Perubahan Perilaku Masyarakat Tentukan Keberhasilan Pengurangan Sampah Plastik
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Perubahan Perilaku Masyarakat Tentukan Keberhasilan Pengurangan Sampah Plastik

Jumat, 23 Maret 2018 | 00:09 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta - Keberhasilan pengurangan sampah plastik dan limbah sebagai bagian dari pengendalian perubahan iklim sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Keterlibatan semua pihak untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat pun diperlukan. Demikian terungkap pada sesi khusus diskusi bertema "Program Berkelanjutan Pengurangan Sampah Plastik Berbasis Masyarakat untuk Pengendalian Perubahan Iklim" pada Simposium Asia Tenggara ke-7 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Kamis (22/3).

Dalam kesempatan itu diserahkan dokumen masukan kebijakan pengelolaan sampah yang dihasilkan dari kajian Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Scientist Association/IESA) bekerja sama dengan APP-Sinar Mas yang dilakukan di Indah Kiat Tangerang, Indah Kiat Serang, dan Ekamas Fortuna Malang, ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) .

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim KLHK Sri Tantri Arundhati menjelaskan, Indonesia telah meratifikasi Persetujuan Paris, sebagai bagian dari upaya global untuk memgendalikan perubajan iklim. Indonesia mencanangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 29% pada 2030 dari business as usual atau mencapai 41% dengan dukungan internasional.

"Dari target yang dicanangkan tersebut, pengelolaan sampah dan limbah berkontribusi sebanyak 0,38%. Meski kecil, tapi menentukan keberhasilan pencapaian penurunan emisi GRK," ujar Sri.

Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Non-B3 KLHK Achmad Gunawan Widjaksono menambahkan, pengelolaan sampah semakin menantang karena jenisnya kini semakin beragam. Dia juga mengingatkan, sampah yang dihasilkan masyarakat pun bisa dikategorikan beracun. "Baterai, lampu neon, atau kaleng obat nyamuk, itu sangat beracun," ucapnya.

Sosiolog Linda Damajanti menegaskan, pengurangan sampah tidak bisa berhenti pada peningkatan kesadaran, tetapi juga harus sampai pada perubahan perilaku masyarakat. Seringkali ditemukan masyarakat yang abai meski tahu bahwa sampah harus dikelola. "Dan ini tidak terkait dengan tingkat pendidikan," tuturnya.

Untuk mengubah perilaku, Linda yang juga Kepala Departemen Sosiologi UI itu menyatakan perlunya sebuah gerakan sosial yang melibatkan semua pihak. Gerakan seperti pungut sampah plastik atau membawa kantong belanja sendiri harus terus dikembangkan dengan dukungan kebijakan nasional. "Gerakan itu harus melibatkan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat," katanya.

Sementara itu Silvira Ananda dari IESA menuturkan, selain keterlibatan semua pihak, sejumlah rekomendasi juga disampaikan pada dokumen masukan kebijakan pengelolaan sampah plastik yang disampaikan IESA kepada KLHK. Rekomendasi itu, antara lain mengembangkan materi edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat.

Dalam dokumen tersebut IESA juga mendorong adanya insentif bagi perusahaan swasta dan masyarakat yang mendukung program pengurangan sampah plastik. "Kami juga mendorong swasta untuk memproduksi produk pengganti plastik sebagai subsitusi, seperti kertas misalnya," ujarnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kaum Muda Harus Berpartisipasi Aktif di Pilpres 2019

Kaum muda harus memastikan pilpres merupakan kontestasi dalam wadah kebangsaan yang mengedepankan pertarungan visi dan misi para pemimpim bangsa.

NASIONAL | 22 Maret 2018

202 TKI Terancam Hukuman Mati, Pemerintah Diminta Genjot Negosiasi

Upaya menyelamatkan TKI terancam hukuman mati membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

NASIONAL | 22 Maret 2018

Menpar: Nomadic Tourism Dongkrak Kunjungan Wisman

Konsep pariwisata ini akan difokuskan di 10 destinasi 'Bali Baru'

NASIONAL | 22 Maret 2018

Ikan Kaleng Mengandung Cacing Ditarik dari Pasaran

Badan POM menemukan adanya cacing dalam produk ikan kaleng impor tersebut.

NASIONAL | 22 Maret 2018

Pemimpin Harus Optimistis terhadap Masa Depan Indonesia

Indonesia bisa berdiri tegak sampai saat ini, karena semangat dan optimisme para pahlawan dan pejuang.

NASIONAL | 22 Maret 2018

Wiranto Minta BNN Kerja Keras Tangkal Narkoba

Menko Polhukam meminta agar Kepala BNN bekerja lebih keras dalam mencegah peredaran narkoba di Indonesia.

NASIONAL | 22 Maret 2018

Pemuda Pancasila Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Setelah ditandanganinya nota kesepahaman akan ada sekitar 11.000 anggota MPW PP DKI yang akan mendaftar BPJS Ketenagakerjaan.

NASIONAL | 22 Maret 2018

Warga Mandalajati Bersihkan Rumah Dari Lumpur Pasca-banjir

Banjir bandang menyisakan material lumpur tebal di badan jalan hingga area pemukiman warga

NASIONAL | 22 Maret 2018

Pemkot Semarang Siapkan Rusunawa Nelayan

Pembangunan rusunawa ditujukan untuk menampung para nelayan.

NASIONAL | 22 Maret 2018

Garda Bangsa Nilai Cak Imin Layak Jadi Cawapres Jokowi

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar layak menjadi calon wakil presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019.

NASIONAL | 22 Maret 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS