Indonesia Tidak Masuk Daftar 27 WNA Tiongkok Terinfeksi Virus Korona

Indonesia Tidak Masuk Daftar 27 WNA Tiongkok Terinfeksi Virus Korona
Pekerja Bandara Haneda Jepang dengan alat pelindung di dekat pesawat yang mmengevakuasi warga Jepang dari Wusan, Tiongkok, Rabu (29/1) ( Foto: AFP )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 11 Februari 2020 | 07:49 WIB

Shanghai, Beritasatu.com - Indonesia dipastikan tidak masuk dalam daftar 27 warga negara asing di Tiongkok yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona tipe baru.

"Kami sudah mengecek kepada pihak yang berkompeten. Hingga 10 Februari pukul 08.00 (07.00 WIB), sebanyak 27 warga negara asing di Tiongkok yang didiagnosis 2019-nCoV," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam pernyataan tertulis, Selasa (11/2/2020).

Pihak Kedutaan Besar RI di Beijing menyebutkan bahwa di Provinsi Hubei yang merupakan awal berjangkitnya virus mematikan itu terdapat tujuh WNI.

Kemudian di beberapa daerah selain Provinsi Hubei terdapat sekitar 1.800 WNI yang menurut Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun tidak ada yang terinfeksi 2019-nCoV.

"Kami selalu pantau terus kondisi mereka. Khusus untuk di Wuhan, hampir setiap hari saya video call," ujarnya.

Geng menjelaskan bahwa 27 WNA yang terinfeksi tersebut, tiga di antaranya telah meninggalkan rumah sakit karena dianggap sembuh dan sampai saat ini masih ada 22 orang yang dalam perawatan.

"Dua WNA lainnya meninggal dunia di Wuhan. Satu orang Tionghoa-Amerika yang meninggal pada Kamis (6/2) dan seorang lainnya warga Jepang yang meninggal pada Sabtu (8/2)," ujarnya.

Menurut dia, pemeritah Tiongkok sudah mengirimkan surat duka cita kepada pemerintah AS dan pemerintah Jepang atas meninggalnya dua WNA tersebut.

Pemerintah Tiongkok memberikan pelayanan secara rutin dengan menggunakan multibahasa dan cara-cara penanggulangan wabah tersebut kepada warga negara asing yang masih tinggal di wilayah daratan tersebut.

Di tengah merebaknya wabah tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping melakukan inspeksi ke permukiman warga di Distrik Chaoyang, Beijing, Senin (10/2/2020).

Kepada petugas medis, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (CPC) itu mengingatkan pentingnya peningkatan diagnosis, perencanaan perawatan yang tepat untuk menyelamatkan pasien, dan perlindungan diri yang baik dalam menangani pasien.

Xi yang saat itu memakai masker juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada pasien 2019-nCoV yang telah meninggal dunia dan simpatinya kepada keluarga yang ditinggalkannya.

"Wuhan adalah kota pahlawan. Masyarakat Hubei dan Wuhan juga pahlawan dalam mengatasi kesulitan dan marabahaya," ujarnya.