BBM RON Rendah Sebabkan Ketidakadilan Sosial
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

BBM RON Rendah Sebabkan Ketidakadilan Sosial

Senin, 26 Oktober 2020 | 08:16 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat harus menanggung beban dari dampak buruk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) RON rendah. Tidak hanya dampak lingkungan, tetapi juga kesehatan dan ekonomi. Untuk itu, jalan terbaik adalah dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk beralih kepada BBM RON tinggi yang lebih ramah lingkungan.

Hal itu dikatakan Direktur Keadilan Perkotaan, Institut Hijau Indonesia, Selamet Daroyni di Jakarta, Senin (26/10/2020). “Ini ketidakadilan sosial. Masyarakat yang menerima beban dan dampak penggunaan BBM RON rendah,” kata Selamet.

Dijelaskan, ketidakadilan sosial itu baru dirasakan jangka panjang dan yang sangat terdampak memang masyarakat itu sendiri. “Jika mengabaikan lingkungan, yang antara lain tetap memakai BBM RON rendah, itu sama saja dengan bencana. Masyarakat yang menerima beban,” kata aktivis lingkungan ini.

BBM RON rendah, lanjut Selamet, memang memiliki dampak sangat negatif. Paling dirasakan adalah kualitas udara yang buruk dan akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Jika hal ini berlanjut, ke depan dampak buruk tersebut akan terakumulasi.

"Di Jakarta, misalnya, lima hingga sepuluh tahun ke depan sangat mengkhawatirkan, apalagi dengan jumlah kendaraan bermotor yang hampir sama dengan jumlah penduduk,” urainya.

Lebih lanjut, imbuh Selamet, BBM RON rendah juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca (GRK). Meski kontribusi energi tersebut masih di bawah sektor kehutanan, namun tetap harus menjadi perhatian. Secara global, dampak perubahan iklim sudah sangat kelihatan.

Hal itu terlihat mulai naiknya permukaan air laut, perubahan musim yang tidak bisa diprediksi, banjir, tanah longsor, dan sebagainya. “Saat ini sudah terjadi krisis iklim. Kalau kita semua tidak peduli dengan kondisi seperti ini, tentu ke depan akan semakin masif. Semua pihak harus berkontribusi, antara lain dengan meninggalkan BBM RON rendah,” kata dia.

Terkait berbagai kondisi itu, menurut Selamet, peningkatan kualitas BBM menjadi kebutuhan mendesak dan krusial. Karena, kata dia, penggunaan BBM berangka oktan tinggi akan memastikan lingkungan yang lebih sehat, termasuk udara yang lebih bersih.

“Kalau udara sudah sehat, tentu manusianya juga menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Karena persoalan kualitas BBM sudah menjadi tanggung jawab bersama, Selamet juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara Pemerintah dan masyarakat. Agar tercipta keadilan sosiologis, misalnya, Pemerintah perlu memberikan semacam insentif bagi orang-orang yang melakukan hal positif terkait gerakan lingkungan dan pengendalian perubahan iklim, termasuk melalui gerakan penggunaan BBM RON tinggi.

Selain itu, lanjut Selamet, Pemerintah juga perlu memberikan dukungan, misalnya melalui kebijakan bahwa kendaraan harus lulus uji emisi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Akselerasi Akses Informasi di Seluruh Negeri, Jaga Momentum di Tengah Pandemi

Merebaknya pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat besar bagi seluruh negara di dunia. Hampir semua aktivitas para pelaku bisnis dari berbagai aspek

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Tata Kawasan Pulau Rinca, Kempupera Tetap Perhatikan Habitat Komodo

Kempupera mengerjakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai world heritage site Unesco.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PLN Pasok Listrik Tambang Emas Doup Milik J Resources

PT PLN akan menjual tenaga listrik dengan Layanan premium silver tarif industri LI-3/20 MVA kepada ASA.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kasus Covid-19 AS Tembus Rekor, Dow Futures Melemah

Futures Dow Jones Industrial Average turun 150 poin, mengindikasikan koreksi 190 poin pada pembukaan hari Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PSBB Transisi, Kunjungan ke Pusat Belanja Belum Sampai 50%

Saat PSBB ketat, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan hanya 10% hingga 20% dari normal. Di PSBB transisi, hanya sekitar 30%-40%.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Di Tokoku, Konsumen Bisa Ambil Barang dan Bayar Belakangan

20% penjualan outlet IRMA dilakukan melalui skema Pay Later.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Bandara Soetta Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang

Jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) di bandara maksimal 50% dari kapasitas.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

HSB Investasi Raih Penghargaan Best New Mobile Trading Platform Indonesia 2020

All in one application ini mengintegrasikan pembukaan akun, trading, berita ekonomi, dan edukasi dalam satu aplikasi.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

AP II Maksimalkan Stimulus Airport Tax dari Pemerintah

AP II menyiapkan tiga strategi guna memanfaatkan stimulus PSC.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

CMSE 2020 Bukukan Transaksi Saham dan Reksa Dana Rp 376,35 Juta

Kegiatan CMSE 2020 dengan konsep virtual akan lebih efisien, karena pesan edukasi dan literasi mengenai pasar modal akan lebih sampai ke semua kalangan.

EKONOMI | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS