Kasus Baru Covid-19, 14 Juta Warga Wuhan Akan Jalani Pengujian Massal

Kasus Baru Covid-19, 14 Juta Warga Wuhan Akan Jalani Pengujian Massal
Tiongkok mencabut larangan bepergian warga Kota Wuhan setelah melakukan lockdown lebih dua bulan. (Foto: AFP / Hecto Retamal)
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 12 Mei 2020 | 21:25 WIB

Wuhan, Beritasatu.com - Belum lama menghirup udara kebebasan, warga Kota Wuhan di Tiongkok, tempat virus corona (Covid-19) pertama kali ditemukan harus bersiap kembali menghadapi ancaman baru. Sebanyak 14 juta warga Wuhan direncanakan akan melakukan pengujian massal setelah ditemukannya kasus positif Covid-19 di beberapa penduduk dalam sepekan terakhir.

Kantor Pusat Pencegahan Epidemi Covid-19 Wuhan memerintahkan agar seluruh warga Wuhan melakukan pengujian dalam 10 hari terakhir mulai hari Selasa (12/5/2020) pukul 00.00 malam waktu setempat.

Keputusan itu diambil setelah seorang warga Wuhan dinyatakan positif mengidap virus itu pada hari Sabtu. Setelah diagnosisnya dikonfirmasi, 5.000 orang dari kompleks tempat tinggalnya dites dan lima orang yang terinfeksi ditemukan.

Wang Zhonglin, sekretaris Partai Komunis Tiongkok Wuhan, mengatakan bahwa kotanya perlu memperluas pengujian dengan cepat.

"Kita harus menyadari secara mendalam bahwa pencapaian yang menentukan tidak berarti kemenangan yang menentukan, dan bahwa menurunkan tanggap darurat tidak berarti menurunkan pertahanan," kata Wang.

Wuhan sebelumnnya telah mulai membuka kembali ekonominya dan memungkinkan penduduk untuk kembali ke kehidupan yang lebih normal setelah berbulan-bulan di bawah langkah-langkah ketat untuk mengekang penyebaran virus baru. Para ahli kesehatan telah berulang kali memperingatkan tentang wabah baru serta kemungkinan gelombang infeksi kedua saat kota dan wilayah mulai dibuka kembali.

Wuhan menjadi episentrum pertama untuk pandemi Covid-19, meskipun para ilmuwan masih berusaha mengungkap asal mula virus tersebut. Pejabat lokal di kota itu awalnya menutupi wabah tahun lalu, bahkan menahan dokter dan memaksa mereka diam tentang gelombang infeksi. 

Sampai hari Selasa (12/5/2020), Tiongkok telah mengonfirmasi 84.011 kasus virus corona baru. Dari mereka yang terinfeksi, 79.208 telah pulih sementara 4.637 telah meninggal.



Sumber: Newsweek