Menlu Serukan Investigasi Kematian Prajurit TNI di Kongo

Menlu Serukan Investigasi Kematian Prajurit TNI di Kongo
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi (Foto: Beritasatu TV)
Natasia Christy Wahyuni / JAI Rabu, 24 Juni 2020 | 11:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menyerukan otoritas Kongo untuk melakukan investigasi atas kematian prajurit TNI, Serma Rama Wahyudi, saat melaksanakan tugas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO).

“Dewan Keamanan (DK) PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan,” kata Retno Marsudi, dalam siaran pers, yang diterima SP, di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Menurut Retno Marsudi, berdasarkan laporan dari MONUSCO, sejauh ini terdapat dua personel TNI yang menjadi korban saat  pertempuran bersenjata dengan kelompok militan di wilayah Kongo.

Serma Rama Wahyudi, dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya. Prt M Syafii Makbul, masih dalam perawatan intensif.

Dilansir dari AFP, pada Selasa (23/6/2020), patroli pasukan perdamaian PBB diserang kelompok militan sekitar 20 kilometer dari kota Beni di Provinsi Kivu Utara. Hal tersebut disampaikan Sy Koumbo, salah seorang petugas komunikasi pada pasukan penjaga perdamaian MONUSCO.

"Ada pasukan penjaga perdamaian yang meninggal dan terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil," kata Sy Koumbo.

Retno Marsudi juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Serma Rama dan mendoakan keluarga agar diberikan ketabahan.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” kata Retno Marsudi.

Indonesia merupakan kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia dan senantiasa aktif menyerukan perlunya peningkatan keamanan dan keselamatan personel misi perdamaian PBB dalam forum-forum PBB.

MONUSCO adalah misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan disana.



Sumber: Suara Pembauan, AFP