Taiwan Siap Bekerja Sama Menciptakan Era Pascapandemi yang Lebih Baik
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Taiwan Siap Bekerja Sama Menciptakan Era Pascapandemi yang Lebih Baik

Rabu, 9 September 2020 | 20:11 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Taiwan Jaushieh Joseph Wu menyatakan, Taiwan siap bekerja sama untuk menciptakan sebuah era pascapandemi Covid-19 yang lebih baik. Untuk itu, Menlu Mu menyerukan Indonesia dan negara lain untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam konferensi, mekanisme, dan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, keberhasilan yang luar biasa Taiwan dalam menangani pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa partisipasi Taiwan di PBB dapat berkontribusi pada kesejahteraan manusia. Pernyataan Menlu Wu tersebut dikeluarkan dalam menyambut peringatan 75 tahun penandatanganan Piagam PBB pada tahun ini. Sidang Umum PBB tahun ini juga akan digelar pada 15 September mendatang.

Dikatakan, tahun ini Covid-19 telah membawa krisis kesehatan masyarakat global. Komunitas internasional perlu lebih banyak melakukan upaya bersama dibandingkan masa sebelumnya untuk membangun masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan, seperti yang dicita-citakan oleh PBB dan negara-negara anggotanya.

“Taiwan telah siap, bersedia, dan mampu berpartisipasi dalam upaya bersama ini,” ujar Menlu Wu dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa (8/9/2020). Menurutnya, jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Taiwan kurang dari 500 kasus dan kematian hanya dalam satu digit. Ini menunjukkan hasil penanganan pandemi sangat luar biasa.

“Semua ini terutama karena berbagai tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Taiwan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Taiwan juga menyediakan peralatan dan bahan medis ke negara lain yang sangat membutuhkan,” ujar Wu.

Hingga akhir Juni tahun ini, Taiwan telah menyumbangkan 51 juta masker medis, 1,16 juta masker N95, 600.000 baju isolasi, 35.000 termometer dahi, dan berbagai peralatan medis lainnya ke lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia. Taiwan juga bekerja sama dengan negara-negara demokratis yang memiliki gagasan yang sama untuk mengembangkan alat rapid test, obat-obatan, dan vaksin untuk Covid-19.

Menteri Wu menyatakan bahwa dalam “Deklarasi untuk memperingati 75 tahun berdirinya PBB” pemerintah dan kepala negara sepakat bahwa hanya solidaritas global yang dapat secara efektif mengakhiri pandemi.

“Oleh karena itu, PBB harus lebih inklusif dan tidak boleh mengabaikan negara mana pun termasuk Taiwan dan siapa saja. Namun, kenyataannya, Taiwan terus menerus dikesampingkan dari sistem organisasi PBB,” ungkapnya.

Menteri Wu juga mengatakan, Republik Rakyat Tiongkok terus menekan PBB untuk secara keliru menggunakan Resolusi 2758 yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 1971 sebagai dasar hukum untuk memblokir partisipasi Taiwan di PBB.

“Faktanya, resolusi tersebut tidak membahas masalah perwakilan Taiwan di PBB, juga tidak menyebutkan bahwa Taiwan adalah bagian dari Republik Rakyat Tiongkok,” tegasnya.

Menteri Wu juga menegaskan, Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Tiongkok. Presiden dan anggota kongres Taiwan dipilih langsung oleh rakyat Taiwan, yang sama sekali berbeda dari Tiongkok. “PBB harus mengakui bahwa hanya pemerintah yang dipilih melalui prosedur demokrasi di Taiwan yang dapat mewakili 23,5 juta rakyat Taiwan, dan Tiongkok tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama Taiwan,” katanya.

Menteri Wu mengatakan, mencegah Taiwan berpartisipasi di PBB adalah kerugian bagi komunitas internasional dan akan menghambat upaya negara-negara anggota PBB untuk memulihkan kehidupan normal setelah pandemi serta upaya penerapan “Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

“Jika Taiwan dapat berpartisipasi dalam kegiatan, pertemuan, dan mekanisme yang terkait dengan PBB, Taiwan akan dapat memberikan lebih banyak kontribusi kepada dunia,” ujarnya. Menteri Wu juga menyatakan, pembukaan “Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa” dengan jelas menyatakan bahwa “kami rakyat Perserikatan Bangsa-Bangsa, di sini untuk … menegaskan kembali kepercayaan kami pada hak asasi manusia …. (dan) persamaan hak antara pria dan wanita, serta semua bangsa baik besar maupun kecil”.

“Cita-cita menjaga hak asasi manusia dan kebebasan fundamental semua orang yang tertuang dalam piagam tidak boleh menjadi kata-kata kosong. Saat PBB dalam penantian untuk 75 tahun yang berikutnya, masih belum terlambat untuk menyambut partisipasi Taiwan,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Spanyol Jadi Negara Eropa Barat Pertama Capai 500.000 Kasus Covid-19

Spanyol menjadi negara pertama di Eropa Barat yang mencapai 500.000 kasus virus corona hari Senin (7/9) setelah terjadi lonjakan kedua kasus yang bertepatan dengan pembukaan kembali sekolah.

DUNIA | 9 September 2020

Tiongkok Tuding Tentara India Provokatif

Tiongkok menuduh tentara India melepas tembakan peringatan "provokatif" ke tentara yang sedang patroli.

DUNIA | 9 September 2020

Jelang Akhir Kampanye, Biden dan Trump Saling Kecam

Presiden Donald Trump dan Joe Biden saling mengecam satu sama lain pada Senin (7/9) jelang akhir kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2020

DUNIA | 9 September 2020

Menlu ASEAN Akan Sahkan 40 Dokumen

Vietnam memimpin rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-53 atau ASEAN Ministerial Meeting (AMM) dan sejumlah pertemuan terkait

DUNIA | 9 September 2020

Pengadilan Saudi Batalkan Hukuman Mati Terdakwa Pembunuh Khashoggi

Pengadilan Saudi pada Senin (7/9) membatalkan lima hukuman mati atas pembunuhan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi.

DUNIA | 9 September 2020

Studi: Tes Covid-19 Mungkin Deteksi Jejak Virus Mati

Penelitian baru telah menemukan bahwa tes virus corona mungkin menemukan jejak virus mati dari infeksi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.

DUNIA | 9 September 2020

Bakal Vaksin Covid-19 Sinovac Diklaim Aman

Perusahaan Tiongkok Sinovac Biotech Ltd menyatakan pada Senin (7/9) bahwa bakal vaksin virus Covid-19 produksinya cukup aman untuk orang tua.

DUNIA | 9 September 2020

Kehadiran Perhimpunan Alumni Belanda Diyakini Akan Perkokoh Hubungan Dua Negara

Kehadiran Perhimpunan Alumni Belanda (PANEL) diyakini bakal memerkokoh hubungan Indonesia-Belanda.

DUNIA | 8 September 2020

Triwulan II, PDB Jepang Terkontraksi 28,1%

Perekonomian Jepang menyusut 28,1 persen di bulan April-Juni, lebih buruk dari angka perkiraan awal yang memprediksi koreksi 27,8 persen

DUNIA | 8 September 2020

Tiongkok Kecam AS atas Rencana Memasukkan SMIC ke Daftar Hitam

Kementerian Pertahanan AS pada hari Sabtu lalu mengatakan tengah mempertimbangkan memasukkan nama SMIC ke daftar hitam Kementerian Perdagangan.

DUNIA | 8 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS