RI-Australia Perkuat Kerja Sama Pertahanan

RI-Australia Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Marise Payne (kiri), Menteri Pertahanan (Menhan) Australia, Linda Reynolds (kedua kiri), Menlu RI, Retno Marsudi, dan Menhan RI, Prabowo Subianto, berpose sebelum pertemuan bilateral 2+2, di Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12/2019). ( Foto: AFP / SONNY TUMBELAKA )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Sabtu, 7 Desember 2019 | 12:50 WIB

Nusa Dua, Beritasatu.com - Indonesia dan Australia berkomitmen memperkuat kerja sama global dan pertahanan di tengah tantangan baru seperti ancaman terorisme, keamanan siber, dan proteksionisme ekonomi.

Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan 2+2 antara menteri luar negeri (Menlu) dan menteri pertahanan (Menhan) kedua negara, seusai pertemuan Forum Demokrasi Bali atau Bali Democracy Forum (BDF) ke-12, di Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12/2019).

Menlu RI, Retno Marsudi, mengatakan pertemuan 2+2 tersebut merupakan pertemuan keenam kalinya untuk kedua negara. Hadir mendampingi Retno adalah Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, sedangkan dari pihak Australia diwakili Menlu, Marise Payne, dan Menhan Linda Reynolds.

“Ini menunjukkan kuatnya ikatan, hubungan Indonesia-Australia, dan komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama berdasarkan asas kesetaraan, saling menghormati termasuk integritas wilayah negara lain,” kata Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama, dikutip dari video resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (6/12).

Menurut Retno Marsudi, Indonesia dan Australia adalah mitra untuk terus menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Kedua negara sepakat segera menyelesaikan rencana aksi dari Kemitraan Komprehensif Strategis yang telah ditandatangani pada 2018.

Retno Marsudi menyebut Indonesia juga mengapresiasi dukungan Australia terhadap ASEAN Outlook on Indo-Pacific (Wawasan ASEAN untuk Indo-Pasifik). Indonesia mengundang Australia untuk berpartisipasi dalam Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum yang akan diselenggarakan di Indonesia pada pertengahan 2020.

Ke depan, lanjut Retno Marsudi, Indonesia dan Australia juga akan memperkuat kerja sama di Pasifik lewat kontribusi untuk isu-isu seperti perubahan iklim, pemberdayaan ekonomi, dan perempuan. Kawasan Pasifik terdiri dari pulau-pulau yang terletak di Samudera Pasifik, mencakup antara lain Papua dan Maluku di Indonesia.

Sementara itu, Menlu Australia, Marise Payne, mengatakan Indonesia dan Australia tinggal bertetangga di kawasan paling dinamis dan berkembang di dunia. Australia menyambut kontribusi Indonesia untuk membuat arsitektur regional Indo-Pasifik.

“Indo-Pasifik mempunyai potensi yang sangat banyak tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga kawasan secara keseluruhan,” kata Payne yang telah mengikuti tiga dari enam pertemuan 2+2 bersama Menlu Retno.

Pasukan Perdamaian

Pada kesempatan itu, Menhan RI, Prabowo Subianto, mengatakan Indonesia dan Australia akan melakukan pengerahan bersama pasukan perdamaian PBB.

Selain itu, Australia mengundang TNI mengikuti lebih banyak lagi latihan bersama, serta mengundang perwira dan taruna ikut serta dalam pendidikan di akademi militer Australia.

“Kita membahas pertama kalinya melaksanakan pengerahan bersama operasi pasukan perdamaian PBB. Ini suatu yang baru yang akan kita rintis,” kata Prabowo Subianto.

Menhan Australia, Linda Reynolds, mengatakan Australia sangat menghargai pengalaman ekstensif Indonesia dalam operasi pasukan perdamaian. Indonesia merupakan 10 besar kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB.



Sumber: Suara Pembaruan