja sama yang ditandatangani Pemerintah Indonesia dan Korsel adalah Perjanjian Bebas Visa Dinas dan Diplomatik RI, Deklarasi Bersama Kesimpulan Akhir Negosiasi Republik Korea-Republik Indonesia Perjanjian Kemitraan Komprehensif (IK-CEPA), dan MoU tentang Kerja Sama Pembangunan Ibu kota Relokasi.

Penandatangangan Kerja Sama Pembangunan Ibu kota Relokasi dilakukan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, (Basuki Hadimuljono, dengan mitranya dari Korsel. Sedangkan Perjanjian Bebas Visa Dinas dan Diplomatik RI dilakukan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, dan Menlu Korsel, Kang Kyung-wha.

Menurut Menlu Retno Marsudi, kerja sama pembangunan ibukota relokasi meliputi persiapan perpindahan ibu kota Jakarta ke Kalimantan Timur, yang terkait dengan perencanaan dan perancangan kota, pembangunan di bidang pekerjaan umum dan perumahan.

"Ini juga termasuk rekayasa konstruksi, teknologi, dan manajemen yang menyangkut jalan, jembatan, air bersih, air baku, bendungan, pengendalian banjir, air minum, sistem drainase, persampahan, air limbah domestik, perumahan, dan gedung," kata Retno Marsudi, kepada wartawan, di Hotel Westin, Busan, seperti dikutip Antara, Senin (25/11/2019).

Retno Marsudi mengungkapkan, bahwa bentuk kerja samanya antara lain adalah "current" informasi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi, penugasan tenaga ahli, peningkatan kapasitas dan juga kerja sama-kerja sama teknis yang disepakati kedua belah pihak.

Mengajak

Sementara itu, Presiden Jokowi mengajak para pimpinan atau Chief Executive Officer (CEO) perusahaan-perusahaan terkemuka Korsel untuk bisa bekerja sama membangun ibu kota baru Indonesia yang akan dipindahkan dari Jakarta menuju ke Kalimantan Timur (Kaltim).

“Ibu kota baru tersebut akan kami desain sebagai satu kota yang smart city, yang green city, safe city, inclusive city, dan resilient city,” kata Jokowi saat bertemu dengan pimpinan atau CEO perusahaan-perusahaan terkemuka Korsel, di Lotte Hotel, Busan.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia terbuka untuk melakukan kerja sama dalam rangka pemindahan ibu kota ini. Para CEO perusahaan besar Korsel dapat menguatkan kerja sama ekonomi, kerja sama perdagangan, dan kerja sama investasi antara Indonesia dan Korea.

“Korea adalah mitra strategis khusus Indonesia dan merupakan investor nomor 6 terbesar untuk Indonesia,” ujar Jokowi.

Presiden menambahkan, komitmen Indonesia jelas, dalam 5 tahun ke depan iklim investasi akan makin menarik, penyederhanaan aturan dan penyederhanaan birokrasi juga akan terus dilakukan.

Presiden juga menekankan bahwa investasi di Indonesia harus menciptakan lapangan kerja dan investasi tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar namun juga menjadikan Indonesia sebagai hub produksi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, bahwa untuk menyelesaikan setiap masalah-masalah investasi di Indonesia, sekarang ini setiap masalah bisa disampaikan langsung kepada Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

“Saya kira kemarin kita sudah menyelesaikan setelah mengangkat Kepala BKPM, salah satunya adalah masalah pembebasan lahan Lotte, di Cilegon, diselesaikan oleh Kepala BKPM yang baru. Kalau ada masalah-masalah yang lain agar disampaikan kepada Pak Bahlil (Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, red), akan diselesaikan masalahnya. Tugas Kepala BKPM sekarang adalah mengawal realisasi investasi sampai investasi itu mulai groundbreaking,” kata Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan