Singapura Perketat Lockdown Virus Corona

Singapura Perketat Lockdown Virus Corona
Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (National Centre for Infectious Diseases/NCID).
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 3 April 2020 | 19:39 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hari ini, Jumat (3/4/2020), mengumumkan pembatasan sosial atau lockdown yang lebih ketat seiring dengan semakin mewabahnya virus corona.

Lee mengatakan situasi di Singapura masih terkendali, tetapi dia juga mengakui penyebaran virus meningkat dari 10 kasus per hari menjadi lebih dari 50 kasus per hari. Hari ini, Singapura melaporkan 65 kasus baru sehingga total kasus menjadi 1.114 kasus dan lima korban jiwa.

"Melihat tren yang ada saat ini, saya khawatir jika kita tidak melakukan tindakan lebih lanjut, keadaan akan semakin buruk dan kluster besar akan membuat keadaan tidak terkendali," kata PM Lee.

"Daripada mengambil langkah bertahap dalam beberapa pekan ke depan, kami memutuskan untuk bertindak sekarang, mencegah infeksi bertambah," lanjutnya.

Lockdown yang diterapkan Singapura antara lain:

1. Menutup kantor-kantor kecuali yang esensial seperti rumah makan, rumah sakit dan transportasi mulai Selasa 7 April 2020.
2. Menutup sementara sekolah-sekolah dan memberlakukan kelas online mulai Rabu 8 April 2020.
3. Mengimbau warga agar tetap di rumah.

Lee menambahkan lockdown ini akan berlaku selama sebulan untuk tahap pertama. Lee juga mengatakan bahwa imbauan menggunakan masker hanya untuk orang sakit tidak berlaku lagi. Kini, semua orang, baik yang sehat atau yang sakit, diimbau memakai masker.



Sumber: CNBC.com