Tiongkok Uji Calon Vaksin Covid-19 ke Manusia, Hasilnya Menggembirakan

Tiongkok Uji Calon Vaksin Covid-19 ke Manusia, Hasilnya Menggembirakan
Ilustrasi vaksin. (Foto: Oxford Vaccine Group)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 29 Juni 2020 | 06:32 WIB

Beijing, Beritasatu.com - China National Biotec Group (CNBG) pada Minggu (28/6/2020) mengatakan bahwa hasil uji klinis calon vaksin corona (Covid-19) pada manusia menunjukkan hasil menggembirakan. Kandidat vaksin kedua dari perusahaan ini dinilai aman dan efektif.

CNBG dalam sebuah posting di platform media sosial WeChat menyebutkan, upaya eksperimen yang dikembangkan unit CNBG berbasis di Beijing itu, menghasilkan antibodi tingkat tinggi pada semua peserta dalam uji klinis fase 1/2. Menurut data awal percobaan, uji klinis ini disuntikkan pada 1.120 orang sehat, tanpa mengungkapkan data spesifik.

Perusahaan dan peneliti Tiongkok diizinkan menguji delapan kandidat vaksin pada manusia di negaranya dan di luar negeri. Hal ini membuat Tiongkok menjadi terdepan dalam pengembangan usaha melawan virus yang telah menewaskan 500.000 orang di seluruh dunia.

Baca juga: WHO: 220 Bakal Vaksin Covid-19 Sedang Dikembangkan di Dunia

CNBG yang berafiliasi dengan perusahaan milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) awal bulan ini mengatakan berdasarkan hasil awal, kandidat vaksin lain yang diproduksi unit berbasis di Wuhan juga memicu antibodi tingkat tinggi dengan aman pada peserta uji klinis.

Vaksin harus membuktikan keefektifannya dalam uji coba manusia Fase 3 di mana ribuan peserta direkrut agar vaksin benar-benar aman dijual.

CNBG pada Selasa (23/6/2020) mengatakan pihaknya akan menjalankan kandidat vaksin Fase 3 di Uni Emirat Arab (UEA), tanpa merinci spesifikasi eksperimen yang akan diuji.

Baca juga: Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia

Virus corona (Covid-19) kini telah menewaskan lebih 500.000 orang di seluruh dunia menyusul jumlah infeksi yang dikonfirmasi melampaui 10 juta, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Dilansir CNBC Senin (29/6/2020), Amerika Serikat (AS) menyumbang lebih 20 persen dari total kematian yang dilaporkan akibat Covid-19, atau paling banyak di dunia. Diikuti Brasil, Inggris, Italia, dan Prancis.



Sumber: Reuters