“TikTok” Hapus 49 Juta Video yang Langgar Aturan
INDEX

BISNIS-27 537.873 (-4.14)   |   COMPOSITE 6307.13 (-87.4)   |   DBX 1215.21 (-19.11)   |   I-GRADE 185.638 (-1.54)   |   IDX30 533.814 (-5.19)   |   IDX80 142.76 (-1.74)   |   IDXBUMN20 425.411 (-7.14)   |   IDXESGL 147.067 (-1.78)   |   IDXG30 144.927 (-0.65)   |   IDXHIDIV20 469.552 (-5.09)   |   IDXQ30 151.508 (-0.73)   |   IDXSMC-COM 286.952 (-5.33)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (-5.06)   |   IDXV30 144.532 (-2.76)   |   INFOBANK15 1076.36 (-5.06)   |   Investor33 457.615 (-4.37)   |   ISSI 184.91 (-2.68)   |   JII 650.972 (-8.21)   |   JII70 227.363 (-3.12)   |   KOMPAS100 1270.4 (-15.51)   |   LQ45 991.58 (-9.98)   |   MBX 1739.82 (-23.61)   |   MNC36 337.819 (-3.23)   |   PEFINDO25 325.262 (-2.22)   |   SMInfra18 322.474 (-5.83)   |   SRI-KEHATI 391.563 (-3.84)   |  

“TikTok” Hapus 49 Juta Video yang Langgar Aturan

Senin, 13 Juli 2020 | 15:52 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / YS

Beijing, Beritasatu.com - Perusahaan teknologi jaringan sosial asal Tiongkok, TikTok, Kamis (9/7/2020), menyatakan menghapus lebih dari 49 juta video yang telah melanggar aturannya selama periode Juli dan Desember 2019.

Sekitar seperempat dari video-video itu dihapuskan karena mengandung konten aktivitas seksual dan orang dewasa yang telanjang.

Laporan transparansi TikTok juga mengungkapkan 49 juta video yang dihapuskan mewakili kurang dari 1% dari seluruh video yang diunduh antara Juli-Desember 2019. Sebanyak 98,2% video yang dihapuskan terlihat dari mesin pembelajar atau moderator sebelum dilaporkan para pengguna.

Aplikasi berbagi video itu menambahkan telah memenuhi sekitar 480 dari 500 permintaan data dari pemerintah dan polisi. TikTok, yang bersikeras beroperasi secara independen di Beijing meskipun dimiliki Tiongkok, telah mendapat kecaman di Amerika Serikat (AS) dan India karena caranya dalam mengawasi konten yang dipakai miliaran orang.

Dalam laporannya, TikTok menyatakan 25,5% video yang dihapus berisi aktivitas sosial atau orang dewasa telanjang, 24,8% melanggar kebijakan perlindungan anak, seperti melibatkan anak dalam kejahatan atau mengandung perilaku meniru yang berbahaya, 21,5% memperlihatkan aktivitas ilegal atau “barang yang diatur”, 3% dihapuskan karena pelecehan atau perundungan, dan kurang dari 1% dihapuskan karena ujaran kebencian dan perlaku tidak otentik.

AS menyatakan sedang mengamati apakah akan mengeluarkan larangan penggunaan TikTok. Pada Senin (6/7), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan bahwa mengunduh TikTok akan menempatkan informasi pribadi warga di tangan Partai Komunis Tiongkok.

“Kami menganggap ini sangat serius. Kami tentu melihatnya,” kata Pompeo dalam wawancara di Fox News, Senin.

Sementara itu, pemerintah di India telah melarang penggunaan aplikasi itu, merujuk kekhawatiran keamanan di dunia maya.

TikTok dimiliki oleh perusahaan Tiongkok ByteDance. Aplikasi itu tidak tersedia di Tiongkok, tapi ByteDance mengoperasikan aplikasi serupa di sana yang disebut Douyin.

Pada Kamis, surat kabar AS, Wall Street Journal, mempublikasikan laporan bahwa perusahan itu sedang mempertimbangkan untuk membangun markas baru di luar Tiongkok.

“Ketika kami mempertimbangkan jalan terbaik ke depan, ByteDance sedang mengevaluasi perubahan kepada struktur perusahaan dari bisnis TikTok. Kami tetap berkomitmen penuh untuk melindungi privasi para pengguna kami dan keamanannya sembari membangun platform yang menginspirasi kreativitas dan membawa suka cita kepada ratusan juta orang di seluruh dunia,” kata TikTok melalui pernyataannya kepada media penyiaran Inggris, BBC.



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jajak Pendapat: Biden Dapat Dukungan Besar Kaum Muda Kulit Hitam

Hasil jajak pendapat menunjukkan, mayoritas pemilih kulit hitam muda mendukung Biden dibanding Presiden Donald Trump, banyak pemuda yang tidak bersemangat.

DUNIA | 13 Juli 2020

Jelang Pilpres AS, Biden dan Sanders Galang Kerja Sama

Dokumen setebal 110 halaman itu telah diserahkan kepada Komite Platform Komite Nasional Demokrat dan akan ditinjau secara pribadi oleh Biden menjelang konvensi.

DUNIA | 13 Juli 2020

8 Besar Dunia, Kasus Covid-19 di Meksiko Salip Inggris

Namun korban kematian akibat Covid-19 di Meksiko siap menyusul Italia dan segara berada di atas 35.000 pada Minggu (13/7/2020).

DUNIA | 13 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Lampaui 13 Juta

Brasil mencatat 631 kematian pada Minggu.

DUNIA | 13 Juli 2020

Presiden Trump untuk Pertama Kali Pakai Masker

Donald Trump memakai masker selama kunjungan ke Pusat Kesehatan Militer Nasional Walter Reed.

DUNIA | 12 Juli 2020

Gereja di Afrika Selatan Diserang, Lima Tewas

Polisi mengamankan sekitar 40 orang beserta 40 senjata api, termasuk senapan dan pistol.

DUNIA | 12 Juli 2020

CanSino Akan Uji Coba Vaksin Covid-19 Fase III di Luar Tiongkok

Perusahaan berencana merekrut 40.000 peserta untuk uji eksperimental itu.

DUNIA | 12 Juli 2020

Bintang Bollywood Amitabh Bachchan dan Putranya Positif Covid-19

Aktor Bollywood itu dirawat di Rumah Sakit Nanavati di Mumbai.

DUNIA | 12 Juli 2020

Imam di Beijing Serukan Muslim di Tiongkok Dukung Kebijakan Saudi soal Haji

Masa tunggu ibadah haji bagi umat Islam di Tiongkok berkisar antara dua hingga lima tahun.

DUNIA | 12 Juli 2020

Kematian Akibat Covid-19 di Brasil 1.000 Sehari, Kasusnya Lampaui 1,8 Juta

Brasil kini mencatat total kematian 71.469 orang akibat Covid-19.

DUNIA | 12 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS