Pengetahuan Jadi Modal dalam Membangun dan Memajukan Papua
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pengetahuan Jadi Modal dalam Membangun dan Memajukan Papua

Minggu, 9 Agustus 2020 | 08:50 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Papua adalah salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun, kekayaan tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal dan efektif, karena selama ini pembangunan di Papua masih cukup terbatas dan tidak merata.

Lahirnya berbagai kebijakan dan upaya percepatan pembangunan Papua dewasa ini, yang ditandai dengan peningkatan akses dan kualitas pelayanan dasar serta pengembangan ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan yang terus dilakukan, menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia untuk memajukan Papua di berbagai aspek, termasuk sumber daya manusia (SDM), ekonomi, dan infrastruktur.

Dalam rangka memperluas sosialisasi mengenai pentingnya pembangunan Papua, Desantara Foundation yang didukung oleh Kompetensia sebagai media support menyelenggarakan webinar berjudul Prosperous Papua: Human, Economic, and Infrastructure Development pada Sabtu (8/8/2020)0.

Moderator webinar adalah Amrih Widodo, seorang senior lecturer Australia Nasional University (ANU), Canberra, Australia. Selain itu Desantara Foundation juga mengundang empat pembicara, yakni Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar yang juga anggota dari Papua Muda Inspiratif (PMI), Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones; Direktur bidang Governance & Accountability, Osana International Professional Associate, University of Canberra, Owen Podgger, serta aktivis bahasa dan inisiator dari Anggimart, Angkat Mama Papua, Simon Tabuni.

Pada presentasinya, Sidney Jones menyampaikan tentang perdebatan mengenai pembaruan, revisi, maupun penolakan Undang-Undang Otonomi Khusus di Papua. Hal ini dalam konteks isu kepercayaan terhadap pemerintah, evaluasi terhadap pelaksanaan otonomi khusus (otsus) Papua, migrasi, pemberontakan, hingga hak asasi manusia (HAM).

Menurutnya, apabila masalah otsus tidak ditangani dengan bijak, maka situasi yang kini telah buruk berpotensi menjadi bertambah parah. Pada dasarnya, masalah terbesar di Papua bukanlah separatisme, melainkan tindakan main hakim sendiri (vigilante) yang umumnya disebabkan oleh faktor ekonomi.

Infrastruktur dan Pelayanan
Owen Podger memaparkan bahwa infrastruktur bukan sebagai suatu layanan, tetapi tanpa adanya infrastruktur maka tidak akan ada layanan yang dapat diberikan. Infrastruktur dan pelayanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Persoalan besar di Papua, ujar Owen, bukan terletak pada infrastruktur. Tetapi, karena infrastruktur terbatas, maka pelayanan di berbagai aspek, khususnya kesehatan dan pendidikan menjadi terbatas atau terhambat.

Oleh sebab itu perlu diterapkan perspektif baru di berbagai aspek dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Papua. Masalah pendidikan, menurut Owen, merupakan tanggung jawab bersama dalam rangka mempersiapkan generasi muda Papua yang berkompeten di masa mendatang. Kurikulum pendidikan yang ada saat ini dinilai belum dapat mendidik masyarakat Papua sebagaimana seharusnya, sehingga sangat mendesak untuk melakukan inovasi.

Sementara, Billy Mambrasar memaparkan pembahasan dengan judul “Human Centered Development Process in Papua and West papua Provinces.” Menurut Billy, selama ini pembangunan di Papua dan Papua Barat belum menerapkan konsep membangun bersama, sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat belum dapat menikmati hasil pembangunan sebagaimana mestinya.

Billy juga memaparkan pentingnya melakukan investasi pada SDM Papua, karena manusia merupakan faktor utama keberhasilan pengembangan Papua untuk bergerak maju ke depan. Salah satu upaya pengembangan SDM adalah dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi.

Selama ini, ujarnya, para pemuda dan pemuda Papua masih cukup sulit memperoleh beasiswa untuk dapat melanjutkan pendidikan di wilayah lain di luar Papua. Padahal, pendidikan adalah modal utama bagi pemuda-pemuda Papua untuk dapat memajukan wilayah mereka.

Billy mengatakan, pendidikan bukan sekadar pengajaran atau transfer ilmu dari pengajar kepada murid, tetapi memberikan sumber pengetahuan yang lebih bersifat human development (membangun SDM) dalam segala aspek.

Pengetahuan tersebut akan menjadi investasi terbesar yang dapat dimanfaatkan oleh para pemuda Papua untuk membangun dan memajukan Papua. Berbekal ilmu pengetahuan tersebut, masyarakat Papua akan memiliki pengetahuan mengenai wilayah Papua, mampu mengidentifikasi apa saja yang mereka butuhkan, dan menemukan solusi untuk mewujudkannya.

Selain itu, para investor yang membuka bisnis di Papua juga diharapkan dapat menjalankan tiga prinsip utama, yaitu directly (mempekerjakan orang papua), properly (layak/patut), dan correctly (tidak merusak sumber daya alam yang ada).

“Yang kami minta pada pemerintah sangat simpel. Please trust us and please work with us. We can colaborate with you on developing our land and developing our people and our nation,” kata Billy.

Melalui Papua Muda Inspiratif (PMI), Billy dan para pemuda Papua menjalankan misi untuk membangun dan memajukan masyarakat Papua. PMI adalah sebuah komunitas berisikan pemuda-pemuda Papua yang berkomitmen tinggi untuk senantiasa berupaya membantu memajukan Papua dan masyarakatnya melalui berbagai upaya serta kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

Saat ini PMI tengah menyusun sebuah konsep kolaborasi dengan pemerintah untuk mendesain sistematika proses training dalam bentuk sistem coaching dan mentoring sebagai pembibitan kader untuk menciptakan anak muda Papua yang inovatif dan mempunyai pola pikir modern dalam rangka menciptakan rasa nasionalisme masyarakat Papua secara organik.

Mama Market
Brigitta Hisage selaku Manajer Program PMI regional Jayapura juga menyampaikan mengenai Mama Market yang telah dijalankan oleh PMI selama tiga bulan berjalan. Dalam upaya menstabilisasi harga bahan pokok, PMI mendata mama-mama Papua dan menampung hasil kebun berikut gula dan beras untuk kemudian dipasarkan di Pasar Mamtaa, sebuah pasar murah yang menjual bahan-bahan pokok dengan harga yang terjangkau oleh ekonomi menengah ke bawah. PMI juga mempekerjakan mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan pekerjaan sampingan sebagai kurir.

Konsep Human Development yang disampaikan oleh Billy mendapat dukungan dari Owen Podger yang menekankan, kekhusussan dan keistimewaan Papua tidak lantas menciptakan perbedaan terhadap pembangunan infrastruktur di Papua dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Sehingga, kata dia, partisipasi publik untuk mengikuti kebijakan pemerintah berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Papua itu sendiri.

Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Papua menjadi kunci utama dalam pembangunan, sementara partisipasi hanya diperoleh apabila terdapat kesadaran dalam diri setiap orang. Kesadaran tersebut muncul melalui edukasi/pengetahuan. Maka dapat disimpulkan, bahwa pengetahuan menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh masyarakat Papua, agar dapat berpartisipasi penuh dalam upaya membangun dan memajukan Papua dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat

Dalam hal ini, PMI telah menyusun langkah-langkah inkubasi dalam jangka panjang, yakni membentuk narasi “satu panggilan” untuk masyarakat dan tanah Papua; membentuk pola pikir masyarakat Papua menjadi pemain nasional dan global; memdorong negara memberikan pengakuan atas kontribusi setempat; menampilkan narasi individu-individu inspiratif ini di tingkat nasional dan global; memiliki rasa bangga bahwa negara memberikan penghargaan kepada perjuangan dan kobntribusi; dan rasa nasionalisme tumbuh secara organik sehingga kesejahteraan pun meningkat.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan misinya, PMI akan terus hadir serta berpartisipasi aktif dan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya membangun dan memajukan Papua guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, ekonomi, dan infrastruktur di Pulau Paling Timur Indonesia ini.

“Kita tidak perlu mempermasalahkan kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu, tetapi kita harus fokus dan berkomitmen terhadap upaya dan progres di masa depan,” ujar Billy.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemhub Bangun Kapal Penyeberangan Lintas Dompak-Matak-Penagi

Pembangunan kapal ini direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2021.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Mendagri: Penegak Hukum Harus Manfaatkan Database Dukcapil

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta para penegak hukum agar memaksimalkan penggunaan database kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

NU Care Gelar Swab Test Gratis bagi Guru Mengaji

Pesantren harus mendapatkan perhatian khusus dalam pencegahan Covid-19, mengingat tradisi pesantren yang begitu kental dengan kebersamaan antarsantri.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Gerakan 26 Juta Masker di Jatim Disambut Baik

Warga diharapkan mengenakan masker secara benar.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Selain Santunan, Pemerintah Siapkan Bintang Jasa untuk Tenaga Medis

Pemerintah akan memberikan bintang jasa kepada tenaga medis yang diputuskan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Kehormatan.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Keberatan Ditahan Bareskrim, Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan

Tim Advokat Pembela Anita Dewi Kolopaking secara resmi mengajukan gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri atas ditahannya pengacara Djoko Tjandra itu.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Prasmul Day 2020, Gaungkan Pembelajaran Tak Terbatas

Universitas Prasetiya Mulya menghadirkan kembali ajang tahunan Prasmul Day.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Penceramah Diajak Gunakan Metode Ramah saat Dakwah

Saat ini perlu diwaspadai pihak-pihak yang sedang berupaya memutus sejarah keilmuan.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Diserahkan ke Pemda

Aturan tentang sanksi pelanggar protokol kesehatan disesuaikan dengan situasi lokal yang ada.

NASIONAL | 8 Agustus 2020

Kereta Rute Rangkasbitung-Merak Akan Kembali Beroperasi

Pengoperasian KA rute Rangkasbitung-Merak tersebut tentunya mengedepankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 yang diterapkan pada masa AKB.

NASIONAL | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS