Bonus Berlimpah Belum Cukup untuk Kevin

Bonus Berlimpah Belum Cukup untuk Kevin
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 7 September 2018 | 14:35 WIB

Kudus - Atlet bulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo (23) saat ini termasuk dalam deretan anak muda yang berpenghasilan fantastis. Pasalnya, berkat kepiawaian bermain bulu tangkis, Kevin berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah dengan jumlah sangat banyak.

Berlaga di Asian Games 2018, Kevin yang bermain bersama Marcus Fernaldi Gideon berhasil meraih emas usai mengalahkan Muhammad Rian/Fajar Alfian. Keberhasilan duo Minions ini tentu mendapat apresiasi dari negara berupa uang senilai Rp 1 miliar per orang. Selain itu, Kevin mendapat bonus tambahan senilai Rp 600 juta dari PB Djarum, tempat ia belajar menjadi pemain profesional.

Memiliki penghasilan yang fantastis, Kevin mengaku dapat mengatur keuangan sendiri. Pasalnya, kedua orangtunya menyerahkan sepenuhnya pengaturan uang kepada Kevin.

“Orang tua menyerahkan semua ke saya. Jadi saya urus sendiri. Pastinya ditabung,” kata atlet kelahiran Banyuwangi, 2 Agustus 1995 itu usai menerima penghargaan peraih medali Asian Games 2018 oleh Djarum Foundation, di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/9) malam.

Ketika ditanya apakah bonus tersebut cukup, Kevin mengaku masih belum cukup. Untuk itu, ia akan terus meraih hasil yang terbaik dalam setiap turnamen. Apalagi menurutnya, saat ini telah banyak bakat-bakat muda yang termotivasi untuk mengalahkan duet bersama Marcus.

“Ini membuat saya termotivasi dan tetap latihan,” ujarnya.

Sementara itu, persiapan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang, Kevin akan berusaha tampil lebih baik lagi dengan tetap berlatih. Namun. Sejauh ini ia mengaku Olimpiade belum menjadi fokus utama karena masih lama.

“Olimpiade kan masih dua tahun lagi, saya hanya berusaha semaksimal mungkin saja. Melakukan yang terbaik sebisa saya. Saya tidak ingin berpikir terlalu jauh,” kata Kevin.

Saat ini Kevin bersama rekannya tengah mempersiapkan diri menuju Jepang yang akan menggelar pertandingan pada 11-16 September di Tokyo, sedangkan China Terbuka dilaksanakan pada 18-23 September di Changzhou.

Pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP mengatakan, keberhasilan anak didiknya pada Asian Games 2018 bukanlah puncak prestasi. Pasalnya, masih banyak olimpiade yang harus dikuti. Mengingat usia Kevin masih muda tentu masih banyak kesempatan untuk bertanding dan meraih hasil lebih baik.



Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN