Taiwan Berkomitmen Lindungi ABK Asal Indonesia
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Taiwan Berkomitmen Lindungi ABK Asal Indonesia

Rabu, 16 September 2020 | 08:54 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Taiwan menegaskan komitmen mereka untuk bekerja keras melindungi para anak buah kapal (ABK) asing. Perlindungan terhadap ABK asing itu tertuang di dalam berbagai aturan dan kebijakan pemerintah Taiwan.

Demikian disampaikan Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan Taipei (Taipei Economics and Trade Office/TETO) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (15/9/2020). Keterangan itu disampaikan terkait sejumlah pemberitaan tentang ketidakpuasan ABK asal Indonesia yang bekerja pada kapal ikan Taiwan.

"Demi menjamin hak pekerja nelayan asing, pemerintah Taiwan sudah menetapkan tata cara perizian dan manajemen nelayan asing yang bekerja di luar peraian Taiwan. Pemilik dan pelaut wajib menandatangani perjanjian yang jelas mengatur hak pelaut asing tersebut, di mana dijamin pembayaran upah minimum nelayan asing adalah US$ 450 dan pemberian asuransi kesehatan dan kematian," tulis TETO.

Disebutkan, kapal ikan Taiwan menerapkan sistem bonus untuk ABK yang memiliki pengalaman serta kemampuan lebih dan bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Namun, diakui, sistem ini juga memungkinkan adanya perselisihan, karena eksploitasi waktu kerja yang berlebihan.

Disebutkan, telah masuk 120 laporan kasus permasalahan upah ABK asing dari Indonesia dan kapal ikan Taiwan. Setelah ditelusuri, ditemukan bahwa mayoritas kasus adalah perselisihan gaji dan waktu kerja yang berlebihan.

Berdasarkan undang-undang Taiwan, setelah melalui pemeriksaan, semua orang yang melanggar akan diberikan sanksi keras atau dihukum. Contohnya, pada 16 Maret 2020, kapal Taiwan JIN HSING CHI NO.3 terbukti melakukan kecurangan melalui agen dengan menahan gaji satu orang pelaut asing senilai US$100 setiap bulan dan tidak mebayarkan secara penuh gaji sesuai perjanjian. Pemerintah Taiwan pun menghukum lembaga agen sebesar NT$ 1 juta atau senilai Rp 450 juta.

Selain itu, pihak berwajib yang mengelola industri perikanan Taiwan mendirikan jalur khusus penanganan keluhan dan secara berkala melakukan investigasi. Segera setelah ditemukan pelanggaran aturan dan hak para nelayan, penegakan hukum dijalankan terhadap pemilik kapal atau petugas.

Saat ini, Taiwan meregistrasi 12.983 orang ABK asal Indonesia, dua pertiga direkrut agen di negara ketiga. Cara ini sangat rapuh terhadap praktik eksploitasi ABK. Karena itu, Taiwan telah membangun lembaga perizinan, terintegrasi, menjamin tanggung jawab dan sistem evaluasi, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan agen. Setiap bulan pemerintah Indonesia memperbarui daftar pelaut asing dari Indonesia, pada saat yang sama kedua belah pihak menjamin bisnis struktur pertahanan ikan.

Disebutkan, secara umun, hubungan nelayan Indonesia dan pemilik kapal ikan Taiwan harmonis dan saling membantu. Pemerintah Taiwan juga sangat melindungi hak nelayan asing, karena itu hanya terjadi sedikit sekali sengketa hak pekerja asing. Sejak ditetapkannya tata cara perizian dan manajemen nelayan asing yang bekerja di luar peraian Taiwan, nelayan asing memperoleh perlidungan yang efektif, sehingga kasus jauh berkurang.

"Taiwan akan untuk terus berkerja sama dengan Indonesia dengan bersama-sama mempromosikan manajemen kapal ikan yang baik dan perlindungan hak para nelayan," tulis TETO.

Pemerintah Taiwan menyediakan jalur aduan untuk ABK Indonesia yang merasa diperlakukan tidak adil, yaitu pada nomor +886-2-8073-3141 kepada petugas yang berwenang di Taiwan dan nomor +62-21-515-3939 kepada kantor perwakilan Taiwan di Indonesia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penjualan Ritel Naik, Pemulihan Ekonomi Tiongkok Makin Nyata

Tiongkok adalah satu-satunya negara yang menurut IMF akan mencatat pertumbuhan ekonomi tahun ini.

DUNIA | 16 September 2020

WTO: Tarif AS Atas Produk Tiongkok Langgar Aturan

Tiongkok saat ini juga menerapkan tarif atas barang-barang dari AS, tetapi Amerika tidak mengajukan gugatan resmi.

DUNIA | 16 September 2020

UEA Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok untuk Kondisi Darurat

Sebanyak 31.000 relawan telah berpartisipasi dalam uji klinis vaksin, termasuk 1.000 partisipan dengan penyakit kronis.

DUNIA | 16 September 2020

Jika Diplomat AS Diserang Iran, Trump Balas 1.000 Kali

Presiden AS Donald Trump pada Senin (14/9) berjanji bahwa setiap serangan Iran akan ditanggapi dengan balasan "1.000 kali lebih besar".

DUNIA | 15 September 2020

PBB: 500.000 Orang Terkena Dampak Banjir di Sudan Selatan

Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan pada Senin (14/9) bahwa sekitar 500.000 orang telah terkena dampak banjir di seluruh Sudan Selatan.

DUNIA | 15 September 2020

Urung Jual Bisnis di AS, TikTok Harap Trump Restui Kesepakatan Gandeng Oracle

Proposal yang dikirim ByteDance dan Oracle ke pemerintah AS akan membuat TikTok tetap di bawah kendali operasional ByteDance.

DUNIA | 15 September 2020

Jerman Laporkan 927 Kasus Infeksi Baru

Jumlah kematian bertambah satu menjadi 9.350 kasus.

DUNIA | 15 September 2020

WHO Peringatkan Lonjakan Kematian di Eropa

“Ini akan semakin sulit. Pada Oktober, November, kita akan melihat lebih banyak kematian,” kata Direktur Eropa WHO.

DUNIA | 15 September 2020

Uji Klinis Kian Masif, Vaksin Aman Semakin Dekat

Perluasan uji coba vaksin kemungkinan akan mempermudah perusahaan untuk menunjukkan apakah vaksin efektif melawan SARS-CoV-2, yaitu virus penyebab Covid-19.

DUNIA | 15 September 2020

Negara-negara Diminta Gabung Skema Vaksin WHO

Sejauh ini, baru 92 negara berpendapatan rendah yang mencari bantuan lewat Covax Facility.

DUNIA | 15 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS