Panglima TNI Minta Capaja TNI dan Polri Ikuti Perkembangan Ancaman Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Panglima TNI Minta Capaja TNI dan Polri Ikuti Perkembangan Ancaman Covid-19

Rabu, 8 Juli 2020 | 12:23 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan pembekalan kepada 750 calon perwira remaja (capaja) TNI dan Polri di Mako Akademi TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020). Di hadapan ratusan capaja TNI dan Polri, Panglima TNI mengingatkan, sebagai generasi milenial TNI dan Polri, para taruna dan taruni harus mampu mengeksploitasi semua kemudahan dan keunggulan teknologi untuk melaksanakan tugas serta terus mengikuti pandemi Covid-19.

"Medan perang modern saat ini tidak hanya berlangsung di gunung, gurun, lautan dan angkasa, tetapi bisa jadi berada dekat di tengah-tengah kita, bahkan dalam genggaman kita. Domain baru perang modern itu adalah siber dan internet of things, sesuatu yang sudah sangat akrab bagi kalian," kata Panglima TNI.

Diingatkan Panglima, selain penguasaan dalam domain baru pertempuran modern, para capaja juga harus mengikuti perkembangan ancaman biologi, seperti pandemi Covid-19.

"Ancaman faktual ini terbukti telah memberikan dampak kerusakan terhadap tatanan dunia dan kemanusiaan. Selama vaksin dan obatnya belum ditemukan, maka kita tidak boleh lengah. Musuh yang kita hadapi saat ini adalah musuh yang tidak kasatmata, tidak mengenal batas negara, dan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu," ucap Panglima.

Dijelaskan Panglima, angka kematian dunia akibat Covid-19 hampir dua kali lipat korban jiwa akibat perang Vietnam. Pandemi juga telah membuat perekonomian dunia terjun bebas.

"Jutaan orang menjadi pengangguran, banyak perusahaan yang gulung tikar, produsen bahan pangan berupaya melindungi kepentingan dalam negeri, dan sebagainya," ucapnya.

Panglima TNI juga mengingatkan, dampak ancaman biologis Covid-19 telah mengguncang dunia, walaupun korbannya masih jauh di bawah angka kematian akibat flu Spanyol pada 1918. Bahkan, negara-negara maju dengan sistem kesehatan yang sangat modern turut kewalahan.

"Dengan semakin besarnya kemampuan kita melaksanakan pemeriksaan dan penelusuran, kasus positif Indonesia diprediksi dapat melebihi angka terkonfirmasi Tiongkok pada akhir Juli ini," kata Panglima.

Dikatakan Panglima, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah ditujukan untuk menekan laju penularan, menekan pandemi karena belum tersedianya vaksin dan obat. Namun demikian, saat sebagian wilayah tidak lagi memberlakukan PSBB, terdapat euforia di tengah masyarakat.

"Kita lihat bagaimana masyarakat melaksanakan kegiatan seperti saat sebelum ada pandemi. Tidak ada lagi jaga jarak. Sebagian bahkan merasa tidak lagi perlu menggunakan masker. Padahal, kita ketahui bahwa di negara-negara lain terjadi gelombang kedua Covid-19, yang di antaranya terjadi karena kurang disiplinnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat lockdown dicabut," ujarnya.

Menurut Panglima, kesadaran bahwa protokol kesehatan adalah prasyarat mutlak untuk mengalahkan pandemi masih belum terbentuk. Langkah Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 untuk melaksanakan pengambilan spesimen secara massif dan pelacakan yang agresif malah dianggap mengganggu kebebasan seseorang dalam berusaha.

"TNI-Polri kembali bahu membahu berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi. Sebagai bagian dari Gugus Tugas di daerah, prajurit TNI dan anggota Polri berupaya membangun disiplin protokol kesehatan. Upaya ini tidak mudah mengingat kompleksitas permasalahan yang ada," kata Panglima.

Kesenjangan pemahaman tersebut merupakan bagian dari ancaman kesenjangan yang telah disampaikan bersama dengan ancaman biologi dan ancaman siber. Ketiga ancaman tersebut semakin mengemuka dengan meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membawa paradoks.

