Warga AS Tewas karena Korona di Tiongkok, 5 Warga Inggris Terinfeksi di Prancis

Warga AS Tewas karena Korona di Tiongkok, 5 Warga Inggris Terinfeksi di Prancis
Ilustrasi virus korona. ( Foto: Antara )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 9 Februari 2020 | 08:54 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Seorang warga Amerika Serikat (AS) berusia 60 tahun meninggal karena virus korona baru, di Tiongkok, atau kematian warga non-Tiongkok pertama yang dikonfirmasi karena penyakit tersebut. Demikian kata pejabat AS, ketika jutaan orang Tiongkok mulai kembali ke rumah setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang untuk menahan korona.

Sementara virus korona telah menyebar ke lebih 24 negara, termasuk lima warga negara Inggris yang terinfeksi di resor pegunungan Prancis.

"Pria Amerika itu meninggal pada Kamis di Wuhan, pusat penyebaran virus di provinsi Hubei, Tiongkok," kata juru bicara kedutaan AS tanpa merinci identitas korban, di Beijing, Sabtu (8/2/2020).

"Seorang pria Jepang berusia 60 tahun dan dirawat di rumah sakit karena pneumonia di Wuhan, juga meninggal setelah menderita gejala yang konsisten dengan virus korona baru," kata Kementerian Luar Negeri Jepang.

WHO: Meski Jumlah Korban Baru Stabil, Wabah Korona Perlu Diwaspadai

Virus ini telah menjadi pukulan bagi ekonomi Tiongkok yang sudah melambat, dimana Goldman Sachs memangkas target pertumbuhan PDB kuartal pertama 2020 menjadi 4 persen dari 5,6 persen. Goldman Sachs mengatakan pukulan lebih dalam mungkin terjadi.

"Ini tentu tidak akan kembali normal minggu depan," kata Ekonom senior asal Tiongkok di Capital Economics Julian Evans-Pritchard, di Singapura.

Korban Meninggal Akibat Virus Korona Lampaui SARS

Jumlah korban tewas di daratan Tiongkok naik menjadi 723 pada Sabtu, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Korban tewas tampaknya akan melewati 774 kematian yang tercatat secara global selama wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) 2002-2003.

Sebagian besar kematian di Tiongkok terjadi di sekitar Wuhan. "Di seluruh daratan Cina, jumlah kasus mencapai 34.598," kata WHO.

Virus ini telah menyebar ke 27 negara dan wilayah, menurut hitungan Reuters berdasarkan laporan resmi. Dua kematian telah dilaporkan di luar daratan Tiongkok yakni di Hong Kong dan Filipina. dimana kedua korban adalah warga Tiongkok.



Sumber: Reuters