CanSino Akan Uji Coba Vaksin Covid-19 Fase III di Luar Tiongkok

CanSino Akan Uji Coba Vaksin Covid-19 Fase III di Luar Tiongkok
Ilustrasi vaksin. (Foto: AFP)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 12 Juli 2020 | 10:46 WIB

Beijing, Beritasatu.com - Perusahaan pengembang vaksin asal Tiongkok, CanSino Biologics sedang dalam pembicaraan dengan Rusia, Brasil, Chili dan Arab Saudi untuk melakukan uji coba fase III vaksin Covid-19. Demikian diungkapkan pendiri CanSino Biologics pada Sabtu (11/7/2020).

Keberhasilan Tiongkok menurunkan tingkat infeksi Covid-19 telah menyulitkan negara itu melakukan uji coba vaksin berskala besar. Hingga kini, hanya beberapa negara yang setuju bekerja dengan Tiongkok. "Kami sedang menghubungi Rusia, Brasil, Chili dan Arab Saudi (untuk uji coba fase III), dan masih dalam diskusi," kata Direktur Eksekutif sekaligus salah satu pendiri CanSino, Qiu Dongxu pada konferensi pers pengembangan obat anti-virus di Suzhou, Tiongkok Timur.

Baca juga: Dua Pekan Lagi WHO Dapatkan Hasil Awal Uji Coba Obat Covid-19

Dia mengatakan uji coba fase III akan dimulai dalam waktu dekat. Perusahaan berencana merekrut 40.000 peserta untuk uji eksperimental itu.

Kandidat vaksin Covid-19, Ad5-nCov, menjadi yang pertama di Tiongkok dalam uji ke manusia pada bulan Maret. Namun dalam perkembangan percobaannya, tertinggal di belakang vaksin potensial lainnya. Sementara dua vaksin eksperimental yang dikembangkan Sinovac Biotech dan unit China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) sudah disetujui untuk uji coba tahap III.

Qiu mengatakan uji coba fase II yang melibatkan 508 orang telah menghasilkan hasil jauh lebih baik daripada fase I terkait keamanan dan kemampuan memicu respons kekebalan tubuh. Namun dia tidak mengungkapkan bukti spesifik.

Dia mengatakan pabrik barunya yang sedang dibangun di Tiongkok bisa memproduksi 100-200 juta dosis vaksin corona per tahun pada awal 2021.

Hingga kini belum ada vaksin Covid-19 yang disetujui. Virus corona telah menewaskan lebih setengah juta orang di seluruh dunia.



Sumber: Reuters