Pengidap Covid-19 Ludahi Orang Sebelum Tewas di Kereta

Pengidap Covid-19 Ludahi Orang Sebelum Tewas di Kereta
Rekaman CCTV stasiun kereta api di Bangkok menunjukkan Anan Sahoh (kiri) meludahi orang lain. (Foto: Mirror)
Heru Andriyanto / HA Jumat, 3 April 2020 | 02:02 WIB

Beritasatu.com – Warga Thailand heboh oleh video yang menunjukkan seorang pria meludahi orang lain di stasiun, sebelum naik kereta dan kemudian tewas di gerbong. Pria itu diidentifikasi sebagai Anan Sahoh dan hasil tes menunjukkan bahwa dia positif mengidap virus corona.

Dalam video tersebut, Anan terlihat mengabaikan garis untuk jaga jarak ketika mengantre tiket dan justru mendekati penumpang lain di depannya, dan kemudian meludah tepat di wajah lawannya. Setelah itu Anan berpindah tempat dan naik kereta dari Bangkok menuju Narathiwat di wilayah selatan Thailand.

Pria berusia 56 tahun itu kemudian ditemukan tewas di gerbong kereta Selasa (31/3/2020) lalu.

Otoritas Thailand meminta semua penumpang yang ada di gerbong yang sama untuk mengisolasi diri selama 14 hari, sementara rangkaian kereta api tersebut harus dibersihkan dengan disinfektan.

Pejabat kereta api kemudian kaget setelah memeriksa rekaman CCTV stasiun Bang Sue, Bangkok, yang memperlihatkan Anan meludahi penumpang lain di depan loket.

Upaya melacak korban dalam CCTV tersebut segera dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil sejauh ini. Dikhawatirkan korban tertular penyakit mematikan itu.

“Kami mengkhawatirkan pria yang diludahi seperti dalam rekaman kamera sekuriti. Awalnya kami berkoordinasi dengan polisi khusus kereta api, tetapi mereka belum menemukannya,” kata Direktur Kereta Api Thailand Thakoon Intrachom.

"Kami ingin menyampaikan bahwa kalau ada yang kenal dia atau malah dia sendiri mendengar beritanya, maka tolong dia harus segera ke rumah sakit," imbuhnya.

Anan Sahoh duduk lemas di kursinya sebelum kemudian ditemukan tewas di dalam gebrong kereta api, 31 Maret 2020. (Mirror)

Menurut petugas medis, Anan yang tinggal di wilayah selatan Thailand baru saja kembali dari Pakistan melalui Bandara Suvarnabhumi.

Saat mendarat, dia memegang sertifikat yang menyatakan sehat dan tidak terdeteksi oleh pemindai temperatur di bandara.

Anan lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta dan menurut pengecekan di stasiun suhu tubuhnya normal pada angka 36°C.

Namun, dia terus batuk dan kemudian muntah selama di perjalanan. Seorang petugas kereta sempat memotret dia berikut KTP-nya. Dilaporkan kondisinya membaik ketika kereta sampai di stasiun Hua Hin.

Petugas kemudian mengecek temperaturnya lagi, hasilnya masih sama 36°C.

Mereka lalu menyarankan agar dia beristirahat dulu di stasiun Hua Hin, tetapi Anan berkeras melanjutkan perjalanan.

Pada pukul 22.15, seorang petugas kereta menemukan Anan tergeletak di depan toilet ketika kereta sampai di distrik Thap Sakae, Prachuap Khiri Khan.

Petugas medis melakukan tes spesimen pada jenazahnya dan hasilnya positif Covid-19.

Pejabat kereta api kemudian mengirim daftar 15 penumpang di gerbong yang sama, dan mengkarantina 11 orang termasuk dua staf stasiun Bang Sue, seorang petugas pengamanan, tujuh petugas kereta, dan seorang polisi kereta.



Sumber: Mirror