"Di tengah pandemi ini, kita juga harus senantiasa waspada terhadap berbagai kemungkinan gangguan kedaulatan negara, termasuk di Laut Natuna Utara dan di Papua. Para taruna dan taruni harus semakin menyadari betapa luas dan besarnya negara kita, dan menjadi tanggung jawab kita sebagai garda terdepan dan benteng nusantara untuk menjaga dan menjamin keselamatannya," ucapnya

Dilanjutkan Panglima, untuk mengemban amanah, TNI telah berada pada tahap akhir pembangunan kekuatan menuju kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF) tahun 2024. MEF dirancang dengan pendekatan capability based planning atau perencanaan berbasis kemampuan yang merumuskan peta jalan untuk membangun kemampuan yang dibutuhkan TNI, berdasarkan konsep operasional.

"Target MEF tersisa 4 tahun dan kita harus mulai menyiapkan konsep kekuatan dan operasi TNI masa depan pasca MEF. Kedepan, TNI harus menjadi kekuatan penggentar dan penindak yang efektif, mampu memenangkan peperangan modern, dibangun berdasarkan konsep Tri Matra Terpadu, serta memiliki struktur kekuatan yang optimal," ujarnya.

Di sisi lain, TNI juga harus memiliki tingkat kesiapan yang tinggi, memadukan operasi kinetik dan non-kinetik untuk meraih keunggulan di medan tempur, memiliki organisasi yang efektif dan fleksibel, diawaki oleh SDM unggul dan profesional serta berkemampuan regional dengan komitmen global.

"Yang lebih penting lagi dari kesemua langkah tersebut adalah sinergi TNI-Polri. TNI-Polri adalah dua institusi besar aset strategis bangsa dan negara kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Berbagai peristiwa besar yang ada, tidak lepas dari kerja sama dan kerja keras TNI dan Polri," ucap Panglima.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Beri Arahan kepada Capaja TNI/Polri, Jokowi: Kejahatan Semakin Canggih

Capaja TNI dan Polri adalah generasi pemuda terpilih, calon pemimpin masa depan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat.

NASIONAL | 8 Juli 2020

PPDB Online, Ombudsman Sumut Temukan Peserta Diduga Gunakan SKD Palsu

Anehnya, masalah ini dianggap bukan kecurangan.

NASIONAL | 8 Juli 2020

KLHK Optimalkan Pengusahaan Hutan untuk Atasi Krisis Pangan

Orientasinya tidak hanya pemanfaatan hasil hutan kayu saja, tetapi pemanfaatan potensi kawasan lainnya seperti hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Limbah Medis di Bekasi Dibuang pada Malam Hari

Tidak ada penampungan khusus limbah medis

NASIONAL | 8 Juli 2020

PPDB Selesai, Ganjar Ingatkan Kepala Sekolah Tak Lakukan Pungutan Liar

Ganjar menerangkan, sudah ada beberapa laporan tentang adanya pungutan oleh orang tua siswa.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Pelaku Pariwisata Jateng Terima 38.000 Paket dari Kemenparekraf

Selama wabah covid berlangsung sejak Maret lalu, praktis semua kegiatan pariwisata di Jateng berhenti total.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Gempa M 5,4 Guncang Lebak, Tak Timbulkan Korban

ASN yang bekerja di kantor-kantor Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang berhamburan keluar ketika gempa itu terjadi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Peringati HKGB ke-68, Bhayangkari Banten Bantu Warga Badui

Ufik Fiandar mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial dalam rangka HKGB ke-68 dan ini merupakan wujud kepedulian ibu–ibu Bhayangkari.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Nepotisme Pintu Masuk Korupsi

Setop nepotisme, setop korupsi.

NASIONAL | 8 Juli 2020

Bertemu Presiden Serbia, Menkumham Sampaikan Niat Perkuat Kerja Sama Bilateral

Indonesia perkuat hubungan bilateral dengan Serbia.

NASIONAL | 8 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS