Kasus Covid-19 Meningkat, Tiongkok “Lockdown” Kota Anxin

Kasus Covid-19 Meningkat, Tiongkok “Lockdown” Kota Anxin
Ilustrasi "lockdown". (Foto: Antara)
Natasia Christy / JAI Selasa, 30 Juni 2020 | 16:25 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Tiongkok menerapkan penguncian (lockdown) ketat kepada sekitar 400.000 orang di Kota Anxin, Provinsi Hebei, sekitar 150 kilometer dari Beijing, setelah terjadi lonjakan kasus baru virus corona (Covid-19).

Dalam pengumuman yang dikeluarkan Senin (29/6/2020), Pemerintah Tiongkok menyatakan Kota Anxin akan sepenuhnya tertutup dan dikendalikan, seperti tindakan yang diterapkan di Kota Wuhan pada awal 2020.

"Hanya satu orang dari setiap keluarga yang diizinkan pergi keluar dalam sehari untuk membeli kebutuhan seperti makanan dan obat-obatan. Selain itu, hanya pekerja esensial yang diizinkan meninggalkan rumah," bunyi pengumuman Pemerintah Tiongkok, seperti dikutip Xinhua.

Otoritas juga memperingatkan setiap orang yang melanggar akan dihukum oleh polisi. Dilaporkan terdapat 18 kasus infeksi baru Covid-19 di daerah Anxin sejak awal dimulainya lonjakan kasus di Beijing dua minggu lalu. Daerah itu tidak sepadat populasi pusat-pusat kota lainnya di Tiongkok, sehingga pakar kesehatan optimistis penyebarannya bisa dihentikan.

Tiongkok telah berhasil mengendalikan sebagian besar penularan virus, namun peningkatan kasus terjadi setelah munculnya klaster di Beijing yang berasal dari kasus infeksi di Pasar Xinfadi. Untuk menghindari gelombang kedua, sekalipun peningkatan kecil kasus, Tiongkok mengambil langkah secara serius serta memperingatkan wabah masih “parah dan rumit”.

Langkah penguncian Kota Anxin dilakukan setelah laporan 14 kasus baru virus corona dalam 24 jam di Beijing, sehingga total kasus sejak pertengahan Juni menjadi 311.

Wabah baru tersebut pertama kali terdeteksi di pasar bahan pangan Xinfadi yang menjadi pemasok sebagian besar produk segar di ibu kota Tiongkok. Kemunculan klaster baru ini memicu kekhawatiran atas keamanan rantai pasokan makanan.

Hampir sepertiga kasus infeksi terkait dengan kios daging sapi dan kambing di pasar tersebut. Para pedagangnya telah dikarantina selama satu bulan, sebut otoritas Beijing, Minggu.

Bisnis di wilayah Anxin dilaporkan menjadi pemasok ikan air tawar ke pasar Xinfadi. Dari sekitar 12 kasus Covid-19 di Anxin, 11 kasus diantaranya terkait Xinfadi, menurut surat kabar Global Times.



Sumber: Suara Pembaruan