Kerelaan Para Relawan untuk Tuntaskan Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Kerelaan Para Relawan untuk Tuntaskan Pandemi Covid-19

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:25 WIB
Oleh : Adi Marsiela / AO

Bandung, Beritasatu.com - Puluhan relawan uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech, sebuah perusahaan farmasi asal Tiongkok. sudah mengikuti proses penyuntikan tahap pertama. Sebagian besar dari relawan itu mengaku optimistis bahwa uji klinis ini bisa sukses dan tidak menimbulkan efek samping.

Ferry Ahmad Firdaus, 51 tahun, sangat berharap partisipasi keluarganya sebagai relawan bisa membawa angin segar dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19. “Makanya, saya mengajak istri dan anak buat bersama-sama menjadi relawan. Apalagi, ini menghadapi ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-75 tahun, yang semoga ini menjadi sumbangsih bagi negara,” kata Ferry seusai menjalani penyuntikan vaksin tahap pertama di Klinik Kesehatan Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jumat (14/8/2020).

Alasan serupa disampaikan relawan lainnya, Ashari Zain, 28 tahun. Peneliti di PT Bio Farma ini sengaja mendaftarkan diri menjadi relawan karena ingin ikut mengambil bagian dalam upaya mengatasi pandemi. “Semoga saja nanti vaksinnya bisa dipakai dan diproduksi,” imbuh Ashari.

Proses uji klinis gelombang pertama di klinik ini melibatkan 21 relawan. Satu relawan harus kembali datang untuk mengikuti proses penyuntikan, karena saat pemeriksaan fisik, tekanan darahnya terbilang tinggi. Sementara, sisanya yang sudah menjalani penyuntikan harus mencatat gejala-gejala fisik dan yang mereka rasakan dalam jeda 14 hari ke depan.

Indikator-indikator itu, kata Ashari, brupa nyeri lokal, ruam kemerahan, penebalan kulit, serta pembengkakan pada posisi penyuntikan. Selain itu, ada juga gejala umum yang harus mereka catatkan dalam lembar pemantauan yang diberikan tim peneliti. Gejala umum itu antara lain, suhu tubuh, badan lemas, nyeri otot, serta keluhan lainnya. “Pencatatan setiap hari selama 14 hari,” terangnya.

Setiap catatan itu dipermudah dengan panduan di belakang lembar pemantauan. Setiap keluhan dikategorisasikan dalam empat tingkat. Kolom angka nol menandakan tidak ada keluhan atau gejala, sementara kolom angka empat menandakan adanya gejala berat seperti suhu tubuh melebihi 39 derajat Celcius, ada nyeri otot yang dapat menganggu aktivitas, hingga rasa nyeri pada lengan yang membuat kesulitan bergerak.

Selain lembar pemantauan gejala fisik, setiap relawan juga mendapat lembar panduan surveilans untuk 14 hari ke depan. Lembaran ini dipakai apabila relawan melakukan perjalanan ke daerah dengan zona kewaspadaan sedang hingga tinggi sampai menjalani pemeriksaan dan perawatan.

Nur Hidayat, 28 tahun, relawan yang juga peneliti obat di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan, berbagai catatan itu membuktikan uji klinis vaksin ini memang sangat komprehensif.

Para relawan berjenis kelamin perempuan, yang sudah menikah atau belum harus mengikuti pengecekan kehamilan lewat pemeriksaan urine. Sejak awal, uji klinis ini mensyaratkan subjek penelitian tidak boleh dan bakal menjalani proses kehamilan selama tujuh bulan.

“Ibaratnya, kita menjalani general check-up karena semua diperiksa dan dicatat,” imbuh Nur Hidayat.

Dia juga mengapresiasi tim peneliti yang memberikan keleluasaan pada subjek penelitian untuk sewaktu-waktu mundur dari prosesnya apabila merasa ada hal yang tidak disepakati atau menganggunya. “Relawan mendapatkan jaminan, boleh berhenti sewaktu-waktu jika ada keluhan. Ada juga jaminan asuransi,” kata dia.

540 Sampel Darah
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Kusnandi Rusmil mengatakan, dibutuhkan 1.620 relawan yang bakal menjalani proses di enam pusat penelitian. Masing-masing di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Garuda, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Dago.

“Sampai hari ini sudah dapat dua ribuan relawan yang mendaftar,” kata Kusnandi.

Soal tahapan uji klinis ini, Kusnandi menuturkan, tim bakal fokus memeriksa 540 sampel darah relawan guna mengetahui imunogesitas, keamanan, serta efficacy atau keampuhan vaksin tersebut. Sementara, pemeriksaan sampel darah 1.080 relawan lainnya difokuskan untuk mengetahui efek keamanan dari vaksin.

“Yang awal (540 relawan) kita perkirakan selesai sebelum Desember 2020 sehingga (tim) bisa membuat laporan,” imbuh Kusnandi.

Dua gelombang besar relawan itu, ujar Kusnandi, mendapatkan suntikan vaksin dan placebo berupa air secara acak. “Saya juga tidak tahu siapa yang dapat vaksin atau placebo,” kata Kusnandi.

Dijelaskan, manfaat dari pemberian placebo itu untuk membantu tim peneliti dalam membandingkan hasil atau dampak dari proses penyuntikan vaksin. “Kami mau melihat efektivitas vaksin dibandingkan dengan yang dapat placebo. Berapa banyak yang (mungkin) terkena Covid-19. Jadi, kami ikuti terus,” papar Kusnandi.

Meski tidak ada kepastian mendapatkan vaksin pada proses penyuntikannya, para relawan mengaku tidak khawatir. Nur Hidayat mengatakan, dirinya sangat percaya proses penyuntikan itu aman bagi dirinya.

“Saya mah percaya, tidak akan kena symptom (gejala) yang parah juga (jika disuntik placebo),” tegasnya.

Sementara, Ferry yang datang bersama istri Dewi Diana Sari, 49 tahun dan putri sulungnya, Ezra Pratiwi, 23 tahun, juga mengaku tidak khawatir dengan penyuntikan yang dijalaninya. “Karena sudah dijelaskan dari awal oleh tim peneliti. Buat yang dapat suntikan placebo pada bagian akhir penelitian juga bakal tetap mendapat vaksin. Ada enam tahapan yang harus kami jalani, sekarang ini baru tahapan dua,” kata Ferry.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

2021, Anggaran Kementerian Kesehatan Meningkat

Secara total, anggaran belanja sektor kesehatan mengalami penurunan di tahun 2021.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Ini Durasi Aktivitas Bermain di Masa Pandemi

Ada berbagai jenis kegiatan yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk menjaga ikatan emosional.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Rumah Sakit Swasta Didorong Rawat Pasien Covid-19

Wajib ada penambahan RS swasta untuk turut serta merawat pasien Covid-19.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Tips Strategi Kelola Investasi Menuju Usia 75 Tahun

Usia 75 tahun ke atas merupakan usia bonus.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Relawan Siaga Ajak Masyarakat Donor Darah

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat jumlah stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) menurun karena jumlah pendonor berkurang.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jatim Masih Tinggi

Kasus baru Covid-19 di Jakarta hari ini mencapai 538, sedangkan Jawa Timur sebanyak 418.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 2.307, Kasus Positif di Indonesia Jadi 135.123

Jumlah pasien covid-19 yang sembuh bertambah 2.060 sehingga total menjadi 89.618.

KESEHATAN | 14 Agustus 2020

Erick Thohir: Imunisasi Massal Covid-19 Paling Lambat Februari 2021

Program vaksinasi Covid-19 akan berada di bawah kendali TNI dan Polri.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020

Hati-hati Menangani Limbah Medis Pasien Covid-19

Sampah medis pasien Covid-19 harus ditangani hati-hati, demi memutus mata rantai penularan.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020

20% Warga Belum Sadar Pakai Masker

Ternyata, 20% warga belum sadar menggunakan masker sesuai peraturan yang berlaku.

KESEHATAN | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS