Bicara dengan Trump, Xi Jinping: Ekonomi Tiongkok Tak Terpengaruh Wabah Virus Korona

Bicara dengan Trump, Xi Jinping: Ekonomi Tiongkok Tak Terpengaruh Wabah Virus Korona
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertemuan bilateral di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, pada 29 Juni 2019. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Asni Ovier / AO Jumat, 7 Februari 2020 | 11:49 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com – Presiden Tiongkok Xi Jinping memastikan bahwa negaranya mampu mengatasi wabah virus korona jenis baru atau novel coronavirus (2019-nCov). Bahkan, Presiden Xi berbicara langsung melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mengatakan bahwa ekonomi Tiongkok tidak terpegaruh dengan wabah virus mematikan itu.

Stasiun televisi CCTV, seperti dikutip scmp.com menyebutkan, pembicaraan lewat telepon antara Presiden Xi dan Presiden Trump dilakukan hari ini, Jumat (7/2/2020). Xi menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok telah berusaha keras untuk memberantas wabah virus korona.

“Kami telah mengadopsi langkah-langkah pencegahan serta kontrol yang paling komprehensif dan paling ketat melalui mobilisasi dan respon yang cepat. Kami telah menyatakan rakyat berperang melawan epidemi melalui pencegahan dan kontrol,” kata Xi.

“Kami sepenuhnya percaya diri dan mampu memerangi epidemi. Tren jangka panjang pembangunan ekonomi Tiongkok tidak akan berubah,” kata Presiden Xi lagi.

Selama beberapa hari terakhir, Tiongkok menyalahkan Washington karena menciptakan kepanikan setelah AS memberlakukan pembatasan perjalanan pada wisatawan asal Tiongkok. Negara-negara lain pun mengikuti langkah AS itu.

Hingga saat ini sudah 31.452 orang di sejumlah negara yang terjangkit virus mematikan asal Kota Wuhan, Tiongkok, itu. Korban jiwa telah mencapai 638 orang, namun pasien yang telah dinyatakan sembuh juga meningkat tajam menjadi 1.341 orang.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan, Italia bersedia untuk melanjutkan beberapa penerbangan antara kedua negara, setelah itu menangguhkan lalu lintas udara langsung bulan lalu. Wakil Menteri Luar Gegeri Tiongkok, Qin Gang, telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Italia untuk Tiongkok, Luca Ferrari, kemarin, untuk membahas masalah tersebut.

Qin mengatakan, Tiongkok sangat tidak puas dengan tindakan yang diambil oleh Italia, yang diberlakukan tanpa memberi tahu Beijing. Langkah itu ini telah menyebabkan “ketidaknyamanan besar” bagi warga negara kedua negara.

Qin juga mengatakan Italia harus melanjutkan penerbangan komersial antara kedua negara dan merawat warga Tiongkok yang terdampar di Italia. Menurut Kemlu Tiongkok, Ferrari mengatakan bahwa Italia menyadari kekhawatiran Tiongkok dan akan melanjutkan beberapa penerbangan antara kedua negara.

Lebih dari 60 negara telah memberlakukan pembatasan pada pendatang asal Tiongkok sejak wabah virus korona mewabah termasuk AS, Singapura, dan Jepang.

Hari ini, Tiongkok menghadapi duka mendalam dan kemarahan publik yang meningkat atas kematian dokter Li Wenliang. Dokter berusia 34 meninggal dunia setelah terjangkit virus korona. Pada akhir Desember lalu, Li bersama beberapa rekannya mengingatkan masyarakat Tiongkok bahwa ada virus korona yang tengaha mengancam.

Namun, tindakan Li itu tidak disambut dengan langkah antisipasi. Dokter mata yang bekerja di rumah sakit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, itu malah diperiksa polisi. Bahkan, dia mendapatkan teguran untuk tidak “menyebarkan rasa takut”.

Berita kematian Li memicu gelombang komentar. Selain menyampaikan duka cita yang mendalam, warganet di Tiongkok juga menyesali langkah Pemerintah Tiongkok yang tidak segera merespon peringatan Li tersebut.

Belakangan, Pemerintah Tiongkok memperketat pengawasan terhadap jaringan internet, terutama media sosial. Langkah itu diambil karena banyak unggahan di platform medsos asal negara itu, Weibo dan WeChat, tentang kematian Li tersebut.

Sementara, Pemerintah Kota Wuhan mengatakan sangat menyesalkan kematian Li. “Kami menyatakan belasungkawa dan penyesalan yang mendalam! Kami menghargai upayanya untuk tetap bertahan di garis depan dalam memerangi epidemi ini dan menawarkan belasungkawa tulus kami kepada keluarganya,” tulis Pemkot Wuhan.



Sumber: Suara Pembaruan