Mahkamah Agung Pakistan Anggap Covid-19 Bukan Pandemi

Mahkamah Agung Pakistan Anggap Covid-19 Bukan Pandemi
Seorang pekerja menyemprotkan disinfektan di jalan sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di Peshawar, Pakistan, Minggu (17/5). ( Foto: Xinhua / Saeed Ahmad )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 20 Mei 2020 | 13:37 WIB

Islamabad, Beritasatu.com- Mahkamah Agung (MA) Pakistan, Senin (18/5), memerintahkan pemerintah untuk mencabut beberapa pembatasan terhadap bisnis karena menganggap Covid-19 bukan pandemi. Keputusan itu diumumkan sekalipun jumlah infeksi Covid-19 tetap meningkat dengan pemberlakuan penguncian (lockdown).

Dalam keputusan yang bersifat mengikat, MA Pakistan menyatakan virus corona tampaknya bukan pandemi di Pakistan, serta mempertanyakan upaya perlawanannya yang telah menghabiskan begitu banyak uang.

Pengadilan tertinggi itu memerintahkan pusat perbelanjaan (mal) untuk segera dibuka kembali jika otoritas kesehatan tidak keberatan, dan pengekangan pada bisnis dicabut pada akhir pekan ini.

Perintah itu dikeluarkan dengan menggunakan otoritas luas dari mahkamah untuk mengeluarkan putusan “suo motu” atas mosi sendiri, tanpa menunggu kasus tertentu datang sebelumnya.

Pakistan sejauh ini melaporkan 42.125 kasus Covid-19 dan 903 kematian. Jumlah kasus masih jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara Barat, namun angkanya meningkat tajam bulan Mei.