Kolaborasi Aktor di Tapak Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

UNFCCC COP 25 Madrid

Kolaborasi Aktor di Tapak Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sabtu, 14 Desember 2019 | 07:29 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Madrid, Beritasatu.com - Upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Kolaborasi aktor-aktor di tingkat tapak yang melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, seperti yang terjadi di Kalimantan, berkontribusi besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) menjadi kunci dalam pengendalian perubahan iklim.

Demikian terungkap saat sesi panel di Paviliun Indonesia pada Konferensi Pengendalian Perubahan Iklim UNFCCC COP25 di Madrid, Spanyol, Rabu (11/12/2019) waktu setempat. Dalam sesi tersebut Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie mengungkapkan, sebagai provinsi yang baru terbentuk dan sedang membutuhkan pembangunan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi tutupan hutan Kaltara yang 80% berupa hutan.

“Kami berkomitmen mengimplementasikan pembangunan rendah karbon dengan mempertahankan kelestarian hutan,” tuturnya. Untuk mendukung kebijakan tersebut, paparnya, Kaltara telah menerbitkan peraturan gubernur yang mengatur dana alokasi dari pemerintah pusat ke kabupaten/kota berbasis ekologis. Pada 2019, juga telah diterbitkan peraturan gubernur tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi GRK.

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menyatakan, sebagai "tuan rumah" ibu kota negara yang baru, Kaltim juga berkomitmen untuk mengimplementasikan pembangunan rendah karbon demi mendukung kesejahteraan masyarakat. “Pada periode 2020-2024, Kaltim menargetkan pengurangan emisi GRK sebanyak 86,3 juta ton setara CO2,” ucapnya.

Pengurangan emisi GRK itu berasal dari sektor penggunaan dan perubahan penggunaan lahan (LULUCF). Isran menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Kaltim terus memperkuat tata kelola hutan dan lahan, memperbaiki administrasi pengelolaan hutan, mendorong pengurangan deforestasi dan degradasi hutan di areal yang sudah dibebani izin, serta menumbuhkan mata pencaharian alternatif yang tidak merusak hutan bagi masyarakat.

Kepala Dewan Perubahan Iklim Daerah Kaltim Prof Daddy Ruhiyat mengatakan, ada peluang untuk hutan di lahan yang sudah dibebani berbagai izin perkebunan. Tercatat ada 3,09 juta hektare lahan yang telah dibebani perizinan berbagai komoditas di Kaltim. Dari luas tersebut, baru 1,35 juta ha yang telah ditanami komoditas perkebunan.

Untuk mempertahankan hutan yang ada di areal perkebunan, telah diterbitkan peraturan Gubernur Kaltim untuk mengelola areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value of Forest/HCV). Juga telah dibentuk forum komunikasi di tingkat provinsi yang melibatkan pihak swasta pemegang izin perkebunan. “Berdasarkan analisis, terdapat areal terindikasi HCV seluas 417.507 ha, dan telah disepakati untuk dikelola dan dilindungi oleh para pihak,” ujar Daddy

Sementara itu, Senior Expert Program and Partnership on Sustainability Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas, Trisia Megawati KD, mengatakan, sebagai bagian dari kebijakan perlindungan hutan (Forest Conservation Policy/FCP) APP Sinar Mas, pihaknya mendukung kebijakan pembangunan rendah karbon di Kaltim.

Secara nasional, ujarnya, APP Sinar Mas mengalokasikan hingga 600.000 ha, sekitar 21% dari total luas konsesi pemasok bahan baku, sebagai areal konservasi. Di Kaltim, areal konservasi yang dialokasikan APP Sinar Mas mencapai 105.638 ha. “Setara dengan 34% dari total konsesi pemasok APP Sinar Mas di Kaltim,” tuturnya.

Trisia mengatakan, pihaknya melakukan penanaman berbagai jenis pohon langka, seperti gaharu. Untuk mendukung konservasi satwa, pihaknya juga membuat koridor satwa liar di konsesi pemasok bahan baku. “Untuk perlindungan orangutan, APP SInar Mas bekerja sama dengan LSM ECOSITROP melaksanakan patroli dan memantau pergerakan orangutan demi memitigasi risiko dan konflik,” ucapnya.

APP SInar Mas juga mengembangkan program Desa Mandiri Peduli Api (DMPA) untuk mengembangkan alternatif mata pencaharian dan meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat sehingga bisa bekerja sama untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Tokoh masyarakat adat Wehea Siang Geah menyatakan pihaknya siapa menjaga hutan Wehea yang memiliki luas hingga 94.000 ha. “Bagi kami, hutan bukan sekadar rumah bagi flora dan fauna. Tapi juga pasar yang menyediakan bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan untuk upacara adat,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Diserang Terduga Teroris di Sulteng, Satu Polisi Tewas

Korban tewas adalah Bharatu Saiful, anggota Satuan Brimob Polda Sulteng.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Rhenald Kasali: Mendidik Anak Lebih Rumit dari Doktor

Rhenald Kasali urun rembug dalam buku barunya, Sentra, Inspiring School.

NASIONAL | 14 Desember 2019

Teknologi Harus Dimanfaatkan untuk Sebar Kebaikan

One Day Kebudiluhuran (ODK) bertujuan membantu pemerintah dalam upaya sosialisasi deradikalisasi dan mencegah radikalisme.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Dukcapil Tegaskan Tak Ada Pemberian Data NIK

Platform e-KYC bisa mewadahi bank, koperasi, hingga rumah sakit untuk memverifikasi data nasabah dengan menggunakan data Dukcapil.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Banjir Kembali Landa Solok Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi

Lokasi paling parah terendam banjir masih di Kampung Tarandam, Nagari Pasar Muaralabuh.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Turun Gunung, Teroris MIT Tembak Polisi Usai Salat

Korban bernama Bharatu Muhamad Saepul Muhdori anggota Brimob Sulteng yang dikabarkan tewas.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Pengamanan Natal-Tahun Baru Libatkan 200.000 Aparat

Menurut Argo sebelum sampai ke Operasi Lilin pada 23 Desember nanti telah ada Operasi Zebra dan operasi rutin lain.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Baksos Binmas Baharkam Polri Dihadiri Ribuan Warga

Di Kabupaten Sampang juga diberikan layanan konsultasi kesehatan gigi dan sunat massal bagi anak-anak kurang mampu.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Mahfud Serahkan Kompensasi Korban Tindak Terorisme

Kompensasai diberikan kepada korban aksi terorisme di Cirebon dan Lamongan.

NASIONAL | 13 Desember 2019

Polda Sumut Kerahkan 7.750 Personel Amankan Natal dan Tahun Baru

Polda Sumut telah menyiapkan antisipasi teror saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

NASIONAL | 13 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS