Tiga Asosiasi Minta Pungutan Ekspor Sawit Diberlakukan Kembali
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Tiga Asosiasi Minta Pungutan Ekspor Sawit Diberlakukan Kembali

Jumat, 17 Mei 2019 | 21:53 WIB
Oleh : L Gora Kunjana / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Tiga asosiasi industri hilir sawit yaitu Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi), dan Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) meminta pemerintah menerapkan lagi pungutan ekspor sawit untuk produk hulu dan hilir. Jika pemberlakuan pungutan terus ditunda, banyak pabrik pengolahan sawit (refineri) yang bakalan mangkrak dan ekspor sulit bersaing.

Hal itu terungkap dalam silaturahmi media dengan GIMNI, Aprobi, dan Apolin di Jakarta, Kamis (16/5/2019). Sahat Sinaga, Direktur Eksekutif GIMNI mengatakan, asosiasinya sudah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, supaya pungutan ekspor dapat segera diterapkan lagi.

Selisih pungutan ekspor sawit sebesar 7,5% antara produk hilir dan mentah (CPO). Maka, pemberlakuan pungutan berdampak positif kepada masuknya investasi ke Indonesia. Selain itu tanpa pungutan ekspor, kapasitas refineri CPO di Indonesia turun menjadi 30% hingga 35% dari sebelumnya mencapai 75%.

Sahat mengatakan penundaan pungutan ekspor sawit mengakibatkan refineri mangkrak seperti pabrik RBD dan food. Kondisi ini disebabkan tidak kompetitifnya daya saing produk hilir di pasar ekspor. "Kalau ekspor CPO masih dapat margin 2 sampai 3 dolar AS. Tetapi jika di industri hilir, ada biaya pengolahan dan transport. Akibatnya, tidak dapat marjin karena kalah bersaing," ujar Sahat.

Sahat mengatakan dengan adanya pungutan ekspor, maka produk hilir dapat bersaing dengan Malaysia. Keunggulan Malayasia adalah suku bunga rendah dan handling cost. Sedangkan, Indonesia unggul dari segi efisien karena mesin lebih modern.

Senada dengan GIMNI. Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Aproni juga setuju pungutan diberlakukan lagi. Dana pungutan ini dapat dipakai untuk program petani dan riset. "Karena penghapusan pungutan ini juga tidak berdampak kepada harga TBS petani," jelas Paulus.

Rapolo Hutabarat, Ketua Umum Apolin, mengatakan pemerintah sudah mengeluarkan regulasi terkait industri hilir, makanya kebijakan ini perlu dukungan pelaku usaha. Tujuannya menciptakan investasi baik dari dalam dan luar negeri sehingga dapat menciptakan lapangan kerja di masyarakat.

"Selain itu, pemerintah juga menerima pajak dari badan usaha dan perorangan. Makanya, pungutan segera diberlakukan supaya daya saing industri hilir tetap bagus," jelas Rapolo.

Untuk menyelesaikan persoalan ini, GIMNI telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Perekonomian. "Bulan April kemarin, surat sudah dikirimkan. Makanya, baru saja kami rapat membahas persoalan ini (pungutan). Dalam rapat kami sepakat menertibkan price level sebagai patokan," ujarnya.

Selama ini, harga patokan penetapan pungutan memakai Bursa Malaysia dan pasar komoditas Rotterdam. Sedangkan di dalam negeri, rujukan kepada Bursa komoditas ICDX. Dijelaskan Sahat, nantinya Kementerian Perdagangan membuat patokan harga melalui revisi peraturan. Pada Juni mendatang, Kementerian Perdagangan akan mempresentasikan konsep patokan harga kepada para stakeholder.

Hingga semester pertama tahun 2019, penggunaan minyak sawit untuk kebutuhan domestik diperkirakan mencapai 8,7 juta ton. Sebagian besar kebutuhan digunakan untuk industri minyak goreng (makanan) dan FAME (biodiesel).



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Tinjau Pengembangan Sepak Bola di Kuta Selatan

Presiden Jokowi pantau pengembangan lapangan sepak bola di Kuta Selatan.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Jokowi Tinjau Sirkuit Balapan MotoGP Mandalika di Lombok

Menurut Jokowi, dengan adanya perhelatan MotoGP, tentu saja akan berdampak pada perekonomian di Lombok.

EKONOMI | 17 Mei 2019

BI Mencatat Aliran Dana Asing Keluar Capai Rp 11,7 Triliun

Keluar modal asing karena kondisi ketidakpastian perkembangan pasar global akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Surat Berharga Komersil Diyakini Memiliki Prospek Sangat Besar

SBK diyakini bisa menjadi sebagai sumber pendanaan jangka pendek bagi korporasi. Prospeknya pun bagus.

EKONOMI | 17 Mei 2019

BNI Ajak Milenial Kreatif Ciptakan Inovasi

Generasi milenial dituntut untuk mampu berpikir kreatif dan menciptakan inovasi.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Dukung Ketersediaan Uang Kartal, Mandiri Siapkan 77 Titik Penukaran Uang Kecil

Bank Mandiri menyiapkan uang pecahan kecil senilai Rp 2 triliun.

EKONOMI | 17 Mei 2019

BTN Siap Akuisisi Saham PNMIM Hingga 85%

Akusisi 30% saham PNMIM tahap pertama sedang menunggu persetujuan OJK, sementara 30% saham tahap kedua diharapkan rampung sebelum akhir tahun 2019.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Melemahnya Industri Pengolahan Jadi Penyumbang Defisit Dagang April

Melambatnya pertumbuhan industri pengolahan dinilai memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja ekspor nasional.

EKONOMI | 17 Mei 2019

April 2019, Penjualan Mobil Honda Naik 43%

Sepanjang bulan Mei 2019, Honda menawarkan program “Semarak Mudik bersama Honda” bagi konsumen yang melakukan pembelian mobil Honda Mobilio dan Honda BR-V.

EKONOMI | 17 Mei 2019

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 14.450 Per Dolar AS

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.450-Rp 14.465 per dolar AS.

EKONOMI | 17 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS