Kopi dan Bubble Tea Bisa Semakin Mempererat Indonesia dan Taiwan
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-1.25)   |   COMPOSITE 4879.1 (1)   |   DBX 933.193 (0.2)   |   I-GRADE 128.434 (0.25)   |   IDX30 404.523 (-1.05)   |   IDX80 106.174 (-0.17)   |   IDXBUMN20 268.239 (-0.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.05)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-1.43)   |   IDXQ30 118.527 (-0.37)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.07)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.27)   |   IDXV30 100.803 (-0.03)   |   INFOBANK15 767.134 (-4.66)   |   Investor33 355.071 (-1.5)   |   ISSI 143.565 (0.35)   |   JII 517.566 (2.32)   |   JII70 175.828 (0.63)   |   KOMPAS100 953.068 (0.13)   |   LQ45 742.375 (-1.19)   |   MBX 1347.52 (-0.07)   |   MNC36 265.633 (-0.06)   |   PEFINDO25 258.006 (0.98)   |   SMInfra18 230.699 (-0.49)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-1.18)   |  

Kopi dan Bubble Tea Bisa Semakin Mempererat Indonesia dan Taiwan

Selasa, 28 Juli 2020 | 15:32 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Orang Taiwan memiliki sejarah minum teh selama lebih dari seratus tahun, terutama teh Tiongkok, seperti Oolong dan Tieguanyin. Minum teh telah menjadi budaya sehari-hari orang Taiwan.

Jenis teh seperti teh Dongding Oolong, teh Wenshan Baozhong, dan teh kecantikan oriental yang ditanam dan diproduksi di Taiwan sangat dihargai oleh pecinta teh internasional. Kualitasnya juga lebih baik daripada jenis teh serupa yang diproduksi di Tiongkok.

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan telah mengembangkan bubble tea, yang populer di kalangan anak muda. Outlet bubble tea yang akrab bagi orang Indonesia, seperti Chatime, KOI, Xing Fu Tang, Tiger Sugar, dan TrueDan semuanya adalah merek Taiwan.

“Tetapi, orang Taiwan juga suka kopi. Setiap orang minum lebih dari 200 cangkir kopi setiap tahun dan konsumsinya meningkat 20% per tahun. Pasar konsumsi kopi di Taiwan melebihi 80 miliar dolar Taiwan (sekitar Rp 40 triliun),” demikian tulis siaran pers Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Disebutkan, saat ini ada lebih dari 15.000 kedai menjual kopi yang digiling dan diseduh langsung di Taiwan, termasuk kedai kopi rantai besar Starbucks, kedai kopi usaha sendiri, dan minimarket di seluruh Taiwan. Kepadatan minimarket di Taiwan berada di peringkat tertinggi di dunia. Lebih dari 10.000 minimarket di Taiwan buka 24 jam sehari.

“Di kedai-kedai itu, warga dapat minum kopi aromatik yang langsung digiling dan diseduh hanya seharga NT$ 35 (sekitar Rp 17.000),” tulis TETO.

Fasilitas kemudahan yang tersedia dan berbiaya rendah di minimarket di Taiwan telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam memperluas pasar konsumen kopi Taiwan. Tentu saja, seperti konsumen di Indonesia, konsumen di Taiwan juga suka pergi ke kedai kopi untuk menikmati kopi dan menghabiskan waktu luang mereka pada sore hari. Ini juga dianggap sebagai suatu tren dan gaya hidup.

Pasar kopi Taiwan juga memiliki beberapa keistimewaan, yaitu jumlah kedai kopi yang biji kopinya dipanggang sendiri merupakan yang tertinggi di dunia. Banyak kedai kopi yang beroperasi sendiri mempromosikan biji panggang mereka memiliki aroma unik yang berbeda dengan kedai kopi waralaba lainnya.

Selain itu, kopi specialty dan kopi estate yang diproduksi di berbagai negara di dunia juga sangat populer di kalangan konsumen Taiwan. Banyak kedai kopi yang beroperasi sendiri menggunakan biji kopi spesial dari berbagai negara sebagai citra toko mereka. Bahkan, semua minimarket di Taiwan menjual jenis kopi bermutu estate atau jenis kopi unggulan.

Taiwan bukan produsen utama biji kopi, kebanyakan biji kopi harus diimpor, Taiwan mengimpor lebih banyak biji mentah daripada biji kopi panggang. Biji mentah sebagian besar berasal dari Brasil dan negara-negara Amerika Tengah dan Selatan, Indonesia, negara-negara Asia lain, Ethiopia dan negara-negara Afrika lainnya.

Biji matang kebanyakan berasal dari Amerika Serikat, Jepang, dan Malaysia. Jenis kopi favorit orang Taiwan adalah latte dan kopi hitam. Semakin banyak orang di Taiwan memilih kopi hitam Amerika tanpa gula, tanpa susu hanya untuk mencicipi rasa asli, keasaman, serta keharuman aroma buah dan aroma bunga kopi, yang membuat orang Taiwan memiliki selera yang lebih tinggi terhadap kualitas biji kopi.

Karena kecintaan mereka kepada kopi, banyak orang Taiwan bahkan mendaftar berbagai kursus memanggang dan menyeduh kopi agar bisa membuat kopi sesuai cita rasa sendiri. Dalam menyeduh kopi, baik kualitas air, suhu air, penggilingan dan peralatan memasak lainnya harus diperhatikan dengan teliti.

Tingkat kecintaan orang Taiwan pada kopi juga dapat dilihat dari banyaknya penghargaan yang telah dimenangkan orang Taiwan di berbagai kompetisi kopi internasional, seperti World Barista Championship (WBC), World Cup Tasters Championship (WCTC), World Coffee Roasting Championship (WCRC), dan World Brewers Cup (WbrC). Orang Taiwan telah memenangkan kejuaraan dunia tersebut.

Situs perjalanan terkenal Big 7 Travel juga mengumumkan 50 kafe terbaik di dunia pada 2019, urutan pertama adalah kedai kopi Simple Kaffa di Taiwan. Pemilik kedai kopi ini adalah orang Taiwan yang memenangkan kejuaraan WBC 2016, Berg Wu. Kedai kopi ini memiliki beragam jenis kopi spesial dan kopi kreatif. Teknik pembuatan kopi yang profesional menjadikan kedai kopi ini tempat kunjungan wajib bagi penggemar kopi dari seluruh dunia.

Indonesia selalu menjadi negara besar di Asia yang memproduksi biji kopi, dan biji kopi Indonesia pernah menjadi negara pengekspor terbesar biji mentah ke Taiwan. Berdasarkan data statistik, sebelum 2015, dari jumlah keseluruhan impor biji kopi dari berbagai negara ke Taiwan, ada seperempat yang berasal dari Indonesia, namun proporsinya telah menurun dari tahun ke tahun setelah 2015.

Pada 2019, dari jumlah keseluruhan kopi yang diimpor dari berbagai negara ke Taiwan, hanya 12% yang berasal dari Indonesia. Sumber biji mentah yang diekspor ke Taiwan berangsur-angsur berubah ke negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan, seperti Brasil dan Kolombia, dan negara-negara Afrika seperti Ethiopia.

Meskipun demikian, kopi luwak Indonesia dan kopi Mandhailing dari Sumatera masih menjadi produk yang tidak asing bagi orang Taiwan, dan juga memiliki banyak penggemar di negara itu. Sebenarnya ada banyak pulau di Indonesia, di mana tempat dan iklimnya yang berbeda menghasilkan berbagai jenis biji kopi dengan cita rasa yang berbeda pula, ini sangat cocok bagi pecinta kopi Taiwan yang suka mencoba selera baru.

Melalui strategi pemasaran dan promosi yang baik, bekerja sama dengan pedagang atau petani biji kopi dari seluruh Indonesia, mengendalikan kualitas dan kuantitas, maka bisa memperkenalkan lebih banyak jenis biji kopi Indonesia ke kedai kopi waralaba lokal Taiwan, seperti LOUISA, 85°C, atau Cama Cafe.

“Bisa menghubungi minimarket Taiwan untuk memasarkan biji kopi Indonesia. Dengan demikian, orang Indonesia minum bubble tea dari Taiwan, orang Taiwan juga lebih gampang menikmati harumnya kopi Indonesia. Minuman sehari-hari ini membuat jarak antarmasyarakat kedua negara menjadi semakin dekat,” tulis TETO.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mantan PM Malaysia Dinyatakan Bersalah atas 7 Dakwaan Skandal 1MDB

Mantan Perdana Menteri Malaysia dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan kasus terkait skandal keuangan di lembaga investasi negara 1MDB.

DUNIA | 28 Juli 2020

Pfizer dan BioNTech Masuk Tahap Akhir Uji Vaksin Covid-19

Uji coba tahap akhir diikuti 30.000 orang berusia 18-35 tahun di 120 lokasi di seluruh dunia, di antaranya 39 negara bagian di AS.

DUNIA | 28 Juli 2020

Penasihat Trump yang Anti-Presiden Tiongkok Positif Covid-19

Trump dan O'Brien pernah berdua dalam sebuah acara di Miami dua pekan lalu.

DUNIA | 28 Juli 2020

Tiongkok Tutup Konsulat AS, Diikuti Penurunan Bendera "Stars and Stripes"

Pemerintah Tiongkok secara resmi menutup konsulat tersebut, Senin hari ini sekitar pukul 10 pagi.

DUNIA | 27 Juli 2020

Menteri Kesehatan di Meksiko Meninggal karena Covid-19

Amerika Latin menjadi kawasan yang paling parah terdampak pandemi Covid-19.

DUNIA | 27 Juli 2020

Modi: Risiko Covid-19 di India Berlanjut, Perlu Ekstra Waspada

Negara terpadat kedua di dunia itu mencatat lebih 48.000 kasus dalam 24 jam terakhir.

DUNIA | 27 Juli 2020

Moderna Raih Tambahan Rp 6,8 T dari AS untuk Pengembangan Vaksin Covid-19

Uji klinis fase 3 dimulai pada 27 Juli dan melibatkan sekitar 30.000 peserta.

DUNIA | 27 Juli 2020

Salip AS dan Kanada, Amerika Latin Pimpin Kasus Covid-19 di Dunia

Saat ini kasus Covid-19 di Amerika Latin mencapai 4.327.160 dibandingkan 4.308.495 infeksi di AS dan Kanada.

DUNIA | 27 Juli 2020

Staf Konsulat AS di Chengdu Tiongkok Mulai Kosongkan Bangunan

Jalanan di depan kantor konsulat pun ditutup, kecuali untuk kendaraan kekonsuleran dan kepolisian.

DUNIA | 27 Juli 2020

Kasus Covid-19 Dunia Tembus 16,05 Juta Jiwa

Kasus Covid-19 di seluruh dunia menembus angka 16,05 juta pada hari Minggu (26/7/2020), seperempat di antaranya berasal dari AS.

DUNIA | 26 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS