Corona di Dunia 720.117 Kasus, Hubei Nol Infeksi dalam 6 Hari

Corona di Dunia 720.117 Kasus, Hubei Nol Infeksi dalam 6 Hari
Penumpang mengantre untuk masuk ke dalam kereta di Stasiun Kereta Jiujiang, kota yang terletak di perbatasan Provinsi Jiangxi dan Hubei, yang merupakan episentrum penyebaran Covid-19, Rabu, 18 Maret 2020. ( Foto: AFP )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 30 Maret 2020 | 08:53 WIB

New York, Beritasatu.com - Total kasus yang terinfeksi virus corona (covid-19) di dunia telah melewati 700.000. Menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University (JHU) hingga pukul 07.36 pagi Senin (30/3/2020) Maret, setidaknya ada 720.117 kasus Covid-19 yang dilaporkan dengan 33.881 kematian. Sekitar 149.076 orang telah pulih.

Amerika Serikat memiliki jumlah infeksi tertinggi lebih 139.600 kasus, sedangkan jumlah di Italia lebih 97.600, dan 75.500 di antaranya di Tiongkok.

Sementara Tiongkok melaporkan ada 31 kasus virus corona hingga Minggu (29/3/2020) yang mayoritas merupakan kasus impor dari warga asing atau warga Tiongkok yang kembali ke negara itu. Dari 31 kasus, hanyasatu infeksi yang ditularkan secara lokal. Angka ini turun dari hari sebelumnya 45 kasus. Demikian data yang diungkapkan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Hadapi Seruan #LockdownOrDie

Komisi mengatakan ada empat kematian baru dilaporkan, menempatkan jumlah kematian kumulatif akibat corona sebesar 3.304 hingga 29 Maret.

Provinsi Hubei, tempat wabah corona pertama kali muncul pada akhir 2019, melaporkan tidak ada kasus baru untuk hari keenam berturut-turut pada Minggu. Provinsi yang berpenduduk 60 juta orang itu juga telah membuka beberapa penerbangan domestik.

Baca juga: Polusi Udara di Eropa Turun Karena Lockdown Sejumlah Negara

Namun provinsi barat laut Gansu melaporkan sebuah kasus baru pada Minggu dari seorang pelancong dari Hubei. Padahal orang itu sudah memiliki kode kesehatan bebas virus.

Meski jumlah infeksi baru di Tiongkok turun tajam dibandingkan puncak wabah pada Februari, Beijing tetap khawatir risiko gelombang kedua epidemi dipicu kasus yang melibatkan pelancong ke Tiongkok yang terinfeksi di luar negeri. Tiongkok telah melarang orang asing memasuki negara itu dan memerintahkan maskapai memangkas jumlah penerbangan internasional ke negara itu. Sebagian besar kasus impor yang dilaporkan adalah warga negara Tiongkok. Banyak dari mereka adalah pelajar.

Daftar 5 negara teratas terinfeksi corona:
1. Amerika Serikat (139.675 kasus)
2. Italia (97.689)
3. Tiongkok (82.122)
4. Spanyol (80.031)
5. Jerman (62.095)



Sumber: Reuters, CNBC