Tiga Kondisi Darurat Tengah Dialami Masyarakat Papua Saat Ini
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Tiga Kondisi Darurat Tengah Dialami Masyarakat Papua Saat Ini

Senin, 29 Juni 2020 | 22:20 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com – Masyarakat Papua, termasuk Papua Barat, saat ini mengalami kondisi darurat, yang terjadi hampir sepanjang waktu. Tiga kondisi darurat itu membutuhkan solusi dan penanganan segera.

Hal itu mengemuka dalam webinar bertema “Mari Bicara Solusi Menuju Papua Sehat PascaCovid-19” yang digelar atas kerja sama Jaringan Damai Papua, For Papua, Jubi, dan Prime Advisory di Jakarta, Senin (29/6/2020).

“Acara webinar diinisiasi oleh Jaringan Damai Papua (JDP) Jakarta agar publik jangan hanya tahu persoalan Papua yang terkait dengan konflik politik dan masalah keamanan, namun juga memahami kondisi kesehatan di Tanah Papua dan solusi terbaik untuk kesehatan masyarakat Papua, terutama berdasarkan pengalaman para praktisi kesehatan di Papua dan Papua Barat berdasarkan pengalaman di wilayah masing-masing, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19,” ujar Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) Jakarta, Adriana Elisabeth

Dikatakan, tiga kondisi darurat itu, pertama, penyakit endemik yang ada sebelum virus corona, yaitu malaria, TBC, HIV/AIDS dan kekurangan gizi. Kedua, darurat kesehatan karena wabah Covid-19 sejak ditetapkan oleh pemerintah Indonesia secara nasional. Ketiga, konflik berkepanjangan sejak 1960-an, terutama konflik bersenjata, khususnya di wilayah pegunungan tengah.

Darurat kesehatan terkait Covid-19 dialami oleh orang Papua terutama yang tinggal di daerah pedalaman, seperti masyarakat di Kabupaten Boven Digul. Transportasi udara yang tidak tersedia secara regular (setiap hari), mengakibatkan dokter Aarom Rumainum, salah seorang narasumber webinar, tidak bisa hadir.

“Dia harus melayani tes PCR untuk 1.000 orang di pedalaman dan tidak bisa kembali tepat waktu ke Jayapura,” ujar Adriana.

Bupati Paniai, Meki Nawipa mengatakan, pandemi ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan uang, namun harus ada komunikasi bersama dengan para bupati wilayah adat Meepago (Kabupaten Intan Jaya, Paniai, Deiyai dan Dogiyai). Dikatakan, masih ada masyarakat yang kurang paham tentang Covid-19.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Innah Gwijangge, bahwa masyarakat belum menyadari bahaya Covid-19. Mereka beranggapan bahwa orang Papua tidak akan terkena Covid-19, karena merasa kuat, meskipun ada juga yang meyakini bahwa pandemi ini sebagai bentuk kutukan dari Tuhan. Pandangan kultural ini mungkin menjadi alasan mengapa masyarakat cenderung tidak mematuhi protokol kesehatan.

Usulan perbaikan yang disampaikan adalah memberikan puskesmas udara dengan helikopter, karena sulit menjangkau penduduk di daerah pedalaman Nduga melalui jalan darat. Untuk mengatasi masalah kesehatan diperlukan juga kerja sama dengan lembaga gereja dan sekolah-sekolah agar masyarakat semakin paham.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dokter Victor Nugrahaputra mengatakan, pandemi bisa menjadi momentum untuk melakukan terobosan bagi penyediaan fasilitas kesehatan yang lebih baik di Papua dan Papua Barat. Selain itu, juga penting untuk melanjutkan pembangunan Palapa Ring Timur untuk mendukung teknologi kesehatan (telemedicine) yang bisa menjangkau seluruh Papua.

Selain itu, menurut dia, penyebab kematian terbanyak telah mengalami perubahan terutama disebabkan penyakit katastropik yang berbiaya mahal, seperti stroke, ischemic heart disease, diabetes, TBC, dan cirrhosis.

Terkait pandemi saat ini, dokter Maria Rumetaray yang akrab dipanggil dokter Mia dari Wamena mengatakan, penyakit yang lebih mengancam orang Papua bukan Covid-19 melainkan penyakit endemi yang telah lama ada di sana.

Bagi dokter Mia, untuk membangun SDM Papua yang sehat maka penyakit endemik itu harus diatasi, bukan hanya fokus pada penanganan Covid-19. Hubungan antara pemajuan kesehatan dengan konteks keamanan di Tanah Papua adalah pelayanan kesehatan terkendala karena berlangsungnya konflik bersenjata. Padahal, standar pelayanan minimal bagi masyarakat Papua saja belum terpenuhi selama ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Laporkan Kepala Disdik DKI ke Ombudsman, Forum Orang Tua Murid Tuntut PPDB Diulang

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana dilaporkan ke Ombudsman RI karena diduga melakukan malaadministrasi dalam penyelenggaraan PPDB.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Mahfud MD Pastikan Penanggulangan Covid-19 Berjalan dengan Baik

Mahfud MD memastikan bahwa kebijakan pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 telah terlaksana secara baik.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Asosiasi Tekstil Apresiasi Jaksa Agung Tetapkan Tersangka Penyelundupan

Asosiasi Pertekstilan Indonesia memberikan apresiasi terhadap upaya Jaksa Agung membongkar skandal penyelundupan tekstil.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Gerindra Dorong Subsidi Kuota Internet untuk Pelajar

Partai Gerindra mendorong pemerintah memberikan subsidi kuota internet kepada para pelajar, mahasiswa, dan santri untuk mendukung belajar mengajar daring.

NASIONAL | 29 Juni 2020

BKSDA Bengkulu Siap Antisapasi Kebakaran Hutan dan Lahan

BKSDA Bengkulu, siap mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan hutan di daerah ini, memasuki musim ke kemarau.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Ini Kata Menpora Terkait Status Stadion Piala Dunia U-20

Menpora Zainudin Amali menyatakan status venue Piala Dunia U-20 2021 masih menunggu kepastian dari pihak FIFA.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Lambannya Pencairan Anggaran Kesehatan Covid-19, Komisi IX Dukung Sikap Presiden

PAN memuji sikap Presiden Jokowi yang berani membuka permasalahan rendahnya penyerapan anggaran ke hadapan publik.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Kemarahan Jokowi Sinyal Kuat Adanya Perombakan Kabinet

Saat ini penggantian kabinet memang diperlukan. Sebab misi pemerintah telah berubah dan konteks makro sosial-ekonomi nasional dan global telah berubah.

NASIONAL | 29 Juni 2020

Penyerang Mapolres OKI Diduga Menganut Ajaran Tertentu

Polisi masih mengembangkan motif penyerangan mapolres yang terjadi pada Minggu (28/6/2020) dini hari.

NASIONAL | 29 Juni 2020

6 Tersangka Sindikat Narkoba Internasional Ditangkap di Medan dan Aceh

Sabu-sabu diselundupkan menggunakan perahu motor dari perairan Pulau Penang di Malaysia sekitar 25 Juni 2020.

NASIONAL | 29 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS