Tentara Thailand Mengamuk di Mal, 17 Tewas

Tentara Thailand Mengamuk di Mal, 17 Tewas
Rekaman kamera CCTV memperlihatkan seorang tentara yang diduga pelaku penembakan di pusat perbelanjaan Terminal 21 Korat, Thailand, Sabtu, 8 Februari 2020. ( Foto: Istimewa/Coconuts.co )
Asni Ovier / AO Sabtu, 8 Februari 2020 | 23:27 WIB

Bangkok, Beritasatu.com - Seorang tentara Thailand mengamuk di sebuah pusat perbelanjaan dan melepaskan tembakan ke arah kerumuman orang, Sabtu (8/2/2020). Akibat aksinya itu, 17 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka.

Juru Bicara Kepolisian Thailand, Krissana Phathanacharoen mengatakan, aksi itu terjadi di Kota Korat, timur laut Thailand. Pria bersenjata itu, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Sersan Mayor Jakapanth Thomma. Dia mencuri sebuah kendaraan militer dan juga mengunggah foto dan video dirinya dengan peralatan taktis penuh sebelum serangan dilakukan.

Di akun Facebook-nya, pelaku menulis kata-kata, "Kematian tidak terhindarkan untuk semua orang". Dia juga mengunggah gambar yang diduga sebagai tangannya yang sedang memegang senjata.

"Tentara itu menembaki lokasi-lokasi berbeda di Kota Korat, yang jaraknya sekitar 250 km dari Kota Bangkok," kata Phathanacharoen.

Video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan warga dan pengunjung mal panik. Orang-orang melarikan diri, sementara suara seperti tembakan otomatis terdengardi pusat perbelanjaan bernama Terminal 21 Korat itu.

Hingga berita diturunkan, penembak masih berada di dalam mal dan belum ditangkap. Pihak berwenang juga belum dapat mengkonfirmasi laporan media lokal bahwa pria bersenjata itu telah menyandera 16 orang.

"Kami tidak tahu mengapa ia melakukan ini. Tampaknya ia menjadi gila," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Kongcheep Tantrawanit, seperti dikutip Channel News Asia.

Panglima Angkatan Darat Thailand, Apirat Kongsompong mengeluarkan perintah bagi komandan tentara setempat untuk bergegas ke tempat kejadian dan menyelidiki aksi dan motivasi pelaku. Sementara, Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha mengungkapka rasa belasungkawa kepada keluarga korban yang terbunuh.

Media lokal menunjukkan rekaman tentara keluar dari mobil di depan pusat perbelanjaan dan melepaskan serangkaian tembakan, membuat orang berlari. Suara tembakan dapat terdengar di video.

Satu video warga menunjukkan seorang pria dalam posisi tergeletak di pintu mobil dengan bergelimang darah. Tidak jelas apakah dia termasuk korban yang tewas atau bukan. Video lain menunjukkan setidaknya empat orang yang jelas telah ditembak dan tidak menunjukkan tanda-tanda gerakan.

Seorang wanita yang diwawancarai oleh saluran televisi Thailand One mengatakan, dia mendengar suara tembakan ketika berada di pusat perbelanjaan dan bersembunyi di sebuah toko pakaian dengan orang lain sebelum melarikan diri.

Polisi setempat mengatakan, semula penembak pergi ke sebuah rumah di kota itu dan menembak mati dua orang, sebelum pergi ke toko senjata dekat pangkalan militer dan mengambil senjata baru. Dia juga menembaki orang-orang di pangkalan militer.

Tak lama setelah aksi penembakan itu, sebuah video muncul di Facebook. Dalam video itu, orang yang diduga sebagai penyerang terlihat mengenakan helm tentara. Adegan itu difilmkan dari jip terbuka dan pria yang diduga pelaku mengatakan, "Saya lelah. Saya tidak bisa lagi menarik jari saya".

Dalam unggahan lainnya, pria itu mengatakan, "Menjadi kaya karena berbuat curang (korupsi) dan mengambil keuntungan dari orang lain. Apakah mereka pikir mereka dapat mengambil uang mereka untuk digunakan di neraka? Apakah ketiga orang itu sudah mati?"

Ada juga foto-foto seorang pria dengan topeng ski memegang pistol. Akun di Facebook kemudian tidak dapat diakses.



Sumber: Suara Pembaruan