Soal Virus Korona, Taiwan Tolak Disamakan dengan Tiongkok

Soal Virus Korona, Taiwan Tolak Disamakan dengan Tiongkok
Pasien yang telah sembuh dari virus korona dan boleh meninggalkan rumah sakit. (Foto: ANTARA/Chinadaily)
Asni Ovier / AO Jumat, 14 Februari 2020 | 10:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Taiwan menyebutkan kebijakan atau prinsip One China Policy (Kebijakan Satu Tiongkok) atau menganggap Taiwan bagian dari Tiongkok menimbulkan banyak masalah bagi mereka. Salah satu persoalan besar yang dihadapi Taiwan terhadap prinsip itu adalah saat muncul epidemi virus korona jenus baru (Covid-19).

Dalam siaran pers Kantor Perwakilan Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) di Jakarta, Jumat (14/2/2020) disebutkan, Taiwan yang bukan merupakan bagian dari Tiongkok, tetapi yang paling dekat dengan negara itu secara lokasi geografis ikut menanggung beban dari wabah virus mematikan itu.

“Sampai saat ini sudah 18 kasus yang dikonfirmasi di Taiwan. Namun, karena standar medis Taiwan berkelas dunia, tindakan pencegahan epidemi sangat sukses,” tulis TETO. Disebutkan, saat ini tidak ada komunitas wabah infeksi yang terjadi di Taiwan dan tidak ada kasus yang dikonfirmasi telah meninggal.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi juga lebih rendah dari Hong Kong (49 kasus), 47 kasus di Singapura, 33 kasus di Thailand, 28 kasus di Jepang, dan 28 kasus di Korea Selatan. Namun, ketika Taiwan mengerahkan seluruh kekuatan yang terbaik untuk pencegahan epidemi, pada saat yang sama pula Taiwan harus berhadapan dengan prinsip “Satu Tiongkok”.

Upaya internasional Tiongkok yang kuat telah membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Taiwan ke dalam “wilayah epidemi Tiongkok”. Beberapa negara, seperti Italia dan Filipina juga menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah epidemi Tiongkok, menghentikan penerbangan dengan Taiwan, dan melarang orang Taiwan memasuki negara bersangkutan.

“Tindakan tersebut menyusahkan pemerintah dan rakyat serta warga negara lain di Taiwan, termasuk hampir 500.000 orang Indonesia yang tinggal di tempat itu. Pemerintah Taiwan menekankan dengan serius bahwa prinsip itu adalah murni klaim politik ilusi, sama sekali tidak realistis. Bahkan, Presiden Xi Jinping jika mau ke Taiwan tetap harus ada izin dari pemerintah Taiwan,” kata TETO.

Disebutkan, menurut laporan situs global NUMBEO mengenai Health Care Index by Country, Taiwan menempati peringkat pertama di dunia tahun lalu dan tahun ini. Namun, akibat kebijakan Tiongkok, Taiwan tidak dapat menjadi anggota WHO atau bahkan sebagai pengamat.

Pemerintah Taiwan menilai sangat ironi bahwa Taiwan sebagai contoh teladan sistem kesehatan global, tidak dapat menjadi anggota WHO. TETO menegaskan, Taiwan bukan bagian dari Tiongkok dan juga bukan termasuk wilayah epidemi Tiongkok.

TETO juga meminta semua negara di dunia untuk menolak data yang salah dari WHO, yang memasukkan Taiwan ke dalam epidemi virus korona Tiongkok.



Sumber: BeritaSatu.com