Tiongkok dan Rusia Sebar Informasi Sesat Covid-19

Tiongkok dan Rusia Sebar Informasi Sesat Covid-19
Ilustrasi foto yang dibuat 14 Februari 2020, menampilkan halaman Facebook Kementerian Luar Negeri Taiwan yang memperlihatkan Menteri Kesehatan Chen Shih-chung (tengah) memegang plakat untuk mempromosikan pencegahan penyebaran virus corona, di Taipei, Taiwan. (Foto: AFP / Dokumentasi)
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 12 Juni 2020 | 08:20 WIB

Brussels, Beritasatu.com-Tiongkok dan Rusia sengaja menyebarkan konten informasi yang salah dan sesat soal Covid-19 saat pandemi berlangsung. Tudingan itu dilontarkan otoritas Uni Eropa dalam satu laporan yang diterbitkan Rabu (10/6).

Otoritas UE menyatakan Tiongkok dan Rusia termasuk di antara "aktor asing" yang berusaha untuk "merusak debat demokrasi" dan meningkatkan citra negara sendiri melalui "operasi pengaruh yang ditargetkan dan kampanye disinformasi seputar Covid-19 di UE.

“Akan terlalu berbahaya untuk tidak bertindak. Pandemi itu menunjukkan kepada kita bahwa informasi palsu dapat membahayakan, dapat membunuh warga bahkan dan dapat merusak respons otoritas publik dan karenanya juga melemahkan tindakan yang diambil,” ujar Wakil Presiden Komisi Eropa Vera Jourova kepada wartawan di Brussels, Belgia.

Dalam beberapa bulan terakhir, komisi UE juga meningkatkan tekanan pada platform seperti Twitter Inc. dan Facebook Inc. Tekanan ini dilakukan untuk membantu membendung aliran konten yang menyesatkan tentang virus, vaksin atau obat yang diduga ada di situs-situs tersebut.

Upaya tersebut adalah bagian dari tujuan yang lebih luas yakni memerangi ujaran kebencian dan disinformasi daring yang dapat mengarah pada peraturan UE yang baru untuk membuat raksasa teknologi lebih bertanggung jawab.



Sumber: Suara Pembaruan