Didukung, Rencana Pemerintah Bentuk Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Didukung, Rencana Pemerintah Bentuk Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi

Senin, 26 Oktober 2020 | 08:41 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM membentuk Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi (LPS Koperasi) mendapat dukungan dari kalangan parlemen. Lembaga seperti itu akan berdampak positif terhadap perkembangan koperasi di Indonesia.

“Kita menyambut baik dan mendukung rencana untuk membentuk lembaga penjamin simpanan khusus untuk koperasi. Ini sudah menjadi keinginan para pegiat dan anggota koperasi di Indonesia,” kata anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Dia menanggapi pernyataan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki yang menyebut perlu ada lembaga penjaminan simpanan khusus koperasi di Indonesia agar masyarakat tertarik untuk menempatkan uangnya di koperasi.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, keberadaan lembaga penjamin simpanan untuk koperasi akan membuat para anggota koperasi maupun pihak terkait lainnya yang berinvestasi semakin lega dan bergairah. Sebab, simpanan mereka di koperasi dijamin. Hal ini juga akan menambah keyakinan perkembangan koperasi akan semakin baik ke depan, apalagi dengan disahkannya UU Cipta Kerja yang memang memberikan iklim yang sangat baik bagi pertumbuhan koperasi dan UMKM.

“Pembentukan LPS Koperasi ini sangat sejalan dengan semangat yang diberikan UU Cipta Kerja bagi perkembangan koperasi. Saya sangat yakin, koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia akan makin penting peranannya ke depan. Apalagi, saya melihat ada semangat baru yang ditunjukkan koperasi Indonesia untuk bisa lebih baik dari sisi SDM maupun penggunaan teknologi. Ini semua memang harus difasilitasi, kita beri ruang bagi koperasi untuk tumbuh,” sambungnya.

Seharusnya, kata Evita, soal LPS Koperasi ini dimasukkan ke dalam UU Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR beberapa waktu lalu. Apalagi, dia mendengar tidak sedikit pelaku koperasi yang berharap itu bisa dibahas disana. Meski demikian, kata dia, masih terbuka berbagai opsi sebagai payung hukumnya, seperti keputusan menteri atau peraturan menteri, mengacu kepada pembentukan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang dibentuk melalui keputusan menteri koperasi dan UKM.

Sebagai tahap awal, tidak masalah, meskipun nantinya dibutuhkan UU khusus seperti UU Nomor 24 Tahun 2004 yang mengatur Lembaga Penjamin Simpanan untuk perbankan. “Silakan saja, selalu terbuka opsi untuk itu. Misalnya, apakah nanti dia akan menjadi unit di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, seperti misalnya keberadaan LPDB-KUMKM yang dibentuk melalui keputusan menteri. Tetapi, saya juga sangat mendukung jika dalam perjalanannya nanti ada UU tersendiri yang mengatur soal LPS Koperasi. Yang penting berjalan dulu dan kita lihat seperti apa format terbaiknya,” ucapnya.

Hanya saja, Evita mengingatkan, persoalan LPS Koperasi memerlukan pembahasan yang detail mengenai bentuk lembaganya, seperti apa pengawasannya, bagaimana ketentuan mengenai besaran simpanan yang dijamin, siapa saja yang wajib menjadi peserta, berapa kewajiban yang harus dibebankan kepada koperasi peserta dan lainnya.

Dalam hal ini, sebaiknya, Kementerian Koperasi dan UKM mengambil inisiatif untuk mengajak pelaku koperasi di Indonesia untuk berdiskusi. “Yang jelas begitu kita sepakat LPS Koperasi dibentuk maka konsekuensinya cukup banyak, baik bagi pemerintah maupun bagi koperasi. Terutama pengawasannya. Tapi apapun itu saya melihat koperasi di Indonesia akan mau mengikutinya.”

Evita sendiri mengaku ingin melihat koperasi Indonesia akan banyak yang menjadi pelaku ekonomi global sebagaimana ditunjukkan koperasi koperasi di berbagai negara di Eropa, seperti Prancis, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang. “Ini momentum koperasi untuk bertumbuh, dan iklimnya sudah dibentuk. Semoga koperasi kita bisa besar dan kuat menjadi pemain global seperti yang pernah diharapkan Presiden Joko Widodo,” kata Evita.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bursa Asia Beragam, Pasar Khawatir dengan Covid-19 di AS

Nikkei 225 naik 0,2%, indeks komposit Shanghai datar, S&P/ASX 200 Australia naik 0,36%, dan Kospi naik 0,16%.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

BBM RON Rendah Sebabkan Ketidakadilan Sosial

BBM RON rendah memiliki dampak sangat negatif dan yang paling dirasakan adalah kualitas udara yang buruk serta akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Akselerasi Akses Informasi di Seluruh Negeri, Jaga Momentum di Tengah Pandemi

Merebaknya pandemi COVID-19 memberikan pengaruh yang sangat besar bagi seluruh negara di dunia. Hampir semua aktivitas para pelaku bisnis dari berbagai aspek

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Tata Kawasan Pulau Rinca, Kempupera Tetap Perhatikan Habitat Komodo

Kempupera mengerjakan penataan kawasan Pulau Rinca dengan penuh kehati-hatian untuk melindungi Taman Nasional Komodo sebagai world heritage site Unesco.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PLN Pasok Listrik Tambang Emas Doup Milik J Resources

PT PLN akan menjual tenaga listrik dengan Layanan premium silver tarif industri LI-3/20 MVA kepada ASA.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kasus Covid-19 AS Tembus Rekor, Dow Futures Melemah

Futures Dow Jones Industrial Average turun 150 poin, mengindikasikan koreksi 190 poin pada pembukaan hari Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

PSBB Transisi, Kunjungan ke Pusat Belanja Belum Sampai 50%

Saat PSBB ketat, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan hanya 10% hingga 20% dari normal. Di PSBB transisi, hanya sekitar 30%-40%.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Di Tokoku, Konsumen Bisa Ambil Barang dan Bayar Belakangan

20% penjualan outlet IRMA dilakukan melalui skema Pay Later.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

Bandara Soetta Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang

Jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) di bandara maksimal 50% dari kapasitas.

EKONOMI | 25 Oktober 2020

HSB Investasi Raih Penghargaan Best New Mobile Trading Platform Indonesia 2020

All in one application ini mengintegrasikan pembukaan akun, trading, berita ekonomi, dan edukasi dalam satu aplikasi.

EKONOMI | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS