Rifki Ardiansyah, Habis Gelap Terbitlah Emas

Rifki Ardiansyah, Habis Gelap Terbitlah Emas
Surya Lesmana / AO Jumat, 7 September 2018 | 22:54 WIB

Jakarta - Tim karate Indonesia sebenarnya tak menargetkan medali emas pada Rifki Ardiansyah Arrosyid (20). Pasalnya, anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan dua itu belum lama naik kelas tanding (kumite) 60 kg dari kelas berat awalnya 55 kg.

Peraih medali perunggu di SEA Games 2017 dan emas dari kelas Kumite 55 Kg dalam Kejurnas Karate Piala Panglima TNI 2017 itu juga tak mulus langkahnya untuk bergabung di Pelatnas Karate Asian Games 2018. “Pertama ikut seleksi, saya hanya menjadi peringkat tiga hingga statusnya jadi cadangan. Kemudian, di seleksi dua, hanya peringkat kedua. Baru di seleksi ketiga saya menjadi peringkat pertama dan akhirnya bergabung di Pelatnas Karate Asian Games 2018 di Ciloto,” ujar Rifki, baru-baru ini.

Kemudian, tiga hari menjelang Asian Games 2018 dimulai, cobaan datang menerpa Rifki. Saat berlatih tanding ia mengalami cedera rahang terkena pukulan rekannya. Ia bahkan sempat mengalami muntah darah. Tetapi, semangat pantang menyerah serta motivasi yang terus digelorakan Ketua Umum PB Forki Gatot Nurmantyo, dianggap Rifki sebagai pemicu semangatnya.

Rifki mampu melaju hingga ke babak final. Di pertandingan pemuncak itu, ia menghadapi karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh yang lebih diunggulkan. “Saya hanya pendatang baru di pesta olahraga Asia ini,” ungkapnya.

Siang hari menjelang final, Rifki mengaku sempat dilanda kegugupan dan grogi untuk tampil. Saat ia merasa gelisah, suara azan dari telepon genggamnya menjadi penenang. Ia sempat salat zuhur terlebih dulu. “Seusai salat, saya berdoa. Waktu itu, saya hanya berdoa meminta diberikan hasil yang terbaik,” kata dia.

Rifki menjadi jauh lebih tenang dan semakin mantap menghadapi lawannya. Dalam pertandingan, karateka asal Jawa Timur ini menang dengan skor 9-7. Ini merupakan satu-satunya medali emas yang berhasil diraih oleh tim karate Indonesia di Asian Games 2018.

Setelah meraih medali emas, atlet yang mengenal karate sejak usia tujuh tahun itu akan dipersiapkan menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. “Untuk bisa lolos dan tampil di sana, kita harus banyak ikut kejuaraan internasional. Ajang terdekat yang akan saya ikuti adalah di Berlin pada Oktober nanto,” kata dia.

Sebagai prajurit TNI, Rifki mengaku mendapat banyak dukungan dengan aktivitasnya di karate. “Saya masuk TNI pada 2016. Saya bisa masuk juga karena prestasi di karate. Semua mendukung, kalau ada Pelatnas jangka panjang. Saya bisa mendapatkan izin hingga satu tahun,” ujarnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN