Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Masih Terkendala, Ini Solusi Doktor Andriani
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Masih Terkendala, Ini Solusi Doktor Andriani

Kamis, 13 Agustus 2020 | 17:54 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Bandung, Beritasatu.com – Proses percepatan pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur belum dapat dilakukan dengan relatif cepat dan masih menjadi masalah besar dalam kelangsungan pembangunan proyek strategis nasional. Untuk itu, perlu dibuat konsep percepatan pengadaan tanah yang meminimalisasi terjadinya masalah yang menghambat kelangsungan pembangunan proyek strategis nasional.

Hal itu disampaikan praktisi keuangan Andriani Latania Triramdhani saat mempertahankan disertasi untuk gelar doktoral di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/8/2020). Andriani berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengadaan Tanah dalam Pembangunan Infrastruktur pada Proyek Strategis Nasional Dikaitkan dengan Perekonomian sebagai Upaya Pengembangan Hukum Pertanahan Nasional” dengan predikat cumlaude.

Disertasi itu dipertahankan di hadapan promotor dan anggota promotor Dr Nia Kurniati, SH, MH; Dr Nyulistiowati Suryanti, SH, MH, CN; Dr. Supraba Sekarwati W, SH, CN, oponen ahli Prof Dr Djuhaendah Hasan, SH, dan guru besar Fakulas Hukum Unpad Prof Dr Tarsisius Murwadji, SH, MH.

“Semua terbayar tuntas. Jerih payah selama mengikuti perkuliahan dan juga hingga selesainya penyusunan disertasi ini sangat tak ternilai. Semuannya saya persembahkan untuk keluarga saya, anak-anak saya. Gelar ini untuk memotivasi mereka agar dapat berbuat yang terbaik dalam kehidupan,” ujar Andriani seusai sidang terbuka disertasi di Universitas Padjajaran Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/8/2020).

Menurut Andriani, ia tidak bisa membayangkan seandainya dalam menempuh dan menamatkan program doktor ini tidak didukung oleh orang-orang terdekatnya. Dorongan itu termasuk semangat dari suami yang merupakan profesor tamatan Universitas Harvard.

“Terima kasih untuk semuanya. Tanpa itu semua, saya tak bisa berbuat banyak,” ujar Andriani.

Baca Juga: Mafia Tanah Membuat Investasi Membengkak hingga 50%

Sementara itu dalam disertasinya, Andriani menyebutkan, pembangunan infrastruktur dalam kerangka pembangunan nasional merupakan upaya dalam mewujudkan tujuan negara sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Infrastruktur merupakan fondasi dasar dalam pertumbuhan ekonomi sekaligus sarana penunjang utama terselenggaranya pembangunan di daerah yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi nasional.

“Sarana infastruktur yang masih belum merata di seluruh wilayah Indonesia mendorong pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur dengan kebijakan Proyek Strategis Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Andriani menyebutkan, pembangunan infrastruktur membutuhkan bidang tanah sebagai lahan melaksanakan pembangunan sarana-sarana fisik yang dilakukan melalui mekanisme pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum yang harus dilakukan dengan waktu yang relatif cepat. Tujuannya, kata Andriani, adalah penyediaan sarana-sarana publik yang dapat diwujudkan dengan segera.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa percepatan pengadaan tanah dalam pembangunan infrastruktur belum dapat dilakukan dengan relatif cepat. Percepatan pengadaan tanah masih menjadi penyumbang masalah terbesar dalam kelangsungan pembangunan proyek strategis nasional.

“Perlu dibentuk konsep percepatan pengadaan tanah yang meminimalisasi terjadinya masalah yang menghambat kelangsungan pembangunan proyek strategis nasional,” ujar Andriani.

Andriani mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan proses pendaftaran bidang-bidang tanah milik masyarakat. Tercapainya program pendaftaran dan sertifikasi tanah akan memiliki kontribusi positif dalam pelaksanaan percepatan pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Selain itu, program ini dapat pula dilaksanakan dengan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hukum pertanahan guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Perlu Regulasi Tegas untuk Berantas Mafia Tanah

Andriani juga menyarankan perlu dikembangkan mekanisme pendanaan pengadaan tanah yang ditanggung sepenuhnya oleh badan usaha dalam skema KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha) yang dikompensasikan dengan kontrak konsesi agar tidak hanya mengandalkan pendanaan dari pemerintah (APBN) saja. Kemudian, pembebasan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan asas pemisahan horisontal ketika berhadapan dengan lahan milik pribadi yang sulit dilepaskan haknya karena budaya masyarakat.

“Selain itu, prinsip actio paulina dapat diterapkan untuk meminimalisasi masalah yang ditimbulkan kegiatan para spekulan tanah yang menghambat dalam proses pengadaan tanah. Perlu pula dikembangkan dan diterapkan konsep ganti kerugian dalam bentuk saham kepada masyarakat pemilik tanah dengan kualifikasi dan kriteria tertentu yang menguntungkan para pihak,” jelasnya.

Terakhir, Andriani mengatakan, perlu diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pengadaan tanah yang mengakomodasi konsep yang aktual. Dengan demikian, hambatan-hambatan yang timbul dalam pelaksanaan pengadaan tanah pada pembangunan infrastruktur dapat diselesaikan dengan segera.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Jarang Terbang, Pilot Maskapai Penerbangan Ini Terpaksa Jualan Mie Ayam

Megah mengaku sangat terbantu dari sisi ekonomi meski pekerjaan barunya menjual mie ayam itu sangat jauh berbeda dengan pekerjaannya sebagai seorang pilot.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Arief Poyuono: IDI Harus Bisa Buktikan Bukan ‘Kacung WHO’

Dengan melaporkan ke polisi bisa diartikan bahwa IDI memang tidak mampu membuktikan bahwa kritik itu salah.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Bupati Manggarai Diminta Tidak Lindungi Terduga Koruptor

Bupati Manggarai, NTT, Deno Kamelus diminta tidak melindung terduga mantan Kepala Desa Goloworok, Fransiskus Darius Syukur.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Penanganan Bahaya Karhutla dan Covid-19 Harus Berfokus pada Mitigasi

Pada 2020 bahaya karhutla kembali mengancam dan kali ini datang bersamaan dengan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Presiden Anugerahi Ahmad Muzani Bintang Jasa Utama

Politisi kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini menyampaikan berterima kasih atas anugerah bintang jasa ini.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Gunung Sinabung Tiga Kali Erupsi dalam Sehari

Erupsi pertama Gunung Sinabung pada Kamis pagi sekitar pukul 06.07 WIB, dengan membentuk kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Kepala BP2MI Akan Jatuhkan Sanksi Tegas ASN yang Khianati Pancasila

ASN BP2MI lakukan sumpah setia kepada Pancasila.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Karhutla di Jambi Capai 227 Hektare

Karhutla yang banyak terbakar di Provinsi Jambi tersebut tersebar di sekitar kawasan perkebunan kelapa sawit.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Jokowi Kukuhkan 8 Anggota Paskibraka di Istana Negara

Delapan anggota Paskibraka tersebut menggunakan masker dan faceshield atau pelindung muka.

NASIONAL | 13 Agustus 2020

Sektor Swasta Harus Lebih Masif Berkontribusi Atasi Perubahan Iklim

The Global Risks Report 2020l melaporkan 5 risiko teratas yang mengancam umat manusia pada 10 tahun ke depan yang semuanya terkait iklim dan lingkungan.

NASIONAL | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS