Agar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Diperlukan Investasi Baru Sebesar Rp 4.800 Triliun
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Agar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Diperlukan Investasi Baru Sebesar Rp 4.800 Triliun

Jumat, 24 Januari 2020 | 12:54 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Yogyakarta, Beritasatu.com – Untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% per tahun, Indonesia membutuhkan investasi baru sebesar Rp 4.800 triliun. Di sisi lain, dengan pertumbuhan itu, sebanyak 2 juta tenaga kerja baru bisa tertampung.

Hal itu dikatakan Asisten Deputi Pengembangan Investasi, Kementeriann Koordinator bidang Perekonomian, Ichsan Zulkarnaen dalam acara Kick off Meeting dengan topik “Kajian Strategis Penyusunan Roadmap Transformasi Struktur Ekonomi Nasional” di Hotel Marriot, Yogyakarta, Kamis (23/1/2020). Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Selain Ichsan, tampil sebagai narasumber lain dalam forum tersebut adalah Amirullah Setya Hardi dari FEB Universitas Gadjah Mada (UGM), Y Sri Susilo dari FBE Universitas Atmajaya Yogyakarta (Universitas Atma Jogja), dan Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Eka Chandra Buana.

Dalam kesempatan itu, Ichsan menyampaikan makalah dengan topik “Perkembangan Investasi Indonesia”. Dikatakan Ichsan, total investasi langsung pada kuartal III 2019 mencapai Rp 205,7 triliun, tumbuh 18,54% dibandingkankan periode yang sama 2018.

Selanjutnya, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 100,7 triliun (naik 18,9%) dan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 105,0 triliun (naik 17,8%) dibandingkan dengan periode yang sama 2018.

“Pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 6% per tahun untuk dapat menampung dua juta pekerja baru. Untuk itu, diperlukan investasi baru sebesar Rp 4.800 triliun atau setiap 1% pertumbuhan ekonomi diperlukan Rp 800 triliun. Investasi itu bersumber dari pemerintah, BUMN, swasta, PMDN, dan PMA,” ujarnya.

Sementara, Amirullah Setya Hardi menyampaikan paparan dengan topik “Pelaksanaan Transformasi Ekonomi”. Disebutkan, transformasi ekonomi terjadi jika ada pergeseran kontribusi sektor primer, misalnya diwakili sektor pertanian, terhadap produk domestik bruto (PDB) yang semakin menurun. Kemudian, hal itu diikuti oleh meningkatnya kontribusi sektor sekunder, diwakili industri manufaktur/pengolahan, dan meningkatnya kontribusi sektor tersier, yang diwakili sektor jasa.

Pergeseran tersebut sejalan dengan meningkatnya pembangunan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia atau dengan kata lain transformasi ekonomi juga tengah dialami oleh Indonesia. “Sejalan dengan perkembangan ekonomi, maka kontribusi sektor tersier menjadi paling tinggi, kemudiaan diikuti sektor sekunder dan sektor primer,” ujar Amirullah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2018), kontribusi sektor primer sebesar 19%, sekunder 31%, dan tersier 50%. Dengan demikian, kontribusi sektor tersier paling tinggi dibandingkan sektor primer dan sekunder.

Sedangkan, dosen FBE Atma Jogja, Y Sri Susilo menyampaikan paparan dengan judul “Mendorong Industri Manufaktur di Indonesia”. Menurut Sri Susilo, upaya mendorong industri manufaktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan Bappenas, namun juga menjadi tugas stakeholders yang lain, yakni pemda, asosiasi pengusaha/profesi, PTN/PTS, kkomunitas, dan media.

“Pengembangan industri manufaktur, baik skala mikro, kecil, menengah, dan besar, harus bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, daya saing, inovasi, serta sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0,” kata Y Sri Susilo.

Hal yang penting terkait dengan mendorong industri manufaktur adalah diperlukan kebijakan dan iklim yang mendorong inovasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mendorong riset, penelitian, dan pengembangan, dengan memberikan insentif pajak bagi pelaku inovasi.

“Upaya lain yang dapat dilakukan adalah membangun innovation center untuk mempercepat proses pengembangan inovasi (innovation led growth),” kata Y Sri Susilo.

Kegiatan yang digelar Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas itu berlangsung sejak Rabu (22/1/20) hingga Jumat (24/1/20). Selain FGD, beberapa kegiatan yang dilakukan adalah internal meeting terkait dengan persiapan kegiatan, progress report 2019 dan agenda kegiatan 2020, serta menyusun laporan kegiatan.

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Eka Chandra Buana mengatakan, tujuan kick off meeting dalam bentuk FGD adalah menyusun peta jalan transformasi struktur ekonomi nasional.

“Hal tersebut sejalan sejalan dengan salah satu arahan Presiden Jokowi bahwa untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan maka diperlukan transformasi ekonomi,” kata Eka Chandra Buana.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Jokowi Kembali Resmikan Proyek PTPP

PTPP berhasil menyelesaikan pembangunan runway 3 bandara Soetta lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Siang Ini, Rupiah Menguat Signifikan Tembus Rp 13.500-an

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.577-Rp 13.643 per dolar AS

EKONOMI | 24 Januari 2020

Rehat Siang, IHSG Turun Tipis ke 6.245

Sebanyak 162 saham naik, 188 saham melemah dan 201 saham stagnan.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Sepanjang 2019, Laba Mandiri Naik 9,9% Capai Rp 27,5 Triliun

Capaian ini didukung kenaikan kredit sebesar 10,7 persen year on year (YoY) mencapai Rp 907,5 triliun.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Oleh-oleh Davos, Mizuho Tertarik Biayai 70 Pelabuhan Pertamina

Mizuho bukan perusahaan baru di Indonesia karena perusahaan asal Jepang ini telah beroperasi di Tanah Air.

EKONOMI | 24 Januari 2020

TSG Global Gandeng 10 Perusahaan RI Garap Megaproyek di Kongo

Kolaborasi ini merupakan tindaklanjut kegiatan Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 dan Asia Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Antisipasi Virus Korona, Lion dan Sriwijaya Tak Terbang ke Wuhan

Kemhub memerintahkan kepada operator penerbangan untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Menkominfo Bahas Pengembangan Teknologi 5G dengan Qualcomm di Davos

Indonesia berpeluang besar dan sedang bersiap untuk menjadi digital hub di kawasan Asia.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Mayoritas Bursa Asia Pagi Ini di Zona Merah

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 84,02 poin (2,75 persen) mencapai 2.976.

EKONOMI | 24 Januari 2020

Sampaikan Program Kerja, Pengurus BPP Hipmi Sambangi Wamendag

Anggota HIPMI selama ini ikut aktif dalam pameran perdagangan yang di selenggarakan oleh Kemdag.

EKONOMI | 24 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS