PKB Dorong Kebijakan Serius untuk Meningkatkan Literasi
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

PKB Dorong Kebijakan Serius untuk Meningkatkan Literasi

Kamis, 12 Desember 2019 | 08:24 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Tingkat literasi siswa Indonesia berdasarkan rangking terbaru PISA (Programme for International Student Assessment) 2018 yang diumumkan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), belum lama ini, sangat rendah. Indonesia berada di posisi 72 dari 78 negara, sementara posisi tertinggi dipegang Tiongkok.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengatakan, hasil kajian tersebut harus dijadikan sebagai acuan dalam melakukan perubahan yang lebih baik bagi dunia pendidikan di Indonesia. ”Mengacu dari skor PISA ini, kita ingin mendorong percepatan perubahan paradigma pendidikan kita, termasuk isu soal pendidikan itu adalah soal literasi,” ujar Huda dalam diskusi bertema ”PISA, Literasi, dan Urgensi Road Map Bonus Demografi” di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Ketua DPP PKB ini mengatakan, dari laporan PISA ini kemudian muncul pertanyaan penyebab rendahnya literasi siswa Indonesia, apakah karena minimnya fasilitas literasi atau memang karena minat baca masyarakat Indonesia yang sangat kurang.

”Hasil survei kecil-kecilan saya membuktikan bahwa anak-anak kita sangat cenderung ingin membaca. Minat untuk membaca tinggi sekali. Problemnya, tidak ada buku. Daerah-daerah yang terpencil, apalagi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, anak-anak setiap hari yang dilihat adaah tanah. Mereka tidak pernah melihat buku. Tak pernah menjumpai buku,” jelas dia.

Karena itu, menurut Huda, diperlukan afirmasi kebijakan yang serius dari pemerintah soal gerakan literasi. Sebab, hal ini menjadi pertahanan terbaik bagi bangsa. ”Bagaimana anak-anak cerdas, anak-anak yang berpikir terbuka. Itu adalah modal bagi masa depan bangsa ini,” urainya.

Laporan PISA, kata Huda, menunjukkan Indonesia dalam kondisi kritis, di mana banyak anak yang tidak memiliki kesempatan untuk sekadar memegang buku, apalagi membacanya. Dampaknya, mereka minim wacana dan pengetahuan.

”Kami di Komisi X akan mengawal semua yang sudah digagas (Mendikbud) on paper agar implementatif di lapangan,” kata dia.

Sementara itu, peneliti dari Universitas Paramadina, Totok A Soefijanto mengatakan, hasil laporan PISA ini harus dijadikan cambuk untuk berbenah agar ke depan Indonesia bisa menjadi lebih baik. ”Saya bersyukur dengan adanya ini, orang jadi perhatian semua. Yang tadinya tenang-tenang saja soal literasi, soal prestasi akademik, nah semua sekarang sudah mulai melihat,” tutur Totok.

Karena itu, menurut dia, saat ini bagaimana menumbuhkan demam literasi di masyarakat. Masalah ini tidak boleh hanya dijadikan sebagai tanggungjawab pemerintah dan sekolah saja, namun harus menjadi urusan masyarakat secara luas.

”Sejak dalam keluarga, masyarakat, pemkot, pemkab, semua harus dilibatkan. Kita coba dorong membaca di tempat publik dan tempat umum. Kita sediakan pojok membaca. Kita sediakan saja, soal orang mau baca terserah yang penting tersedia dulu.Baru kemudian kita adakan kegiatan membaca. Itu insyaallah akan berhasil. Yang penting kita berikhtiar dulu, disiapkan agar dalam masyarakat terjadi demam literasi,” terang dia.

Pegiat literasi yang juga pendiri Pustaka Bergerak, Nirwan Ahmad Arsuka, untuk meningkatkan literasi, diperlukan pendekatan yang radikal. Sebab, masalah ini jika tidak segera dibenahi maka Indonesia akan selalu tertinggal.

”Sebenarnya orang-orang Indonesia secara individual, orang-orang tertentu di Indonesia itu kemampuan matematika dan science luar biasa, tidak kalah dari para jenius di luar negeri. Tapi secara kolektif kita memang rendah dan itulah yang harus dibenahi,” kata Nirwan

Langkah pembenahan radikal yang dimaksud, yakni bagaimana masalah ini tidak boleh dianggap hanya sebagai persoalan Kemdikbud semata. Menurutnya, literasi harus menjadi gerakan nasional dimana semua pihak terlibat untuk memberikan yang terbaik.

”Seluruh pihak harus terlibat mengurusi peningkatan kemampuan warga, dan masyarakat kita memahami teks, memahami matematika, dan science,” kata Nirwan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kapolda Kalbar Terima Bintang Bhayangkara Pratama dari Kapolri

Penghargaan Bintang Bhayangkara Pratama diberikan karena dinilai sudah mengabdi tanpa cacat, dan menunjukkan keberhasilan melampaui tugas pokok.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Antara Kebebasan Pers dan Stabilitas Negara

Pemerintah akan turun tangan jika terjadi kekacauan, seperti yang terjadi di Jakarta dan Papua beberapa waktu lalu.

NASIONAL | 12 Desember 2019

AL Gore Puji Aksi Indonesia dalam Mencegah Dampak Perubahan Iklim

Al Gore mengaku senang dengan kebijakan yang diambil oleh Indonesia, seperti soal moratorium dan pembukaan kebun sawit baru, termasuk juga restorasi gambut.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Kabur, Dua Tahanan Narkoba Polres Malang Ditembak

Mereka kabur dari Rutan dengan memakai kain untuk memanjat plafon dan menggergaji teralis besi di bawah atap genting.

NASIONAL | 12 Desember 2019

Dompet Dhuafa Luncurkan Jaringan Global di 30 Negara

Dompet Dhuafa sangat memahami dinamisme dari dunia dengan terus menghadirkan perubahan generasi di dalamnya

NASIONAL | 11 Desember 2019

DPR: KPK Sudah Menjadi Bagian dari Eksekutif

Masyarakat harus tetap melakukan pengawasan terhadap kerja KPK agar sesuai dengan harapan dan tidak keluar dari UU.

NASIONAL | 11 Desember 2019

Gugatan Soal Usia Calon Kepala Daerah Ditolak MK, Faldo Maldini: Pertarungan Belum Selesai

Faldo yakin PSI akan memperjuangkan revisi UU Pilkada bila masuk ke DPR pada Pemilu 2024.

NASIONAL | 11 Desember 2019

IPW: Pimpinan Baru Tak Akan Menjadikan KPK sebagai Pemadam Kebakaran

Tugas-tugas KPK tersebut tentunya tidak akan efektif tanpa bekerja sama dan bersinergi dengan seluruh instansi dan elemen bangsa.

NASIONAL | 11 Desember 2019

Firli dkk Harus Koreksi secara Total Pelaksanaan Tugas KPK

Firli cs diharapkan mampu mengefektifkan tugas pemberantasan korupsi di kepolisian dan kejaksaan yang selama 15 tahun usia KPK gagal terwujud.

NASIONAL | 11 Desember 2019

Wali Kota Serang Tegur ASN Tinggalkan Acara Pengajian

Dalam video Wakil Wali Kota Serang Subadri Usuludin mencegah sejumlah ASN yang hendak keluar gerbang.

NASIONAL | 11 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS