Jalan Terjal Christo/Aldila ke Tokyo

Jalan Terjal Christo/Aldila ke Tokyo
Hendro D Situmorang / AMA Rabu, 12 September 2018 | 10:23 WIB

Jakarta - Pasangan petenis ganda campuran Indonesia, Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi sangat berharap bisa tampil di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Sebab, bagi keduanya, bermain pada ajang pesta olahraga terbesar di dunia itu akan menjadi salah satu pengalaman terbaik dalam karier masing-masing.

Hanya saja, jalan menuju Tokyo sangat terjal dan berliku. Meski berhasil meraih medali emas di nomor ganda campuran pada ajang Asian Games 2018, itu bukan jaminan untuk langsung lolos ke Jepang. Perjuangan menuju ke sana masih panjang dan tidak mudah.

Christo mengaku, ia harus bisa menembus peringkat top 100 ATP dunia. Bila itu bisa dilakukan, maka tiket otomatis tampil di Olimpiade sudah ada dalam genggaman. Christo berharap, Aldila juga bisa menembus peringkat 100 dunia WTA supaya mereka bisa duet lagi di Olimpiade.

“Sekarang untuk masuk otomatis ke Olimpiade, maka ranking saya dan Aldila harus sama-sama di bawah 100 dunia. Kemarin saya di peringkat 96, sekarang turun lagi jadi 105. Tapi, kemarin saya sudah bicara dengan Ketua KOI (Komite Olimpiade Indonesia) Erick Thohir agar bisa tampil di Tokyo 2020. Dia bilang oke dan akan memperjuangkan agar kami bisa mendapatkan wild card (lolos otomatis) di Tokyo,” ucap Christo pada acara Komunitas Tenis Indonesia Mari Kita Rayakan Bersama di Stadion Tenis GBK Jakarta, belum lama ini.

Selain wild card, atlet berusia 28 tahun itu juga berharap ada dukungan lain yang diberikan pemerintah untuknya. Terutama mengirim atlet untuk mengikuti turnamen individu, minimal 35 turnamen dalam satu tahun. Dukungan pemerintah penting karena terjun ke olahraga profesional butuh dana cukup besar. Ia berharap, setengah dari jumlah turnamen itu bisa dibantu pemerintah agar bisa terus memperbaiki peringkatnya di peringkat ATP dunia.

Mimpi

Senada dengan Christo, Aldila juga mengincar peringkat terbaik di WTA. Atlet 23 tahun itu juga punya mimpi yang sama dengan Christo agar bisa tampil di Olimpiade 2020. Hanya saja, perjuangannya lebih panjang lagi dari Christo. Pasalnya, ia masih bertengger di peringkat 636 WTA dunia.

Untuk memperbaiki posisi guna memenuhi ambisi lolos ke Tokyo, ia langsung menyusun skenario yang akan dijalankan selama dua tahun ke depan. “Target saya adalah main di Grand Slam dan Olimpiade 2020. Maka saya harus ikut banyak turnamen dan terdekat pertengahan September ini dan itu dananya pakai kocek pribadi. Sekarang masih ranking 636 untuk tunggal dan ganda. Target tahun ini tembus 500 besar, kemudian tahun depan 200 besar. Setelah itu berusaha masuk 150 besar supaya bisa tampil di Olimpiade Tokyo,” ungkap Aldila.

Demi memenuhi targetnya, idealnya Aldila mengikuti sekitar 20 turnamen dalam setahun. Namun, pada tahun ini dia baru tampil pada 10 turnamen. Guna mengejar target, ia jangan sampai berhenti mengikuti turnamen dalam periode cukup lama. Karena hal tersebut otomatis akan menurunkan peringkatnya. Tentu saja ini merugikan Aldila.

“Cara menjaga dan meningkatkan ranking dengan mengikuti banyak turnamen. Tapi, tambahan poin juga tergantung jumlah pertandingan dan untung-untungan saat drawing (undian). Tetapi, bila melihat penampilan saya di Asian Games 2018, seharusnya bisa mencapai target yang saya pasang,” pungkasnya.

Untuk bisa sampai Tokyo, Christo dan Aldila tidak hanya butuh perjuangan keras dari mereka sendiri, tetapi juga sokongan dana besar dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Tanpa itu, maka jalan menuju Tokyo akan semakin terjal.



Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN