45 Tahun Buron, Pembunuh Tokoh Kemerdekaan Bangladesh Ditangkap

45 Tahun Buron, Pembunuh Tokoh Kemerdekaan Bangladesh Ditangkap
Sheikh Mujibur Rahman ( Foto: istimewa / istimewa )
Yuliantino Situmorang / YS Rabu, 8 April 2020 | 09:21 WIB

Dhaka, Beritasatu.com - Polisi Bangladesh menangkap Abdul Majed, pembunuh Sheikh Mujibur Rahman, presiden pertama Bangladesh yang juga tokoh kemerdekaan negara itu.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan menyebutkan, Majed dibekuk, Selasa (7/4/2020) waktu setempat, setelah buron 45 tahun pascapembunuhan brutal Mujib serta anggota keluarganya.

Abdul Majed adalah mantan kapten militer. Ia ditangkap di Dhaka, ibu kota Bangladesh. Khan menilai, penangkapan Majed merupakan "hadiah terbesar" untuk Bangladesh tahun ini.

Sebelumnya, setelah melakukan pembunuhan, Majed secara terbuka menyatakan keterlibatannya. Ia dilaporkan telah bersembunyi di India selama bertahun-tahun. Tidak jelas kapan atau bagaimana dia kembali ke Bangladesh.

Majed adalah satu dari belasan terdakwa yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan tinggi Bangladesh pada 2009. Pada tahun 1998, pengadilan telah menghukum mati sekelompok pejabat militer karena keterlibatan mereka dalam pembunuhan Sheikh Mujib beserta sebagian besar anggota keluarganya.

Mujib adalah ayah dari perdana menteri saat ini, Sheikh Hasina Wazed. Hasina Wazed dan adik perempuannya, Sheikh Rehana Siddiq, adalah anggota keluarga yang selamat dari pembunuhan, karena ketika itu mereka sedang berkunjung ke Jerman.

Dikabarkan, pascapembunuhan itu, sejumlah pemerintah yang memimpin Bangladesh, termasuk Ziaur Rahman (Presiden Bangladesh periode 1977-1981) menghadiahi para pembunuh dengan memberi misi diplomatik di luar negeri.

Rahman adalah mantan petinggi militer Bangladesh. Ia suami Khaleda Zia, saingan berat Hasina yang menjabat perdana menteri selama dua periode. Rahman terbunuh dalam kudeta militer pada tahun 1981.

Pada 2010, lima pria yang mengaku ikut serta dalam pembunuhan Mujib, digantung. Seorang pelaku lainnya meninggal karena sebab alamiah di Zimbabwe, sehingga tersisa enam terpidana lainnya, termasuk Majed.

Sejumlah pejabat Bangladesh menyebutkan, setidaknya, masih ada satu pelaku pembunuhan yang masih bersembunyi di Kanada dan lainnya ada di AS.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi kapan Abdul Majed akan dieksekusi.



Sumber: The Guardian