Hendropriyono: OPM Harus Masuk dalam Daftar Kelompok Teroris Internasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Hendropriyono: OPM Harus Masuk dalam Daftar Kelompok Teroris Internasional

Senin, 23 Desember 2019 | 22:12 WIB
Oleh : Yustinus Paat / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Guru Besar Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menilai Organisasi Papua Merdeka (OPM) harus masuk dalam daftar kelompok teroris internasional. Menurut Hendropriyono, keberadaan OPM sangat berbahaya, bukan saja untuk aparat keamanan, tetapi juga masyarakat Papua sendiri.

"Di forum internasional itu OPM harus sudah masuk dalam daftar kelompok teroris internasional. Mereka sudah membunuh rakyat yang tidak mengerti apa-apa. Itu sudah salah, sasaran tidak terbatas lagi. Dia membunuh polisi, membunuh tentara, dan rakyat juga dibunuh," ujar Hendropriyono di kawasan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

Namun, kata Hendropriyono, pemerintah dan masyarakat Indonesia, masih saja menyebut OPM sebagai kelompok kriminal bersenjata atau KKB. Padahal, menurut dia, tindakan OPM sudah lebih dari tindakan kriminal. "Kita masih sebut saja mereka (OPM) sebagai KKB atau kelompok kriminal bersenjata. (Padahal) bukan, mereka ini (OPM) adalah pemberontak. Masalah ini bukan kriminal saja," ujar dia.

Persoalannya, kata Hendropriyono, jika OPM masih dianggap KKB, maka keterlibatan TNI untuk melawan mereka akan menjadi masalah. OPM, kata dia, akan menuding di forum internasional bahwa ada kejahatan kemanusiaan di Indonesia karena sipil dilawan tentara.

"Ini nanti membuat mereka memiliki amunisi ntuk mengatakan bahwa ini kejahatan kemanusiaan. Orang sipil dilawan tentara. Ini pelaku kriminal, mestinya polisi saja. Ini bukan copet, nyolong di pasar malam. Ini permainan luar biasa," kata mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu.

Karena itu, Hendropriyono berharap pemerintah dan masyarakat Indonesia tidak menganggap enteng persoalan di Papua. Menurut dia, pemerintah dan masyarakat harus bahu membahu mencarikan solusi persoalan di Papua.

"Jadi, jangan main-main, yang peka, yang sensitif. Kita ribut dengan persoalan kita di dalam, yang tidak beres-beres, ini lihat, satu per satu pergi dari Republik ini, hati-hati. Saya ingatkan," tegas Hendropriyono.

Sebelumnya, pentolan OPM, Gusby Waker mengklaim melalui media daring bahwa KKB telah membunuh 13 anggota TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di Utigapa, Papua. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi dan mengatakan bahwa laporan OPM tersebut merupakan gaya primitif di era digital.

Mayjen Sisriadi menegaskan, pada era digital ini TNI tidak mungkin menutupi informasi.

"TNI bukan organisasi liar, seperti KKB. TNI adalah organisasi besar yang dikelola dengan sistem manajemen modern yang terpadu. Data individu personel TNI dicatat secara tertib. Perubahan data dilakukan secara periodik, sehingga pimpinan TNI dapat mengetahui kondisi setiap prajurit yang termutakhir," ujar Mayjen Sisriadi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Perbantuan Militer Belum Diatur Secara Spesifik dan Komprehensif

Dari segi hukum, pengaturan perbantuan militer yang bersifat parsial itu tidak selaras dengan undang-undang lain.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Ganjar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil

Ganjar memantau langsung harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Karangayu, Senin (23/12/2019).

NASIONAL | 23 Desember 2019

Nadiem: Perlu Manajemen Talenta Atasi Krisis Percaya Diri

Nadiem mengatakan, saat ini anak Indonesia tengah diserang oleh krisis kepercayaan diri.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Antisipasi Ancaman Terorisme, PT MRT Gandeng BNPT

Para pelaku teror tentunya senantiasa berusaha mencari titik lemah dari sebuah sistem pengamanan.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Pilkades di Pati Jadi Ajang Taruhan

Polres Pati berhasil mengamankan 23 orang yang diduga terlibat dalam judi saat Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Pati pada 21 Desember lalu.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Bupati Klungkung: Lestarikan Produk Lokal

Produk lokal kain tenun khas dari Klungkung telah dikenal banyak kalangan.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Erick Thohir Pasang Badan untuk Bos Jiwasraya

Perlindungan juga diberikan agar Hexana tidak mendapat tekanan dari berbagai pihak.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Polda DIY Periksa Lima Gereja di Kulon Progo

Tim Penjinak Bom Gegana Satuan Brimob Polda DIY memeriksa lima gereja yang ada di Kabupaten Kulon Progo menjelang Hari Natal 2019.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Kapolda Minta Gubernur Sumut Jangan Segan Beri Perintah

"Kami adalah pembantu Gubernur untuk bidang keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutur Martuani.

NASIONAL | 23 Desember 2019

Penipu Nasabah Kredivo Berhasil Dibekuk Polisi

Abdul Rahman dan komplotannya menipu nasabah Kredivo dengan modus menyamar sebagai karyawan dari perusahaan tersebut.

NASIONAL | 23 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS