Banyak Persoalan Bangsa yang Belum Teratasi, RUU PIP Harus Segera Dibentuk
INDEX

BISNIS-27 426.538 (3.07)   |   COMPOSITE 4842.76 (35.5)   |   DBX 923.5 (2.38)   |   I-GRADE 127.867 (1.04)   |   IDX30 404.318 (2.96)   |   IDX80 105.647 (0.82)   |   IDXBUMN20 263.312 (3.35)   |   IDXG30 113.239 (0.82)   |   IDXHIDIV20 361.834 (2.43)   |   IDXQ30 118.461 (0.81)   |   IDXSMC-COM 206.934 (1.69)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.47)   |   IDXV30 99.778 (1.07)   |   INFOBANK15 760.318 (9.1)   |   Investor33 353.585 (2.91)   |   ISSI 142.238 (0.81)   |   JII 514.346 (1.94)   |   JII70 174.038 (1.21)   |   KOMPAS100 945.162 (8.75)   |   LQ45 740.002 (5.29)   |   MBX 1338.07 (10.71)   |   MNC36 264.409 (2.17)   |   PEFINDO25 251.635 (4.33)   |   SMInfra18 228.656 (1.01)   |   SRI-KEHATI 297.818 (2.31)   |  

Banyak Persoalan Bangsa yang Belum Teratasi, RUU PIP Harus Segera Dibentuk

Senin, 6 Juli 2020 | 11:46 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana pembentukan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU PIP) semakin menguat, dukungan pun makin bergulir, baik dari kalangan tokoh purnawirawan, organisasi keagamaan, maupun akademisi. Beragamnya persoalan bangsa yang belum teratasi hingga kini menjadi urgensi pentingnya RUU PIP segera dibentuk.

Hal itu dikatakan pengajar hukum tata negara Universitas Udayana, Denpasar, Jimmy Z Usfunan di Jakarta, Senin (6/7/2020). Jimmy melihat paling tidak ada lima persoalan bangsa yang harus diselesaikan sehingga RUU PIP perlu dibentuk.

Pertama, dihapuskannya TAP MPR II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetia Pancakarsa), dibubarkannya BP7, dan dihapusnya mata pelajaran Pancasila dari mata pelajaran pokok di pendidikan dasar, menengah maupun perguruan tinggi dalam UU Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berakibat pada memudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, khususnya di kalangan generasi muda.

Kedua, beberapa persoalan dalam negeri maupun luar negeri yang diuraikan dalam Lampiran TAP MPR VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, belum mampu diselesaikan hingga saat ini. Tantangan dalam negeri, antara lain tidak berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebinekaan dan kemajemukan dalam kehidupan berbangsa serta kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa. Sementara, tantangan dari luar negeri, yaitu semakin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.

Ketiga, hingga saat ini masih dirasakan memudarnya sikap menghargai nilai budaya dan bahasa, nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan rasa cinta tanah air yang diuraikan dalam lampiran II huruf A angka 7 UU Nomor 17/2007 tentang RPJPN Tahun 2005-2025.

"Hal ini dikarenakan belum optimalnya upaya pembentukan karakter bangsa, kurangnya keteladanan para pemimpin, cepatnya penyerapan budaya global yang negatif, dan kurang mampunya menyerap budaya global yang lebih sesuai dengan karakter bangsa, serta ketidakmerataan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat," kata Jimmy.

Keempat, gejala munculnya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan maupun menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila sesuai Pasal 59 Ayat (3) dan Ayat (4) Perppu 2/2017 tentang Perubahan Atas UU 17/2013 tentang Ormas.

Kelima, upaya pembinaan ideologi Pancasila belum optimal dilakukan. Pengaturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam level Perpres 7/2018 menyulitkan koordinasi kelembagaan dan sinkronisasi kebijakan dengan lembaga-lembaga lain terkait pembinaan ideologi Pancasila.

"Untuk itu, sudah seharusnya Pemerintah dan DPR segera membentuk RUU PIP demi mewujudkan karakter masyarakat Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila," kata Jimmy.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dinilai Gagal Tangani Covid-19, Akhyar Diminta Tak Maju di Pemilihan Wali Kota Medan

Alwi Hasbi mengatakan, kegagalan Akhyar menangani pandemi Covid-19 tidak akan membawa hasil jika tetap memaksakan diri untuk maju dalam pilkada serentak.

NASIONAL | 6 Juli 2020

5 Kabupaten di Sulteng Nihil Covid-19

“Saya minta masyarakat terus waspada dan tidak lengah,” ujar Haris.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Utamakan Murid, Dua Kepala Sekolah Ini Dipuji Nadiem

​Menurut Nadiem, kedua kepala sekolah ini mencerminkan kepemimpinan pendidikan yang berpusat pada murid.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Siapkan 100 Bed, RSUD Banten Selalu Penuh dengan Pasien Covid-19

Sejak 25 Maret 2020, RSUD Banten dijadikan RS rujukan utama penanganan Covid-19.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Keluarga di Makassar Memaksa Memakamkan Sendiri Kerabatnya

Keluarga jenazah pasien terpapar corona mengamuk di salah satu rumah sakit swasta di Kota Makassar, Sulsel hendak mengambil dan memakamkan sendiri.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Indonesia Jajaki Kerja Sama Militer dengan Nigeria

Indonesia menjajaki kerja sama militer dan pertahanan dengan Nigeria, khususnya di bidang latihan dan pendidikan militer, dan pengembangan industri pertahanan.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Pilot Paramotor di Balikpapan Tewas Usai Alami Gagal Terbang

Detik-detik mencekam saat seorang pilot paramotor terjatuh dari udara di Pantai Monumen, Kota Balikpapan, terekam kamera warga.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Kepala Sekolah ini Punya Solusi Jitu Hadapi Siswa Kurang Mampu

Dua kepala sekolah ini layak menjadi teladan karena terobosan yang mereka ciptakan untuk mendidik siswa.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Meretas Politik Uang Gelaran Pilkada

Bawaslu DKI Jakarta Puadi menyoroti maraknya fenomena bantuan sosial yang dilakukan kepala daerah petahana.

NASIONAL | 6 Juli 2020

Nadiem Luncurkan Guru Penggerak untuk Dukung Transformasi Pendidikan

Peserta program Guru Penggerak diharapkan menjadi agen perubahan pendidikan untuk pembelajaran yang berpusat pada murid.

NASIONAL | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS