New Normal: Ke Jakarta Aku Akan Kembali
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

New Normal: Ke Jakarta Aku Akan Kembali

Jumat, 5 Juni 2020 | 19:29 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - “Ke Jakarta aku 'kan kembali, walaupun apa yang 'kan terjadi”, kutipan irik lagu grup Koes Plus ini menggambarkan suasana kebatinan masyarakat yang terjadi saat ini. Sekali pun pemerintah daerah menggunakan berbagai istilah untuk mengantar masyarakat masuk ke dalam tatanan kehidupan baru (new normal), masyarakat Indonesia termasuk yang mudik, yang dirumahkan, yang terkena PHK, dan yang work from home (WFH) bersiap-siap "kembali ke Jakarta” untuk mengadu nasib dalam new “habitus baru” normal.

Demikian dikatakan oleh alumnus Program Pelatihan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), AM Putut Prabantoro dalam penjelasannya di Jakarta, Jumat (5/6/2020). Ia juga menegaskan ada risiko baru yang harus diantisipasi dalam new “habitus baru” normal karena terdapat dua kelompok, yaitu yang meyakini dan tidak meyakini adanya Covid-19.

“Kembali Ke Jakarta”, demikian dikatakan oleh Putut Prabantoro, adalah lagu Koes Plus yang diciptakan pada 1969 oleh salah salah satu personelnya, Tony Koeswoyo. Lagu ini termuat dalam album "Deg-deg Plas", yang merupakan istilah keren pada waktu itu. “Deg-deg Plas” adalah ungkapan untuk melukiskan jantung yang berdegub kencang atau berdetak cepat karena berbagai alasan, termasuk ketidakpastian, ada ancaman atau ada tantangan. Orang Jakarta mengatakan, “jantungnya empot-empotan”.

“Lagu ini pantas menjadi lagu tema dari new normal atau habitus baru. Lima puluh tahun setelah dirilis, lagu ini ternyata cocok dengan suasana kebatinan masyarakat yang akan masuk dalam tatanan kehidupan baru. Sekali pun ada ketidakpastian, risiko, ancaman, atau tantangan, masyarakat harus mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanannya apa pun risikonya, yang oleh Koes Plus dikatakan 'walaupun apa yang akan terjadi',” ujar Putut Prabantoro, yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa).

Jakarta adalah kota pertaruhan hidup, urai Putut Prabantoro lebih lanjut, di mana jutaan orang menggantungkan nasib dari kerja kasar sampai kerja sangat halus, dari pengemis hingga CEO perusahaan multinasional. Karena menguasai 70% perputaran uang seluruh Indonesia, Jakarta bukan hanya milik warga Jakarta yang berjumlah 10,4 juta per 2018. Jakarta juga milik warga Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan yang berasal dari berbagai Indonesia meski tidak memiliki KTP Jakarta.

“Kembali Ke Jakarta”, masih menurut Putut Prabantoro, adalah ungkapan yang sering terdengar setelah libur Lebaran di mana sebagian besar warga Jakarta dan Bodetabek kembali ke ibu kota Indonesia untuk mengadu nasib selama setahun lagi. Tidak hanya para pemudik yang kembali ke Jakarta tetapi juga para pendatang baru ikut serta.

Namun, Lebaran 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jumlah pemudik menurun drastis. Tercarat jumlah kendaraan yang mudik berjumlah 465.582 pada H-1 atau turun 62% dari 2019. PSBB ini sekaligus juga meniadakan tradisi dan menghentikan arus silaturahmi di kota-kota besar hingga kampung-kampung. Sebagai gantinya, sebagian besar masyarakat memilih “mudik” di rumah masing-masing karena pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, 'kembali ke Jakarta' dapat diartikan pergerakan masyarakat Indonesia kembali ke business as usual – kerja seperti biasa dengan melanjutkan hidup setelah terhenti oleh pandemi. Hidup tetap berlanjut meski harus berdampingan dengan Covid-19 dalam habitus baru,” tegas Putut Prabantoro.

Namun, realitas mengatakan lain karena Jakarta (dan kota-kota tujuan kerja lainya) tidak sama. Covid-19 telah menghancurkan hampir seluruh industri dan menciptakan penambahan angka pengangguran, angka kemiskinan, serta ketidakpastian di masa depan. Pandemi ini telah menghancurkan sektor perdagangan dan industri yang terkait dengan interaksi antarmanusia, seperti restoran, transportasi, pengiriman, penginapan, dan pariwisata. Dampaknya adalah, setidaknya 2 juta karyawan dari 116.360 perusahaan terkena PHK atau dirumahkan per April 2020.

Dibutukan waktu yang cukup lama untuk memulihkan kondisi seperti sebelum pandemi Covid-19. Namun, rasanya, hidup sudah tidak sama, karena Jakarta dan kota-kota lain tempat tujuan mengadu nasib sudah berada dalam tatan kehidupan baru. Pemerintah daerah di seluruh Indonesia mulai mengkondisikan masyarakatnya untuk dapat melanjutkan hidup dalam habitus baru, meski harus berdampingan dengan Covid-19. Berbagai cara dilakukan untuk meminimalisasi risiko dari pergerakan “kembali ke Jakarta”.

Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL), Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), desentralisasi lokal di akar rumput, atau apa pun namanya masih dalam rangka mengantarkan masyarakat untuk melanjutkan hidup sehari-hari, termasuk berbagai protokol kesehatan yang terus disosialisasikan. Namun, yang jelas, risiko dan ketidakpastian kehidupan itu sendiri sudah berada di depan mata.

“Alasannya adalah dalam habitus baru terdapat dua kelompok yang saling berbeda pendapat. Kelompok pertama yakin Covid-19 itu memang ada dan kelompok kedua merasa covid-19 tidak ada. Perbedaan keyakinan ini memunculkan masalah baru dan menempatkan upaya mewujudkan tatanan kehidupan baru sebagai usaha yang sia-sia. Hanya waktu yang akan menentukan kekhawatiran menjadi kepastian ataukah keragu-raguan menjadi kemantapan mengingat di banyak tempat, kedua kelompok ini akan bertemu,” tegas Putut Prabantoro, yang juga Ketua Presidium bidang Komunikasi Politik ISKA.

Koes Plus cukup jeli untuk melukiskan kondisi masyarakat pada saat ini, “Ke Jakarta aku 'kan kembali, walaupun apa yang 'kan terjadi”.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemohon Membeludak, Dispensasi Perpanjangan SIM Dipertimbangkan

Antrian panjang terlihat di sejumlah satpas yang dipadati masyarakat yang hendak mengurus SIM baru dan perpanjangan.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Menpan RB: ASN Harus Kerja

Menpan RB Tjahjo Kumolo tidak lagi mengeluarkan instruksi baru terkait kewajiban ASN bekerja di rumah.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Perpres TNI Tumpas Teroris Bisa Bawa Indonesia ke Zaman Orba

Komnas HAM berharap dalam pemberantasan terorisme tidak ada pendekatan lain selain pendekatan hukum. Jika tidak, maka akan sangat berbahaya.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Pakai Pendekatan Perang, Substansi Perpres Teroris Berbahaya

“Dalam konteks terorisme, seharusnya perpektifnya adalah suatu tindak pidana. Di UU disebut tindak pidana terorisme, maka pendekatannya pendekatan hukum.”

NASIONAL | 5 Juni 2020

Pemprov Jateng Mulai Terapkan Sistem Kerja Normal Baru

Pintu masuk dan keluar gedung yang sebelumnya sama saja, kini dipisahkan. Para petugas dari dinas kesehatan menggunakan thermometer gun.

NASIONAL | 5 Juni 2020

John Palinggi: Hentikan Kebiasaan Mencaci Maki Orang Lain

Belum tentu yang suka menghina-hina kalau dikasih kepercayaan memimpin bangsa ini bisa berbuat lebih baik.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Setara Institute Sesalkan Penghapusan Aplikasi Kitab Suci Injil Minangkabau

"Permintaan Gubernur Sumbar bisa menjadi preseden buruk, sebab di kemudian hari kemungkinan akan digunakan oleh kelompok yang tidak menghargai kemajemukan."

NASIONAL | 5 Juni 2020

Masjid di Kota Jambi Terapkan Protokol Covid-19 Secara Ketat

Sebagian besar masjid di Kota Jambi sudah melaksanakan salat berjamaah, Jumat (5/6/2020) menyusul relaksasi pembatasan sosial.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Ganjar Jumatan Pertama di Tengah-tengah Pandemi Covid-19

Pelaksanaan salat Jumat di Gradhika Bhakti Praja tersebut menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Jamaah yang diperbolehkan ikut dibatasi hanya 100 orang.

NASIONAL | 5 Juni 2020

New Normal di Sumut Mulai 1 Juli 2020

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) masih melakukan pematangan konsep new normal yang rencananya dilaksanakan 1 Juli 2020.

NASIONAL | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS