Hormati Korban Corona, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Seluruh Tiongkok

Hormati Korban Corona, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Seluruh Tiongkok
Sejumlah warga Tiongkok berdiri menghormati para korban COVID-19 dalam peringatan hari berkabung nasional di Lapangan Tiananmen Tiongkok 4 April 2020. ( Foto: Getty Images / Fred Lee )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 4 April 2020 | 12:06 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Tiongkok menyatakan Sabtu sebagai hari berkabung bagi ribuan orang yang tewas akibat wabah virus corona (covid-19) di negara itu. Tiongkok mengibarkan bendera nasional setengah tiang di seluruh negeri dan menangguhkan semua bentuk hiburan. Hari berkabung bertepatan dengan dimulainya festival tahunan Qingming Tomb Sweeping, ketika jutaan keluarga Tiongkok memberikan penghormatan kepada leluhur mereka.

Pada Sabtu (4/4/2020) pukul 10 pagi waktu Beijing, seluruh warga mengheningkan cipta selama tiga menit untuk menghormati mereka yang meninggal, termasuk pekerja medis dan dokter sebagai garda terdepan perangi wabah. Sementara mobil, kereta api, dan kapal membunyikan klakson dan sirene.

Baca juga: Mengapa Covid-19 Menyerang New York Begitu Hebat?

Lebih dari 3.300 orang di Tiongkok telah tewas dalam epidemi ini yang pertama kali muncul di provinsi Hubei akhir tahun lalu, menurut statistik yang diterbitkan oleh Komisi Kesehatan Nasional.

Di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei dan pusat wabah, semua lampu lalu lintas di perkotaan berubah menjadi merah pada pukul 10 pagi dan semua lalu lintas jalan berhenti selama tiga menit. Sekitar 2.567 orang telah meninggal di kota berpenduduk 11 juta orang, atau 75 persen dari total kematian akibat virus corona di Tiongkok.

Baca juga: WHO Setujui Masker Buatan Sendiri untuk Cegah Corona

Hingga Jumat, jumlah total kasus yang dikonfirmasi secara nasional mencapai 81.639, termasuk 19 infeksi baru, kata Komisi Kesehatan Nasional.

Sebanyak 18 kasus baru melibatkan pelancong yang datang dari luar negeri. Satu infeksi baru yang tersisa adalah kasus lokal di Wuhan, seorang pasien yang sebelumnya tidak menunjukkan gejala.



Sumber: Reuters